Pernikahan adalah sebuah proses penyatuan dua hati menjadi satu; dua hati yang sebelumnya masih petak umpet, lalu melalui pernikahan, persatuan itu diamini oleh banyak orang. Sehingga, tak perlu lagi ada sembunyi-sembunyi apabila ingin jalan bergandengan bersama pasangan.

Selain proses akad, salah satu bagian dari pernikahan yang tak akan terlupakan ialah proses resepsi. Setiap negara tentu memiliki caranya masing-masing. Begitu pula di Indonesia. Banyak mempelai pasangan yang memilih mengadakan resepsi di halaman rumah, namun tak sedikit pula yang memilih untuk mengadakannya dengan menyewa gedung.

Ada berbagai pendapat mengenai: “Perlukah mengadakan resepsi pernikahan di gedung?” dan berikut adalah rangkuman jawaban mereka:

 

1. Lebih baik resepsi di rumah, karena jelas lebih bersejarah!

“Menurut saya, nggak perlu. Resepsi itu justru bisa dijadikan sebagai sejarah dan pengingat di masa depan kelak. Bagaimana bisa berkesan, kalau tempatnya di gedung, sebuah tempat yang juga dipakai banyak orang lainnya? Tentu, mengadakan resepsi di rumah malah justru akan berkesan.”

– Johan Masrukan, 27 tahun, Desainer Grafis

2. Yang penting bisa pinjam kursi dan tenda RT saja sudah cukup. Nggak perlu lah mewah-mewahan

“Ora perlu, selama isih iso nyilih kursi lan tratag RT”

(Tidak perlu, selama masih bisa meminjam kursi dan tenda milik RT)

– Agus Mulyadi a.k.a Agus Magelangan, 25 tahun, Penulis

3. Tak harus di gedung. Tapi karena halaman rumah kecil, jadi harus di gedung

"Sebenarnya nggak harus di gedung, karena esensinya bukan di lokasi; tapi lebih ke momennya. Tapi kalau aku pribadi, ya sangat perlu resepsi di gedung. Soalnya, rumahku di perumahan. Dan kalau resepsi diadakan di halaman rumah, cuma muat 10 orang saja buat duduk.”

– Bangkit Nuvola, 24 tahun, Pegawai Kemensos RI

4. Kalau halaman rumah cukup lebar, nggak usah di gedung. Buang-buang duit!

dirumah aja

dirumah aja via https://www.google.com

“Menurutku, itu tergantung. Kalau misalnya tempat buat resepsi (biasanya di desaku, di depan rumahnya) kurang lebar atau mengganggu orang mau lewat, maka resepsi perlu diadakan di gedung. Tapi kalau misal di depan rumah bisa, akses jalan nggak terganggu, maka nggak perlu, karena buang duit, dan identik dengan prasmanan yang makannya pada berdiri.”

– Laras Asruri, 20 tahun, Mahasiswi –

5. Lebih baik langsung akad saja, nggak usah resepsi. Daripada harus hutang sana-sini, uang untuk resepsi bisa buat modal usaha!

Menurutku, nggak perlu. Malah lebih baik langsung akad saja, nggak usah resepsi. Tujuan nikah 'kan: kewajiban agama, sah di agama dan negara, kerabat dan teman. Resepsi hanya tambahan. Dan kebanyakan yang aku tanya, "Kenapa resepsi di gedung?’" kebanyakan karena gengsi sama teman dan keluarga, sampai ngutang sana-sini. Pas habis nikah, bingung membayar hutang. Mendingan uangnya buat persiapan sesudah nikah seperti beli rumah, mengontrak rumah atau untuk membuka usaha.”

– Hasbullah, 25 tahun, Pengusaha

6. Kadang memang perlu resepsi di gedung, karena tamunya banyak dan ini acara seumur hidup sekali

Seumur hidup

Seumur hidup via https://www.google.com

“Menurut saya, perlu. Apalagi kalau tamunya banyak. 'Kan di acara nikahan yang datang adalah teman-teman dari berbagai lingkaran pertemanan. Misal seperti teman dari manten cewek, manten cowok, orangtua dan mertua. Kalau di rumah akan kesulitan, karena tempatnya kecil dan susah parkirnya. Lagian, itu acara seumur hidup sekali. Dan kebanyakan yang datang bukan semata-mata untuk pesta, tapi buat menghormati yang punya acara.”

– Ryan Aby, 28 tahun, Internet Marketer

7. Resepsi tidak harus di gedung karena esensi pernikahan adalah ijab kabul, bukan pesta dan hura-huranya

“Kalau dari aku pribadi, aku pengen kalau menikah nanti nggak perlu di gedung. Karena esensi dari pernikahan kan ijab kabulnya itu. Jadi menurutku, kekhidmatan saat ijab kabul itu yang penting.”

– Dahniyar Sri Widyaningrum, 26 tahun, Instruktur Lembaga Kursus Pelayaran

8. Resepsi di manapun, bebas. Intinya, yang penting konsep resepsi matang!

"Resepsi itu nggak harus di gedung. Bisa dilakukan di rumah, tetapi dengan acara yang benar-benar dikonsep matang. Tamu pun juga akan merasa nyaman saat menghadiri acara resepsi tersebut.”

– Mirza Idham Faruq, 24 tahun, Fotografer

9. Tapi kembali lagi, resepsi di gedung itu tergantung punya duit atau nggak. Haha!

yang penting duit

yang penting duit via https://www.google.com

“Resepsi di gedung itu perlu atau tidaknya tergantung punya duit atau nggak. Kalau punya duit banyak dan memang beneran ada, ya silakan resepsi di gedung yang megah. Tapi kalau nggak punya duit dan malah diada-adakan dengan hutang dan lain-lain untuk resepsi, itu yang nggak perlu. Karena mengadakan tasyakuran itu hanya sunnah, untuk meminimalisir fitnah. Pasangan yang akan menikah zaman sekarang itu lebih mikir wedding-nya kok, bukan married-nya. Ketika pesta wedding dibikin meriah, kehidupan married setelah wedding nggak dipikirkan. Pas wedding habis Rp 200 juta, kehidupan married setelah acara wedding malah ngontrak.”

– Ichvan Setiawan, 28 tahun, Internet Marketer

10. Percuma resepsi di gedung, kalau malam pertamanya masih di dalam mobil atau semak-semak :)

Resepsi nggak harus di gedung. Percuma aja resepsi di gedung, kalau malam pertamanya masih di atas motor, di tengah semak, atau di dalam mobil yang bisa goyang-goyang. Sak madyone.”

– Muhamad Noe Fatikh, 22 tahun, Desainer Grafis

 

Lalu, bagaimana menurut kalian? Perlukah mengadakan resepsi pernikahan di gedung?