Seminar proposal adalah salah satu persyaratan untuk melakukan penelitan dalam rangka pembuatan skripsi yang merupakan langkah akhir menuju wisuda. Di mana, wisuda adalah moment yang sangat ditunggu tunggu oleh para pejuang skripsi. Meskipun demikian, seminar proposal bukanlah fase yang mudah untuk dilewati. Pejuang skripsi dituntut untuk bisa menguasai isi proposal, harus mampu menjelaskan dengan bahasa yang baik dan benar, harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para dosen penguji, harus mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang logis atau berargumen dengan bahasa yang menandakan bahwa anda bukan sekedar sosok pejuang skripsi, tetapi sosok  berpendidikan dengan kualitas terjamin. Tuntutan-tuntutan tersebut tak jarang membuat down sehingga nervous pun tak bisa dihindari. Bisa dibayangkan ketika berdiri di depan khalayak ramai dengaa wajah pucat, suara gemetar dan salah tingkah. Sebenarnya nervous adalah hal yang wajar, namun jika berlebihan juga tidak baik. Apalagi disaat presentasi penting seperti pada seminar proposal.

Oleh karena itu diperlukan beberapa stimulasi untuk menstimulus kepercayaan diri ketika seminar proposal.

1. Persiapan yang matang sebelum seminar proposal

Salah satunya doa dari orang tua via https://www.google.com

Berbicara tentang persiapan, segala sesuatu butuh persiapan. Demikian pun dengan seminar proposal. Persiapan yang matang tidak akan mengkhianati hasilnya nanti. Persiapan dalam hal ini dimulai pada diri sendiri. Jangan pernah lupa berdoa untuk memulai segala aktivitas. Jangan lupa meminta doa dari kedua orang tua demi kelancaran proses seminar proposal. Selanjutnya kuasai isi proposal dan cobalah berlatih di depan cermin atau di depan anggota keluarga lainnya. Anggap saja mereka adalah audience. Hal-hal yang berkaitan dengan proposal harus dipersiapkan jauh sebelumnya. Perbanyak membaca tentang penelitian, terutama yang berkaitan dengan metode yang digunakan dalam penelitian.

2. Jangan terlalu membayangkan bahwa suasana seminar akan selalu menegangkan!

Jangan down dulu sebelum mulai! via https://www.google.com

Jangan pernah down terlebih dahulu dengan membayangkan suasana seminar yang begitu menegangkan. Bayangan-bayangan wajah audience seolah membantai keberanianmu, atau bahkan terngiang-ngiang pertanyaan-pertanyaan dosen yang hanya akan membuatmu drop sebelum seminar proposal. Keep calm saja yah guys!

3. Optimis itu penting!

Harus optimis! via https://www.google.com

Advertisement

Yah, optimis adalah sikap yang harus dimiliki. “I can do it” adalah kata yang tepat untuk diucapkan. Pasti bisa hanya butuh waktu untuk berlatih dan belajar lebih. Bukankah Tuhan memberikan porsi yang pas dan sesuai untuk masing-masing hamba­-Nya? Bukankah Tuhan yang membangkitkan keberanian itu? Lalu kenapa hati dan perasaan yang mengekang keberanian hingga optimis terabaikan. Keep optimistic genks!

4. Bayangkan wajah kedua orang tua

Selalu ingat orang tua via https://www.google.com

Ini adalah langkah yang paling ampuh. Ketika perasaan takut, gugup, tidak percaya diri seperti tak mau pergi. Lawan mereka dengan bayangan wajah kedua orang tua. Wajah yang mengharapkan keberhasilan anaknya, Wajah yang tak kenal lelah berjuang dan berdoa untuk kesuksesan anak-anaknya, wajah yang akan merasa sangat bangga dan bahagia manakala sang anak memberitahukan bahwa ia berhasil melewati seminar proposal dengan baik, wajah yang selalu memberi support dan semangat agar anaknya tetap berdiri tegak, tegar dan penuh percaya diri. Berjanjilah pada diri sendiri bahwa bayangan wajah keduanya akan mendapatkan hasil sebagaimana yang mereka harapkan.

5. Bayangkan impianmu kedepannya

Bayangkan impianmu esok via https://www.google.com

Jika seminar proposal ini membuatku takut, tidak percaya diri, dan gugup, bagaimana aku bisa menghadapi duniaku ke depannya? Dimana dunia itu adalah sebuah bayangan masa depan yang dipenuhi orang-orang berkualitas, bayangan itu adalah lingkungan kompetisi yang tidak menyediakan kesempatan bagi mereka yang tidak berani, tidak percaya diri dan tidak mau mencoba.

Demikianlah tips sederhana dalam rangka menghadapi seminar proposal. Tetap santai namun siap dengan segala kemungkinan, tetap tersenyum tanpa lupa etika seorang pelajar. Audience juga manusia, salah dan khilaf normal saja. Para penguji bukan harimau yang siap menerkam mangsanya dengan giginya yang tajam, siap mengoyak mangsanya dengan cakar yang begitu mengerikan. Para penguji hanya manusia biasa yang juga punya hati, mereka memang wajib bertanya jika ada hal yang harus ditanyakan, namun itu bukan untuk memojokkan mu, mereka juga berhak memberi saran dan masukan demi hasil skripsimu nanti. So, keep positive thinking. You can do that!