Pangandaran adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pangandaran berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar di Utara, Kabupaten Cilacap di Timur, dan Samudera Hindia di Selatan. 

Kabupaten Pangandaran sejatinya menyuguhkan keindahan pantai yang indah. Namun tahukah bahwa ternyata Pangandaran tak melulu tentang pantainya yang menawan? Penasaran 'kan gimana serunya mengunjungi destinasi wisata di Pangandaran? Langsung simak aja, yuk!

1. Mulai perjalananmu dengan mengunjungi Green Canyon, kamu nggak bakal mengira kalau Pangandaran punya wisata sekeren ini!

green canyon pangandaran via http://liburmulu.com

Green Canyon Pangandaran yang memiliki nama lain "Cukang Taneuh" dalam bahasa sunda, dapat diartikan sebagai Jembatan Tanah atau Ngarai. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani dan warga sekitar untuk menuju kebun mereka. Tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk pergi ke Grand Canyon di luar negeri, karena Green Canyon Pangandaran pun tak kalah indah untuk disambangi.

Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Kota Ciamis sendiri berjarak sekitar 130 km atau jika dari arah Pantai Pangandaran itu sendiri berjarak sekitar 31 km.

Rute perjalanan dari arah Jakarta atau Bandung melalui Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Banjarsari, dan Pangandaran. Dari sana melanjutkan perjalanan melalui arah Cijulang.

Advertisement

Rute perjalanan dari arah Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah dengan ke arah Jawa Tengah terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan menuju arah Puworejo – Kebumen – Wangon – Banjar – Banjarsari – Pangandaran.

Yang menggunakan kendaraan untuk menuju Green Canyon, bisa menggunakan bus jurusan Pangandaran yang akan berhenti di Terminal Pangandaran. Kemudian bisa dilanjutkan dengan bus (lagi) atau angkot jurusan Cijulang. Gerbang Green Canyon akan terlihat di kiri jalan.

Green Canyon sendiri menyuguhkan wisata alam yang tak kalah memikat dengan Pantai Pangandaran, yaitu Body Refting. Sebelum Body Refting, terlebih dahulu menikmati perjalanan dengan menggunakan perahu yang berkapasitas kurang lebih 15 orang dari dermaga Ciseureuh. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon itu sendiri kurang lebih berjarak sekitar 3 km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca serta melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal.

Setelah perahu tak dapat melintasi jeramnya mulut sungai yang sempit, maka dari sinilah awal petualangan dengan Body Refting atau bisa juga dengan merayap menyusuri bebatuan di atasnya. Pemandu akan menyediakan ban dan pelampung bagi wisatawan yang memilih untuk berenang (Body Refting) menyusuri Green Canyon. Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuas-puasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain itu di bagian atas beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah.

2. Nikmati suasana sejuk dan tenang di Hutan Mangrove Batu Karas. Recomended banget nih buat yang pengen merilekskan pikiran

Jembatan Hutan Mangrove Batu Karas via http://plesiranku.com

Hutan mangrove berlokasi di Kabupaten Pangandaran lebih tepatnya di Dusun Sanghyang Kalang Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang. Bila kita dari arah Green Canyon, cukup melanjutkan perjalanan saja menuju arah batu karas. Waktu tempuh dari Green Canyon kira-kira 10 menit perjalan dengan kendaraan pribadi. Selain dengan berjalan kaki, wisatawan juga dapat melakukan perjalanan menggunakan perahu dari dermaga kecil di Bandara Nusawiru Pangandaran di kecamatan Cijulang dengan tarif Rp 20.000 – Rp 30.000 menuju Hutan Mangrove melalui aliran sungai. Namun apabila wisatawan memilih untuk menikmati jembatan hutan mangrove saja tanpa terlebih dahulu melalui aliran sungai, wisatawan dikenakan tarif masuk Rp 5.000 untuk perorangnya dan Rp 2.000 untuk menitipkan kendaraan bermotor wisatawan di lokasi.

Setelah memasuki lokasi wisata hutan mangrove, wisatawan akan disuguhi pemandangan indah hutan mangrove dengan jembatan berwarna merah diatasnya yang diperkirakan sepanjang 250 m. Lokasi ini menjadi lokasi favorite remaja untuk spot foto dengan background hutan mangrove dan pantai serta jembatan yang melengkung menjadika daya tariknya sendiri untuk para penikmat photography.

Selain itu hutan mangrove juga menjadi spot terbaik untuk melihat sunset selain Pantai Pangandaran.

