Pernah ngga sih lagi di jalan ketemu sosok-sosok yang sebenarnya layak di lihat 2 mata, tapi pada kenyataan dan seringnya kita cuman liat pake sebelah mata aja. Hmm.. Sosok-sosok yang memilih untuk bekerja apa saja daripada mengemis.. Coba yuk kita tengok sebentar..

 

1. Abang tukang ambil "bekas konsumsi" kita

truk sampah

truk sampah via http://koranmemo.com

Nah, sering ni kita sok-sok tutup hidung dan nyinyir kalo pas naik motor apa deketan sama mobil pengangkut sampah. Ya emang sih baunya agak kurang mengenakkan, tapi pernah ngga kita mikir dia juga pahlawan. Pahlawan kebersihan.

Coba bayangin tanpa abang-abang itu, sampah bakal jadi seabrek, dan bisa-bisa jadi kepulauan. Hmm. Cuman kadang kita terlalu apatis untuk menghargai mereka. Kadang kita juga suka buang-buang sampah seenaknya,dan mereka dengan sabar mengambilnya.  

Yuk mulai sekarang respect untuk abang-abang yang dengan setia mengambik bekas pakai kita. Buang sampah pada tempatnya. Buang kenangan bersama mantan sejauh kau bisa.

2. Abang tukang parkir "yang setia"

ibu nuki (43) yang luar biasa

ibu nuki (43) yang luar biasa via http://radarsukabumi.com

Eits, pasti di poin ini ada yang ngga terima. Pasalnya banyak yang bilang tukang parkir jaman sekarang cuman nerima uang parkir, abis itu pergi (I meant ngga ngambilin motor/nyeberangin kita). Tapi ngga semua loh kaya begitu, ada yang menjalankan tugasnya dengan baik.

Misal, ada yang nutupin jok motor kita biar ngga kepanasan, ada yang nyantelin helm kita dengan baik biar ngga ilang, terus ada yang bantuin sampe nyeberang.

Coba kalo ngga ada, ngga dijagain deh motor kita, ngga dibantuin nyeberang jalan juga, apalagi kaum hawa yang kadang suka atuuuttt kalo jalan pas ramai. Hehe. Jadi kalau cuman kasih uang 1000 atau 2000 ya ngga masalah lah ya. selama ngga ditinggalin gebetan.

3. "Si polisi cepek" di pengkolan jalan

waduh.. ntabss abizz pak

waduh.. ntabss abizz pak via http://googleimage.com

Hampir sama kaya tukang parkir, hanya saja lebih sering ditemui di ujung jalan. Sering disebut juga pak ogah atau polisi cepek. Nyeberangin kita dan biasanya bawa semacam ember atau toples kecil untuk kita ngasih uang. Dan tanpa patokan harus membayar berapa, seikhlasnya saja.

Padahal resiko dijalan besar itu lebih besar lho.

Dan kadang ada yang tidak menghargainya dengan tidak memberi uang ada juga yang ngasihnya pake dilempar, terus uangnya jatuh di tengah jalan dan bapaknya tetep ambil. Tapi tetep semangat aja tuh, ada juga lho yang tujuannya lebih ke ngebantu orang aja, biar ngga kesusahan nyeberang jalan, masalah mau dikasih uang seberapa mah seikhlasnya aja.

Makanya kita semua harus ikhlas juga, ikhlasin mantan misalnya. #ehh

btw, kalau pak ogahnya kaya yang di gambar wahh bisa terhibur juga deh :)

4. Menjual apa yang bisa mereka jual. Beli aja, meski kita enggak lagi butuh

mbah Tohari (104thn), jualan odol,sabun dsb

mbah Tohari (104thn), jualan odol,sabun dsb via http://www.tribunnews.com

Nah, di tempat-tempat umum pasti banyak kita temui. Misal , bapak-bapak jualan peniti yang biasanya sepaket lengkap sama racun tikus, tambal panci, dan spons cuci tapi ngga jual obat penghilang bayangan mantan lho. Atau mereka yang jualan dengan berjalan kaki, nyamperin kita berharap kita beli.

Tapi kadang yang ada kita malah “nehi” sama mereka. Beberapa orang lebih memilih untuk membeli yang mereka jual, walau mereka tidak sedang membutuhkan, niat mereka hanyalah ingin membantu. Kira-kira kamu lebih setuju yang mana?

5. Tukang sapu jalan yang tak gentar disengat panasnya matahari

mantan veteran loh kakeknya :(

mantan veteran loh kakeknya :( via http://hot.detik.com

Yang ini juga banyak ditemui di jalan (namanya juga tukang sapu jalanan). Kadang sampai ke pinggir jalan dan mungkin mereka ngga takut kalau tersampar kendaraan. Membersihkan trotoar sepanjang jalan. Respect.

6. Tukang jualan jajanan kecil-kecilan

btw, ini enak banget

btw, ini enak banget via http://stasiun-tinta.blogspot.com

Pernah ngga liat abang tukang cilok, siomay, arum manis, es potong atau makanan kecil-kecilan di jalan-jalan? Mereka lebih memilih berjualan, meski harus mengayuh sepeda atau hanya berjalan. Yang mereka pikir hanya berjualan dan laku. Mereka tidak mau mengemis, karena mereka masih mampu menggerakkan badan. Salut.

7. Terkadang ragu kepada pengemis yang kehilangan anggota badan, beneran nggak sih?

beneran ngga sih ?

beneran ngga sih ? via http://www.infospesial.net

Nah, the last.. Ini masih jadi problematika sebagian orang. Pengemis di jalan-jalan biasanya identik dengan mereka yang kehilangan beberapa anggota badan. Masalahnya kita sering ragu, itu rekayasa apa beneran.

Karena beberapa waktu lalu, media sempat memaparkan bahwa banyak pengemis abal-abal yang ternyata pendapatan hariannya lebih banyak dari pekerja kantoran.

Takutnya begini :

https://er13yo.files.wordpress.com/2014/01/top10terbaik-pengemis.jpg

Tapi tak jarang juga kita kasihan dan ada hasrat untuk memberi bantuan. Menurut Hipwee readers bagaimana ?

 

Kala semua kembali lagi ke hati nurani masing-masing manusia ingin tangan di atas atau diam saja. Namun satu hal, tak akan ada kata salah dan merugi untuk menolong sesama manusia. No one has ever become poor by giving. :)

 

 

 

ps: Semua gambar diambil dari google.