”Disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana..”

Sebaris kalimat yang tertera pada halaman depan skripsi tersebut menyiratkan makna bahwa tanpa menyelesaikan skripsi seorang mahasiswa belum bisa mencantumkan gelar kesarjanaan di belakang namanya. Namun sayangnya, skripsi sering dianggap sebagai penghalang bagi kelulusan karena prosesnya yang cukup rumit dan menyita perhatian, mulai dari penentuan judul, pembuatan usulan penelitian, bimbingan dan revisi bab, penelitian hingga sidang skripsi.

Dijadikannya skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan bukanlah tanpa alasan. Ilmu yng selama ini telah diperoleh melalui proses pendidikan di perguruan tinggi sudah seharusnya diimplementasikan dan salah satunya adalah melalui penelitian. Melalui penelitian mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dirinya.

Seharusnya tidaklah perlu menganggap skripsi sebagai momok yang menakutkan karena sejak awal perkuliahanpun kita sudah dibiasakan untuk menulis, baik tugas individu atau kelompok, proposal kegiatan, sampai laporan pratikum. Bedanya skripsi memiliki bobot SKS yang lebih banyak dari rata-rata mata kuliah lainnya yaitu sebanyak 6 SKS. Oleh karena itu, maka diperlukan usaha yang lebih keras untuk mendapatkan hasil akhir yang maksimal pula.

Jika kamu mau menekuni skripsi dengan senang hati maka percayalah kamu akan memperoleh banyak keuntungan, di antaranya adalah pengembangan softskill. Baik hardskill maupun softskill keduanya berkontribusi dalam menentukan kesuksesan seorang sarjana dalam menempuh kehidupan setelah menamatkan studinya diperguruan tinggi.

Jika hardskill lebih berfokus pada pengembangan aspek kognitif dan keahlian menurut disiplin ilmu tertentu maka softskill menekankan pada pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal seseorang yang diperlukan untuk mengoptimalkan kinerjanya di dunia kerja atau pada kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah 7 sofskill yang bisa kamu peroleh secara otomatis dari skripsi ketika kamu mencoba menikmati setiap alurnya:

 

1. Kemandirian

Confident

Confident via http://il6.picdn.net

Disadari atau tidak sekarang kamu mulai merasa jika teman-temanmu mulai berjalan di jalannya masing-masing. Kamu pun menjadi lebih intens berkomunikasi dengan teman yang satu dosen pembimbing denganmu dan merasa lebih cocok dengan mereka yang sepemikiran denganmu.

Bukan masalah tidak care lagi, namun sekarang memang waktunya bagi kamu untuk mampu berinisiatif berusaha dengan lebih keras untuk sesegera mungkin menyelesaikan skripsimu. Skripsi bukanlah tugas kelompok jadi kemandirianmu memang sangat menentukan. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk belajar menentukan arah masa depanmu sendiri, berdiri tegak dengan kaki sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

2. Manajemen Diri

Self Management

Self Management via http://3.bp.blogspot.com

Jika kamu merasa bahwa dirimu masih amburadul tidak jelas di semester bawah, seperti suka menunda-nunda pekerjaan, telat berangkat kuliah, atau bahkan sering telat makan maka mulai sekarang ubahlah semua kebiasaan burukmu itu. Karena terlambat beberapa menit saja kamu bisa melewatkan kesempatan untuk bimbingan.

Ingatlah bahwa dosen pembimbingmu tidak hanya menunggu untuk mengoreksi pekerjaanmu, mereka juga punya setumpuk deadline lain yang tidak kalah pentingnya. Apa lagi jika dosen pembimbingmu adalah dosen senior yang memiliki jam terbang tinggi dan jadwal padat.

Kenalilah dirimu dengan baik dan mulailah untuk menata kembali dirimu. Ketika kita mampu mengelola diri sendiri maka kita akan mampu memimpin dan mengarahkan diri untuk segera mencapai tujuan yang kita impikan.

3. Motivasi

”Sudah berganti judul berkali-kali tetap saja belum di-acc.  Menyebalkan”.

Ingatlah bahwa akan selalu ada tantangan di setiap tahap penyusunan skripsi dan di sinilah mentalmu akan ditempa. Jika kamu tidak memiliki motivasi atau dorongan yang kuat dari dalam diri sendiri maka mustahil bagimu untuk dapat mewujudkan impianmu.

Namun jika kamu sudah berusaha mati-maian dan akhirnya tetap harus sampai pada titik lelahmu, maka cobalah untuk melihat dan mengingat-ingat kembali hal lain yang dapat membakar semangatmu. Sederhana saja, ingatlah pada orang yang selama ini ada di belakangmu dan mendukungmu dengan tulus.

”Apakah kamu tidak ingin melihat senyum kedua orang tuamu terkembang ketika menyaksikan anak kebanggaannya mengenakan toga?”

