Tentu sudah bukan rahasia lagi jika tujuan hidup berjuta makhluk di dunia ini adalah meraih kebahagiaan. Hanya saja, bahagia itu bersyarat dan setiap individu memiliki syarat yang berbeda-beda. Saat kita masih kecil, tolak ukur bahagia yakni mendapat mainan impian atau menikmati es krim di penghujung sore sepulang bermain bersama teman sebaya. Ketika beranjak remaja, apa itu bahagia versi kita sudah berubah, bukan lagi tentang es krim tapi gadget baru, bebas main bersama teman, nongkrong tak kenal waktu, liburan sekolah atau mungkin mulai merasakan getar-getar cinta pertama.

Seiring perubahan usia, kebutuhan dan keinginan manusia pun berubah dan itu mempengaruhi syarat bahagia. Sebut saja beberapa hal, pencapaian karir, kebutuhan finansial, mobilisasi, pertemuan dengan mr. jodoh dan masih banyak lagi syarat bahagia. Namun, bukan berarti kita merumitkan definisi bahagia. Hal-hal dibawah ini apabila kita praktekkan, kitapun bisa meraih kebahagiaan meski tak sesempurna syarat yang kita inginkan..

 

1. Tetaplah tersenyum, hingga dunia lelah mengecewakanmu.

senyum itu indah

senyum itu indah via http://musiccitydental.com

Yeah, kita pasti sama-sama mengamini kalau dunia ini bukan negeri dongeng dimana bahagia selama-lamanya adalah nyata. Dunia ini keras dan butuh perjuangan ekstra, jika kita termasuk kaum yang terimo ing pandum alias pasrah sama takdir Tuhan, segera ubahlah pola pikir itu. Ingatkah bahwa Tuhan tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum kaum itu yang berusaha untuk merubahnya sendiri.

Tersenyum memang tidak akan menyelesaikan masalah kita dalam sekejap atau merubah kerasnya dunia, akan tetapi dengan tersenyum setidaknya kita memancarkan aura positif untuk orang lain dan juga untuk diri kita sendiri, senyum mampu memberi kekuatan dan ketegaran. Bahkan dalam beberapa kasus, senyum mampu meluluhkan amarah seseorang. Lagipula, senyum juga termasuk sedekah kan ?

2. Terkadang dibalik banyaknya kesedihan yang kita butuhkan hanyalah bersyukur.

bersyukurlah atas segala kenikmatan dari-Nya

bersyukurlah atas segala kenikmatan dari-Nya via http://bersamadakwah.net

Lelah dengan rutinitas kerja, belum mencapai karir yang di inginkan, mengalami kerugian finansial, sedang bersitegang dengan orang tersayang atau mungkin tengah patah hati.. dan segudang permasalahan lainnya dalam hidup ini tak boleh membuat kita melupakan bahwa Dia, sang pemilik semesta ini sudah memberikan kita berbagai macam kenikmatan yang sangat besar, hanya saja kita yang sering mengingkarinya.

Terbangun di pagi hari, bernafas dan bisa menikmati secangkir teh hangat itu sudah merupakan hadiah yang sangat besar untuk kita, bayangkan diluar sana masih banyak orang yang kurang beruntung. Bahkan untuk terbangun dan bernafas saja mereka tak mampu :( oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu bersyukur seberat apapun masalah hidup ini

Bersyukurlah, maka Tuhan akan menambah kenikmatan bagimu..

3. Berbagilah dengan sesama atau makhluk Tuhan lainnya.

berbagi dengan siapa saja

berbagi dengan siapa saja via http://agunkzscreamo.blogspot.com

Sebagai makhluk Tuhan sudah seharusnya kita saling berbagi, baik itu dengan sesama manusia ataupun dengan makhluk Tuhan lainnya. Bahagia yang kita nikmati sendiri tidak akan membawa kedamaian hati karena sejatinya bahagia itu dengan berbagi dan tidak menyakiti yang lainnya, apalagi makhluk yang lebih lemah dari kita.

Jangan hanya karena kita manusia lantas menyepelekan keberadaan makhluk lainnya, karena bagaimanapun juga mereka tetap makhluk Tuhan yang juga sama-sama ingin bahagia dan di hargai..

Yakinilah, bahagiamu akan semakin bertambah jika kamu mau saling berbagi dengan yang lainnya

4. Belajar, belajar dan terus belajar!

belajar tanpa henti

belajar tanpa henti via http://google.com

Kebahagiaan di dunia itu bersifat semu, tak ada yang abadi selama kita masih menginjakkan kaki di tanah yang fana ini. Kebahagiaan hari ini yang kita inginkan, belum tentu sama dengan bahagia yang kita inginkan esoknya dan hal itu akan terus terjadi, karena manusia memiliki sifat dasar tak akan pernah puas

Belajar.. belajar dan terus belajar adalah salah satu kunci merasa bahagia, karena hidup adalah bagian dari proses yang harus terus dipelajari, belajar sabar, belajar ikhlas, belajar menerima, belajar untuk tidak pernah menyerah, belajar untuk terus berjuang, belajar menata hati, belajar dan terus belajar.. sampai Tuhan berkata 'waktunya pulang'

5. Memang tidak mudah, tapi sabar dan ikhlas mampu membawa kedamaian hati.

sabar itu..

sabar itu.. via http://langitan.net

Berbagai macam masalah dan duka yang terkadang datang tanpa permisi dan silih berganti memang membuat kita merasa jengah, letih dan mungkin hampir putus asa. Tak sedikit dari kita justru menyalahkan sang Maha penulis skenario atas segala yang telah terjadi. Namun hal tersebut tidak akan membawa kedamaian pada hati kita, alih-alih masalah jadi beres yang ada malah menambah keruwetannya karena hati kita tak tenang. Sabar adalah pilihan, tapi bukan berarti sabar dan berdiam diri. Sabar namun tetap berjuang dan berusaha menemukan solusi atas masalah yang sedang dihadapi..

Begitu juga dengan Ikhlas. Ikhlas itu mudah, semudah memindahkan gajah sekampung yang lupa caranya diet.. hehehe, berat tapi bukan berarti tidak bisa.

Ikhlas itu ilmu dengan tingkatan super tinggi yang selalu jadi part terberat dalam episode hidup manusia akan tetapi ketika kita bisa melakukannya, ikhlas akan menjadi part yang paling melegakan..