Namun sangat disayangkan bahwa akses menuju kesana sulit di akses oleh wisatawan. Akses yang melewati perkebunan dan pemukiman serta tak adanya akses utama untuk kendaraan roda empat menjadikannya tidak banyak diketahui wisatawan terutama wisatawan luar daerah. Namun demikian hutan mangrove tetaplah destinasi yang menyuguhkan keindahan yang sulit untuk diterjemahkan selain menyambanginya sendiri. Hutan Mangrove juga menyuguhkan daya romantisme yang kuat sebagai tujuan muda-mudi yang tengah berwisata di Kabupaten Pangandaran.

3. Pangandaran Waterpark, destinasi ciamik perpaduan pantai dan waterpark

waterpark pangandaran jawa barat via http://www.mypangandaran.com

Berbeda dengan waterpark kebanyakan, Pangandaran Waterpark berada di pinggir pantai lembah puteri. Selain wisatawan bisa bermain layaknya di waterpak/waterboom pada umumnya, Pangandaran Waterpark menyuguhkan kolaborasi keindahan pantai dan keseruan bermain di kolam renang. Selain bisa berenang dan bermain layaknya waterpark pada umumnya, Pangandaran Waterpark juga menyuguhkan petualangan menggunakan ATV yang lengkap dengan ATV Track-nya serta petualangan menggunakan High Ropes.

Meskipun Pangandaran Waterpark terbilang destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten Pangandaran, namun minat wisatawan telah berkembang pesat untuk Pangandaran Waterpark ini.

Pangandaran Waterpark berlokasi di Kecamatan Kalipucang tepatnya sekitar 5 km sebelum pintu masuk wisata Pangandaran. Akses menuju destinasi wisata ini pun terbilang mudah, hanya tinggal menggunakan kendaraan pribadi atau umum dengan jurusan Pangandaran.

Tarif Pangandaran Waterpark ialah:

(Senin-Jum’at) Rp. 15.000,- Weekend (Sabtu- Minggu/ Hari Libur) Rp. 20.000,-

Tiket parkir kendaraan bermotor roda 2 yaitu Rp. 2000,-

Tiket parkir kendaraan roda 4 yaitu Rp. 3000,- serta

Tiket parkir Bis Rp. 10.000,-

*tarif bisa saja berubah sewaktu-waktu.

4. Lanjutkan perjalanan mu dengan menikmati alam lebih dekat di Cagar Alam Pananjung ini

cagar alam pangandaran via http://disparbud.jabarprov.go.id

Cagar Alam Pananjung merupakan destinasi terdekat dari lokasi Pantai Pangandaran. Tinggal menuju Utara dari kawasan pantai sampai dengan memasuki kawasan taman wisata cagar alam. Terletak pada ketinggian 0-75 mdpl dengan luasan wilayahnya 37,7 Ha dengan luas blok pemanfaatan seluas 20 Ha dan secara administratif masuk wilayah Kabupaten Pangandaran.

Tiket masuknya kawasan wisata ini kurang lebih Rp 15.000 weekday dan Rp 20.000 – Rp 25.000 untuk weekend (tiket dapat berubah sewaktu-waktu).

Selain menawarkan wisata cagar alam, destinasi ini juga menyuguhkan keindahan goa yang terdapat di kawasan cagar alam itu sendiri. Terdapat beberapa goa yang terdapat di kawasan ini, yaitu: Goa Parat (Goa Keramat), Goa Miring (Goa Cemped), Goa Sumur Mudal, Goa Lanang, Goa Panggung, Goa Cirengganis, Goa Karang Bolong, dan Goa Jepang.

Selain itu, cagar alam ini pun dapat menjadi point of view untuk Pantai Pasir Putih Pangandaran. Dari puncak cagar alam ini, kita dapat melihat pemandangan indah Pantai Pasir Putih Pangandaran dengan pemandangannya yang luar biasa indah ditambah hamparan pasir putih dan lautan yang biru. Dari sini juga kita dapat melihat kesibukan para wisatawan di Pantai Pasir Putih yang melakukan snorkeling. Juga terdapat pemandangan berbeda dari yang lain, yaitu terdapat pemandangan bangkai kapal yang konon kapal tersebut adalah kapal asing yang sedang beraktivitas mencurigakan (mencuri ikan) di kawasan Pangandaran beberapa waktu lalu kemudian ditenggelamkan oleh menteri Susi. Bangkai kapal ini sekarang menjadi salah satu spot foto menarik bagi para wisatawan.

5. Curug Bojong, si Cantik dengan kombinasi bebatuan yang unik disekitarnya. Cobain deh kesini !

curug bojong pangandaran via https://2.bp.blogspot.com

Curug Bojong merupakan salah satu dari sekian banyak destinasi wisata di Pangandaran yang keindahannya tidak diragukan lagi. Curug ini memiliki daya tarik yang memikat dan mempesona.