4. Berpikir Kritis

critical thinking

critical thinking via http://www.killadj.com

Berpikir kritis ternyata dapat melahirkan kreativitas. Mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa harus membudayakan untuk berpikir kristis. Tidak hanya menjadi follower namun juga harus bisa menjadi pelopor bagi perubahan bangsa kearah yang lebih baik. Pemikiran-pemikiran kritis ini dapat dikembangkan pada saat  proses penyusunan skripsi.

Ketika seorang sedang berpikir kritis berarti ia sedang melihat, mendengar, dan merasakan secara lebih mendalam terhadap berbagai fenomena penelitian yang ada sehingga akan nampak masalah secara lebih jelas dan akan mendorongnya untuk mengambil keputusan yang cerdas dalam rangka mengatasi masalah.

Dengan terbiasa berpikir kritis maka akan membantu kita dalam mengasah ketajaman otak. Sehingga akan lebih cepat dalam mengumpulkan dan menganalisa informasi, membuat keputusan penting, atau membuat pemecahan terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari.

5. Fleksibilitas

Orang yang fleksibel adalah orang yang dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan. Skripsi memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi, sehingga kamu dituntut untuk memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi pula. Bisa saja kamu sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing menyuruh untuk ganti topik atau kamu merasa kesimpulan yang diambil sudah benar namun dosen merasa sebaliknya.

Dalam menulis skripsi menyamakan persepsi penulis sendiri dengan persepsi kedua dosen pembimbing bukanlah hal yang mudah bahkan menjadi kendala tersendiri bagi sebagian orang. Maka untuk menjadi luwes terhadap orang lain diperlukan kemampuan mendengar yang baik agar kita bisa melihat suatu permasalahan dari banyak sudut pandang.

Mendapat kritikan terkadang memang menyakitkan tapi jika kita mencoba untuk menerima dengan positif dan terbuka justru kita akan semakin termotivasi untuk membangun dan menyempurnakan hasil karya kita. Karena mendapatkan kritikan dan saran dari orang lain adalah bagian dari pross belajar.

6. Kerjasama

Dalam membuat skripsi kerjasama dengan dosen sangatlah penting. Pastikan kamu memahami tipe dosen pembimbingmu dengan baik karena hubungan yang sehat dengan dosen akan mendukung proses skripsimu. Memilih untuk menghindari dosen karena selalu merasa cemas dan belum siap untuk maju bimbingan justru akan semakin menghambat skripsi.

Sekecil apapun perkembangan skripsimu atau jangan pernah merasa minder untuk mengkomunikasikannya dengan pembimbing karena kerja kerasmu juga akan dilihat. Jangan sungkan untuk bertanya kepada dosen di jurusan atau fakultas lain yang masih memiliki kaitan dengan judul skripsi yang kamu ambil. Tidak ada sesuatu yang bisa kamu kerjakan sendirian dan kamu perlu bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sahabatmu.

Dalam beberapa kesempatan kamu bisa mengandalkan teman baikmu untuk bertukar pikiran, mengingatkan waktu bimbingan, menginput data hasil penelitian, atau bahkan menitip untuk mengeprint naskah.

7. Etika

Dosen adalah sebagai pengganti orangtua di kampus jadi sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menghormatinya. Salah satu softskill yang perlu diasah pada saat menjalani proses skripsi adalah tentang mengetik dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan perantara teknologi komunikasi seperti telepon, email, SMS, WA, dan lainnya.


Hal yang perlu kamu lakukan adalah memperhatikan bagaimana cara dosen pembimbing biasanya dalam berkomunikasi. Misal ada dosen yang harus ditelepon dulu dan ada juga yang hanya menerima SMS sebelum bimbingan.


Kedua perhatikanlah waktu, kapan sebaikanya kamu membuat janji untuk bimbingan, akan lebih baik jika kamu menghubungi dosen saat jam kerja. Yang tidak kalah penting adalah dengan memperhatikan konten dari pesan yang akan kamu kirimkan, gunakanlah bahasa yang sopan, mulailah dengan sapaan, sebutkan identitas diri, tuliskan keperluan dengan singkat dan jelas, ucapkan maaf untuk menunjukkan kerendahan hati, dan terakhir jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.


Skripsi bukanlah sebuah mimpi buruk, namun sebuah proses yang harus kamu tempuh dengan segenap perjuangan. Keberhasilan skripsi tidak hanya milik mereka yang memiliki tingkat intelegensi dan IPK cemerlang karena setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan skripsinya pada waktu yang tepat dan dengan hasil yang maksimal. 


Nikmatilah setiap tahapnya dengan lebih positif karena banyak hal luar biasa yang akan kamu peroleh serta bermanfaat bagi kehidupanmu kelak, saat memasuki perjuangan di kehidupan nyata pasca wisuda.