Untuk kamu yang sering melewati rute jalur selatan Jawa, kota Purworejo tak akan asing lagi di telinga. Yap! Kota yang terletak antara Magelang dan Kebumen ini, mungkin tak begitu dikenal di Indonesia. Padahal di dalamnya terdapat banyak sudut-sudut alam indah yang layak dijajal dan dijelajahi. Berikut ini adalah daftarnya!

1. Curug Gunung Putri, di Kecamatan Bruno

Curug Gunung Putri, Purworejo via https://pbs.twimg.com

Air terjun atau dalam bahasa Jawa lebih dikenal dengan "curug" memang selalu menarik hati untuk dinikmati. Terlebih kalau air terjunnya dipadukan dengan rerumputan dan pepohonan hijau yang nampak memukau mata. Curug Gunung Putri adalah salah satunya. Wisata alam tersembunyi ini terletak di Kecamatan Bruno, tepatnya di desa Cipedak. Jalur menuju curug ini memang agak susah diakses karena letaknya yang kurang lebih 20 km dari pusat kota Purworejo.

Curung Gunung Putri adalah objek wisata air terjun yang berlokasi di tengah lebatnya hutan pinus. Rasa lelahmu atas perjalanan menuju air terjun ini, dijamin akan segera lunas terbayar setelah menikmati indahnya alam di Curug Gunung Putri ini.

2. Curug Kyai Kate

Curug Kyai Kate via http://instagram.com

Advertisement

Masih satu kecamatan dengan Curug Gunung Putri, Purworejo juga punya Curug Kyai Kate yang tak kalah mempesona. Curug Kyai Kate terletak di desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Curug yang lagi-lagi dikeliling hutan pinus dan beberapa tumbuhan rimbun lainnya ini adalah curug yang cukup deras dengan aliran sungai. Rute menuju lokasi yang lumayan jauh berupa jalan setapak yang menurun.

Jangan lupa untuk selalu bertanya pada GPS (Gunakan Penduduk Setempat) agar tidak nyasar mengingat susahhnya akses menuju wisata alam ini.

3. Hawa dingin di Curug Kaliurip, Kemiri

Curug Kemiri via http://instagram.com

Tak banyak yang tahu kalau di Kecamatan Kemiri, Desa Kali Urip terdapat sebuah curug yang lebih dari sekedar mengagumkan. Beberapa sumber mengatakan kalau di curug ini terdapat suasana mistis yang agak kentara. Medan yang terjal dan sulit diakses serta perjalanan yang sukar dilalui, mungkin juga akan menjadi kesan tersendiri untuk kalian yang sangat mencintai alam untuk dijelajahi.

Untuk menuju ke sana, mungkin butuh banyak pengorbanan. Tak jarang kalian juga akan mendapati jalan berlumpur ketika musim penghujan. Tapi perjalanan melelahkan kalian akan terbayar dengan panorama alam yang begitu menggiurkan, yaitu air terjun yang mengucur di antara dua buah tebing batu yang amat curam. Gimana? Tertarik untuk mencoba?

4. Curug Abang

Curug Abang via http://google.co.id

Masih di kecamatan Kemiri, Desa Wonosuko bagian utara terdapat sebuah curug yang mengalir deras dari ketinggian puluhan meter. Paduan pepohonan dan batuan alami yang membentuk patahan menjadi pelengkap suguhan panorama keindahan alam tersembunyi ini.

5. Curug Siklotok yang terdapat di Kaligesing

Kawasan Curug Siklotok via http://instagram.com

Selain dikenal dengan peternakan kambing etawanya, Kecamatan Kaligesing memiliki banyak sekali curug yang bisa kamu jadikan list jalan-jalan di Purworejo berikutnya. Curug Siklotok, misalnya. Curug ini terletak di desa Kaligono yang sudah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata oleh pemerintah setempat. Selain Curug Siklotok, kamu juga akan disuguhi air terjun bertingkat tiga.

