Suamimu angkatan berapa?

Wah, lebih muda dong?

Sering nggak sih denger pertanyaan semacam itu? Yup, rasanya itu pertanyaan umum dari orang-orang di sekitar kita, khususnya di Indonesia. Sebagian dari kamu mungkin masih malu akan menerima pertanyaan kayak gitu saat memutuskan menerima ‘dia’ yang lebih muda.

Tapi, seharusnya nggak perlu terlalu pusing mikirin apa kata orang. Ini dia alasan kenapa kamu nggak perlu ragu lagi menerima dia yang lebih muda!

 

1. Sekali lagi, usia bukan penentu kedewasaan. Catat tuh!

Menikah untuk bahagia

Menikah untuk bahagia via https://www.instagram.com

Mungkin yang paling bikin kamu ragu adalah tentang kedewasaan. Kamu takut kalau dia lebih childish dan ujung-ujungnya hubungan kalian jadi runyam. Apalagi, sebagai seorang perempuan pasti kamu mengharapkan seseorang yang bisa mengerti, memahami, dan membimbing segala kegalauanmu nanti.

Eits, memangnya yang lebih tua selalu bisa kayak gitu? Belum tentu juga, 'kan? Kedewasaan itu bukan dilihat dari seberapa tua umurnya, melainkan bagaimana caranya menyikapi sesuatu. Banyak juga yang umurnya lebih tua malah justru lebih kekanak-kanakan. Kamu percaya dong kalau menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan.

2. Kalau ternyata punya visi hidup yang sama, why not?

Grow old together

Grow old together via http://dealwallpapers.com

Menentukan pasangan bukan cuma perkara enak atau nggak enak dilihat orang. Pada akhirnya kita sendiri yang akan menghabiskan waktu dan hidup bersama pasangan. Jadi, hal yang jauh lebih penting buat kamu pertimbangkan adalah visi hidupnya.

Apakah kalian punya visi hidup yang sama atau kalian bisa merumuskan visi hidup bersama? Nggak mau 'kan kalau nanti kalian bubar karena alasan sudah tidak memiliki visi hidup yang sama? Klise!

3. Yang penting itu rasa nyaman dan saling percaya. Usia bukan penentu segalanya

Let me lean on you

Let me lean on you via https://www.instagram.com

Yang akan menjalani hubungan itu kita sendiri, bukan orang lain. Yang lebih tua belum tentu bisa bikin nyaman dan percaya, pun sebaliknya.

Intinya, usia itu nggak menentukan nyaman atau nggak, percaya atau nggak. Kenyamanan dan kepercayaan lebih kepada karakter dan mindset. Kalau ternyata secara karakter cocok, bisa saling nyaman, dan saling percaya, it’s fine! Nggak ada aturannya kalau suami harus lebih tua. Rasul aja menikah dengan Khadijah yang usianya lebih tua.

4. Menghabiskan waktu bersama pun akan semakin menyenangkan! Pasanganmu ini akan selalu memiliki jiwa petualang

Let's have fun

Let's have fun via https://www.instagram.com

Percaya atau nggak, punya suami yang lebih muda somehow bikin hidup kamu yang mature lebih fun. Kadang dia punya ide gila buat ngelakuin hal baru, atau kadang dia bisa bikin kamu ketawa ngakak, bahkan sesekali dia juga bisa romantis abis. Ini lebih ke bonus sih, dan balik lagi tergantung karakternya juga.

Seru 'kan menjalani hubungan yang punya tujuan hidup, terus suami yang bisa selalu dewasa setiap ada masalah, bisa percaya dengan diri kita, selalu memberikan rasa aman dan nyaman, plus selalu bisa ngajarin cara to live our life in colourful way?!

5. Jodohmu adalah penentuan dari Tuhan. Dia sudah tentu tahu yang terbaik untukmu dan masa depanmu

Menjadi sholih & sholihah bersama

Menjadi sholih & sholihah bersama via https://www.instagram.com

Kalo satu-satunya alasan yang bikin kamu masih ragu hanya tentang usia, coba pikir lagi!

Saatnya kamu perlu lebih banyak berdoa dan libatkan Allah untuk mengambil keputusan. Kalau memang dia adalah jodohmu, minta petunjuk agar kamu diberikan keyakinan bahwa dia adalah imam yang tepat untukmu.

Percayalah, Tuhan akan membimbing kamu dan menunjukkan kalau dia yang lebih muda adalah jodohmu.

So, jangan minder dengan perkataan orang bahwa kamu mencintai 'brondong' atau orang yang lebih muda. Toh, kamu 'kan yang menjalani semuanya?