Aku masih tak percaya saat mereka mengatakan kamu baru saja meninggal karena kecelakaan maut itu. Antara sadar dan tidak, Aku mencoba mencerna kembali berita yang masih simpang siur kudengar. Sayang, Seminggu lagi kita akan menikah. Semua sudah dipersiapkan. Sayang, kamar pengantin kita beberapa hari lagi akan dirias. Sayang, bebeberapa hari lagi aku akan menjadi wanita tercantik seumur hidupku

 

1. Mungkinkah kamu telah menyadarinya?

Mungkinkah Kamu Telah Menyadarinya?

Mungkinkah Kamu Telah Menyadarinya? via https://www.google.co.id

Sore itu kamu mengatakan akan pergi sebentar saja. Aku sudah melarangmu untuk pergi. Kamu tetap bersikeras untuk pergi. Kamu mengenakan baju yang serba putih. Kamu tampak gagah dan  rapi. Tak biasanya kamu mengunakan baju bewarna serba putih selain hari jumat. Kamu mengatakan kepadaku untuk tetap ada dirumah. Jangan kemana-mana. Kamu mengatakan kepadaku hari penantian yang selama ini kamu tunggu akan segera datang. Tak pernah terlintas dibenakku apa maksudmu. Aku hanya berfikiran mungkin kamu akan memberikan sebuah kejutan kepadaku

 

 

2. Semua bagai mimpi buruk

Semua Bagai Mimpi Buruk

Semua Bagai Mimpi Buruk via https://www.google.co.id

Telah hampir 5 jam, Kamu tidak juga kembali. Hatiku mulai gusar. Kamu tidak membalas pesanku. Aku masih berfikiran semoga semua baik-baik saja.

Jam sudah menunjukan pukul 21:00. Tidak ada juga kabar darimu. Tidak lama berselang. Ada orang asing yang datang kerumah dengan wajah penuh tanda tanya. Ia menanyakanku. Ia menceritakan bahwa kamu baru saja mengalami kecelakan hebat dipertigaan jalan menuju rumah ibumu

 Aku masih tak percaya saat mereka mengatakan kamu baru saja meninggal karena kecelakaan maut itu. Antara sadar dan tidak, Aku mencoba mencerna kembali berita yang masih simpang siur kudengar. Sayang, Seminggu lagi kita akan menikah. Semua sudah dipersiapkan. Sayang, Kamar pengantin kita beberapa hari lagi akan dirias. Sayang, bebeberapa hari lagi aku akan menjadi wanita tercantik seumur hidupku

Sayang yakinkan aku bahwa ini hanya sebuah candaan dan akan segera berakhir

3. Langitpun berduka

Langitpun Berduka

Langitpun Berduka via https://www.google.co.id

Aku mencoba setegar mungkin. Aku mencoba menata hatiku sebaik yang aku bisa. Aku akan berjanji tidak akan meneteskan air mata. Namun, Aku tidak bisa

Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya dalam waktu sekejap. Tuhan, berilah aku waktu untuk bisa menata hidupku kembali.

4. Undangan pernikahan yang kuinginkan bukan buku tahlilan

Undangan Pernikahan yang kuinginkan bukan buku Tahlilan

Undangan Pernikahan yang kuinginkan bukan buku Tahlilan via https://www.google.co.id

Tiga hari menjelang pernikahan kita. Hari ini sepakat akan mengantarkan undangan pernikahan kita. Takdir berkata lain. Aku harus berjalan mengetuk pintu tetanggamu bersama ibumu untuk mengantarkan buku tahlilanmu.

Aku tidak menyalahkan siapa-siapa. Banyak diantara mereka yang tidak percaya kamu pergi secepat itu. Banyak yang mengasihaniku. Aku cukup berterima kasih terhadapa rasa peduli mereka.

Sayang, Kamu apa kabar disana?

5. Aku harus tegar

Aku Harus Tegar

Aku Harus Tegar via https://www.google.co.id

Sayang, Sekarang sudah sebulan sejak kepergianmu. Sesekali kamu hadir dalam mimpiku. Aku bahagia. Sayang, Aku melihatmu sangat tampan.

Sayang, aku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa atas kepergianmu. Semua ini skenarionya. Seharusnya aku masih beruntung dibanding perempuan lain. Bagaimana jika Tuhan mengambilmu satu hari setelah pernikahan kita? Tentu akan sulit untuk aku jalani dan hadapi.

Sayang, Meskipun ragamu tidak lagi bisa kulihat. Rasa padamu akan selalu ada. Bantu aku untuk menjadi kuat.

Apapun yang sudah terjadi. Cintamu akan selalu ada dalam iringan doaku

6. Cinta itu akan selalu ada

Cinta Itu Akan selalu Ada

Cinta Itu Akan selalu Ada via https://www.google.co.id

Aku akan selalu memelukmu dalam doaku