Curug Siklotok adalah air terjun paling bawah dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Kemudian air terjun tanpa nama dengan ketinggian sepuluh meter berada di atas Siklotok. Lalu paling atas terdapat Curug Silangit dengan ketinggian sedikitnya 60 meter. Kamu juga bisa menikmati pemandian di bawah air terjun Siklotok yang bernama Kedung Bunder yang maksimal memiliki kedalaman dua meter.

Agak sedikit jauh dari curug Siklotok, kamu bisa menemukan Wisata Taman Sidandang yang baru-baru ini diresmikan sebagai desa wisata. Di sana terdapat Kedung Sidandang berkedalaman 4,75 meter, Kedung Lesung dengan kedalaman 2,5 meter, Kedung Kuali yang dalamnya 3,25 meter, dan Kedung Kendit di tengah Curug Silangit, sehingga tidak bisa dijangkau manusia.

Airnya yang biru jernih tampak memukau mata. Namun pastikan agar kamu tak buru-buru nyemplung di kedung yang dilarang, ya! Karena di sana sudah disediakan area ciblon yang tak begitu dalam untuk kamu yang ingin berenang,

6. Kedung Gulo

Kedung Gulo, Purworejo via http://instagram.com

Pindah ke bagian utara Purworejo di daerah kecamatan Bener, terdapat air terjun mini yang begitu mempesona bernama Kedung Gulo. Tepatnya berada di desa Kalitapas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Dari kota Purworejo, untuk sampai ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Kamu lagi-lagi sebaiknya rajin bertanya pada penduduk setempat karena minimnya papan petunjuk ke lokasi.

7. Curug Sedayu yang merupakan bagian dari “The Lost World”, Ngarai Nabak

Curug Sedayu via http://instagram.com

Curug Sedayu terdapat di kecamatan Loano, Purworejo. Desa yang terletak di ujung timur Kabupaten Purworejo dan berbatasan langsung dengan Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta itu, terdapat sebuah air terjun yang indah yang diapit ngarai nan elok, yakni Ngarai Nabak.

Ngarai Nabak ini dilengkapi dengan aliran sungai yang berpadu dengan bongkahan batu-batu raksasa yang berada di lembah sempit dan diapit bukit-bukit curam. Pemandangan itu seperti mencerminkan ilustrasi pulau-pulau terpencil diselimuti kabut tebal dalam film "The Lost World".

Ngarai Nabak terletak di ujung utara Desa Sedayu dan berbatasan dengan perbukitan yang masuk wilayah Desa Benowo, Kecamatan Bener. Desa ini mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif bagi masyarakat Purworejo dan sekitarnya. Ngarai Nabak ini memungkinkan untuk dijadikan objek wisata karena lengkap dengan dukungan keunikan alam berupa air terjun bertingkat tiga, yakni Curug Nabak setinggi 60 meter, Curug Sebrangan dengan tinggi 7 meter, dan Curug Lanceng Putih setinggi 25 meter.

Bongkahan batu-batu raksasa yang tersebar tidak beraturan di sepanjang ngarai dan aliran Sungai Jebol, membentuk gua-gua alami nan asri, yang sebagian di antaranya dapat dijangkau dengan jalan kaki menanjak. Sebagian lagi harus turun vertikal yang menjadi sarang ribuan kelelawar (Gua Lawa) dan sebagian di antaranya belum terjamah (Gua Klanceng Putih). Di lokasi itu, banyak lokasi dan pilihan. Dari tebing yang hanya setinggi 10 meter, sampai tebing yang dikombinasi dengan derasnya air terjun Curug Nabak setinggi 60 meter (dilansir dari sini).

Alam memang diciptakan begitu indah dan mempesona. Tapi jangan sampai karena keindahannya, kamu jadi lupa untuk tetap melestarikan dan menjaga kebersihannya! Pastikan jangan meninggalkan apapun di sana, selain jejak kaki kalian ya!