Obyek wisata Curug Bojong ini merupakan hutan lindung dengan sungai yang sumber airnya berasal dari mata air yang dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan penduduk setempat. Sesuai dengan namanya, di Curug Bojong terdapat tiga buah air terjun di dalamnya. Selain itu kombinasi bebatuan yang hitam pekat serta susunannya yang acak dan berserakan menjadikan daya tariknya unik dan membuat para wisatawan betah berlama-lama di curug ini.

Dinamakan Curug Bojong karena aliran sungainya berasal dari Kampung Bojong. Perjalanan atau rute menuju destinasi ini terbilang ekstrim dan menantang dengan kombinasi perjalanan khas pegunungan lainnya yang melewati pedesaan, pesawahan, hutan lindung, dan kondisi jalanan yang kurang baik.

Salah satu wisata ekstrim yang dapat dilakukan di Curug Bojong adalah melompat ke air dari bebatuan kokoh di samping air terjun dengan ketinggian sekitar 7 meter. Para wisatawan juga dapat melakukan water tubing disepanjang aliran sungai.

Curug Bojong berlokasi di Dusun Cihandiwung, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Ciamis Selatan, Jawa Barat.

6. Tak hanya Green Canyon, Citumang (Green Valley) pun wajib kamu kunjungi kalo ke Pangandaran

citumang pangandaran via https://www.klikhotel.com

Obyek wisata ini terletak di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Perjalanan menuju lokasi kurang lebih mencapai 15 km dari pusat kota Pangandaran ke arah barat. Atau sekitar 4 km dari jalan raya Pangandaran – Cijulang. Jarak seluruhnya dari kota Ciamis kurang lebih sekitar 95 km. Perjalanan menuju Citumang dapat dicapai dengan kendaraan umum jurusan Cijulang, dilanjutkan dengan kendaraan ojeg kemudian disambung dengan jalan kaki sepanjang kurang lebih 500 m menelusuri tepi sungai dan kebun penduduk setempat.

Citumang merupakan obyek wisata yang sangat menarik dengan daya pikatnya yaitu air sungai yang bening kebiruan membelah hutan jati yang rimbun. Tepian sungai yang terdiri dari ornamen bebatuan padas dengan relung dalam dihiasi relief alam dan aliran sungai yang menembus ke dalam goa menjadikan daya tarik tersendiri untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara. Serta suasana hening dan tenang menyuguhkan suasana yang nyaman ditemani suara satwa hutan yang terdengar jelas, ditambah gemericik air sungai menjadikannya harmoni yang sungguh luar biasa memikat.

Citumang berasal dari legenda tentang seekor buaya buntung, yang bernama Si Tumang. Begitu kuatnya kepercayaan penduduk akan kehadiran buaya buntung tersebut sehingga sampai sekarang meninggalkan nama yang melekat kuat yang dijadikannya nama sungai oleh penduduk setempat. Versi lain kisah Citumang, berasal dari kata "Cai" (Bhs. Sunda = air) yang numpang menjadi Cai Numpang. Berkaitan dengan adalah air sungai bening yang mengalir di bawah tanah. Kata cai numpang ini seiring barjalannya waktu pengucapannya berubah menjadi Citumang.

Tarif untuk body refting di Citumang sendiri adalah kurang lebihnya Rp 75.000 – Rp 80.000/orang. Namun semakin banyak orang di kelompok kita maka semakin banyak juga potongan harga yang didapat. Dan itu telah termasuk pemandu, fotografer, pelampung, dan peralatan safety lainya.

Kedalaman Citumang kurang lebih 2 -12 m. Dengan kedalaman yang berbeda disetiap alirannya. Panjang aliran sungai kurang lebih memakan waktu 30 menit – 1 jam perjalanan menyusuri sungai, tergantung lama tidaknya kalian menikmati permainan air dan mengabadikan foto. 500 m ke arah hulu, dijumpai pesona alam berupa aliran sungai yang masuk ke dalam Goa dan keluar lagi di ke arah hilir. Goa yang dilalui aliran sungai ini diberi nama Goa Taringgul yang kemudian diberikan nama baru sebagai Sanghyang Tikoro (Batara Tenggorokan).

Destinasi wisata Citumang memang tidak lebih terkenal dari pada Green Canyon Pangandaran, namun pesona keindahannya tidak dapat dijabarkan hanya dengan menceritakannya saja. Ya, kalian harus menyambanginya.

Nah, jadi gimana? Sudah mulai gatal untuk segera berlibur ke Pangandaran belum? Terbukti 'kan kalau Pangandaran memang nggak cuma punya pantai saja. 6 destinasi wisata di atas dijamin nggak kalah keren dari pantai nya dan nggak bakal bikin kamu kecewa deh pastinya. Selamat berlibur, ya!