Seperti lirik lagunya Wali; gajah dipelupuk mata tak tampak, semut di sebrang lautan tampak.  Begitulah watak manusia kebanyakan di era gadget saat ini. Mereka sibuk mengorek-orek kesalahan orang lain, tapi tidak menyadari jika kesalahan diri sendiri lebih gede dari milik orang lain. Apalagi di era gadget seperti ini, dimana semuanya telah berubah menjadi transparan. Setiap gerak-gerik, tingkah laku, tindak-tanduk dengan mudahnya terekspose. Ruang privasi mulai bergeser kian menyempit. Di dalam otak mulai terbentuk pola pikir “yang penting hits”. Padahal jika ditelaah lebih jauh lagi, dikorek lebih dalam lagi, ‘hits’ itu hanya sekedar bonus.

Seperti dalam sebuah perlombaan. Seseorang dituntut untuk bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin, sedangkan untuk urusan juara biarlah nasib dan tangan Tuhan yang berkehendak. Jangan sampai pikiran kita hanya berorientasi dalam mengejar ke’hits’an, tapi lupa mempersiapkan masa depan. Ingat loh, orangtua kita di rumah bukan menanti label ‘hits’ dari kita, melainkan prestasi dan karya yang membanggakan dari kita.

Jika ada teman yang lebih ‘hits’, jangan baper. Setiap manusia telah diciptakan Tuhan dengan seadil-adilnya, sebaik-baiknya, dan secukup-cukupnya. Tidak semua yang berlabel ‘hits’ itu buruk dan tidak semua yang berlabel ‘hits’ itu baik. Semua ada kadar dan porsinya masing-masing. Yuk, kita mulai fokus #MemperbaikiDiri, tentunya demi masa depan yang lebih baik, demi orangtua, demi pasangan hidup, dan demi orang-orang yang kita cinta. Lalu, bagaimana caranya?

1. Jangan memaksakan diri untuk mengejar label hits

No famous via http://majalahouch.com

Kesalahan manusia saat ini adalah terlalu memaksakan kehendak. Kerja keras dan berusaha itu bagus, tapi kalau dengan meninggalkan aspek-aspek kerja keras, tidak melihat bagaimana dampaknya, sama saja kita bertarung tanpa senjata. Berperilakulah sesuai dengan kemampuan kita. Menjadi pribadi yang bersahaja dan rendah hati akan lebih mulia bukan?

2. Abaikan ucapan negatif dari teman

Ingatlah, semakin kamu dijatuhkan di bumi, doa-doamu akan semakin melambung tinggi di langit.

Advertisement

Apapun yang dikatakan teman tidak usah risau. Anggap saja diasedang memperhatikan kita dan menginginkan kita menjadi lebih baik dari itu. Tetap fokuslah memperbaiki diri agar hal-hal baik akan terus memperbaiki kita.

3. Jangan hanya pandai berbual tapi no action

Di sosmed sering pasang caption yang bijaknya mengalahkan para motivator terkemuka di muka bumi ini, tujunnya hanya untuk mengundang banyak like. Pada kenyataannya hidupnya yang sebenarnya tidak sejalan apa yang ditulis di sosmed. Apa tidak malu? Indonesia butuh generasi yang aktif, peka, kritis terhadap segala isu dan permasalahan yang timbul. Jangan sekedar menjadi beban bagi negara, tapi tunjukkan jika kamu juga bisa berkontribusi.

4. Stay positive thinking

stay postive via http://addicted2success.com

Apapun yang terlihat di depan mata berusahalah untuk selalu berpikiran positif. Itu adalah salah satu kunci agar kebaikan selalu menghampiri kita. Kita tahu segala semua yang terjadi pada kita berasal dari mindset kita sendiri. Begitu sebaliknya jika yang kita pikirkan selalu hal-hal buruk, bisa jadi hal-hal buruk tersebut akan benar-benar menimpa kita. Tidak mau kan?

5. Teruslah berbuat baik

Jadi orang baik itu susah, makanya surga itu mahal harganya. Bukan harga sebenarnya, melainkan harga bagaimana kita mendapatkan surag tersebut. Kita harus mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Selain urusan surga dan pahala, kebaikan juga akan membawa kebahagiaan untuk orang-orang disekeliling kita. Bukankah menjadi manusia seutuhnya adalah mereka yang bisa beramanfaat bagi orang lain?

6. Teruslah berkarya

saatnya berkarya via http://4.bp.blogspot.com

Ingat, orang-orang yang kita kasihi bukan menanti label kekinian melekat ke kita,melainkan karya dan prestasi yang mereka nanti.

Semangat #MemperbaikiDiri, kawan. Mari bahagiakan orang-orang yang kita kasihi sesuai dengan kemampuan kita. Salam untuk orang-orang yang selalu kau sebut dalam untaian doa.