Iseng membolak balik buku di lemari yang sekaligus menjadi perpustakaan pribadi saya semasa kecil, saya menemukan sebuah buku pelajaran. Masa-masa SD yang pernah kita rasakan dahulu, yang penuh dengan memori klasik nan manis, tentunya saat ini sudah banyak mengalami perubahan. 

Dibandingkan dengan sekarang, semua serba mudah dan lengkap, sedangkan dahulu, serba terbatas. Banyak perubahan yang terjadi dalam pendidikan Indonesia. Dan kamu! Ya, kamu! Alumni SD baheula, pasti inget dengan “artefak-artefak” ini deh. Mari bernostalgia dengan Buku PPKN yuk!

 

1. Pernah Baca Buku Ini? Fix Kamu Anak SD Angkatan Tua!

Cover buku yang membawamu ke jaman 90an

Cover buku yang membawamu ke jaman 90an via http://s.kaskus.id

Jika mengamati desain sampulnya secara sekilas, buku ini lebih tampak seperti buku indoktrinasi politik daripada buku pelajaran. Lihat saja, sampulnya bermotif bendera Indonesia: merah dan putih. Di bagian tengah, lambang burung garuda Pancasila yang ganas tampak ditonjolkan dengan latar belakang sebuah peta kepulauan Indonesia.

2. Kejanggalan Pada Tim Penyusun yang Perlu Kamu Ketahui.

Bagian dalam buku (Tim Penyusun)

Bagian dalam buku (Tim Penyusun) via http://s.kaskus.id

Sekarang kita masuk ke bagian dalam buku. Tim penulisnya berjumlah tujuh orang. Sementara itu, tim penilai berjumlah lebih banyak, yaitu sembilan orang. Tim penilai sepertinya bertugas untuk memeriksa apakah buku ini "layak" atau "tidak". Lalu, setelah diperiksa oleh tim penilai, tibalah giliran tim penyunting yang bekerja.

3. EYD Kata Pengantar yang Tidak Baku

EYD kata pengantar yang tidak baku

EYD kata pengantar yang tidak baku via http://s.kaskus.id

Di bagian Kata Pengantar yang ditulis oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, pada paragraf pertama, berbunyi bahwa

"Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan usaha untuk membekali para siswa dengan budi pekerti luhur, pengetahuan dan kemampuan dasar tentang hubungan antara warga negara dan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara."

Kalimat ini sebenarnya begitu boros kata. Ada banyak penggunaan kata "negara" hanya dalam satu paragraf saja.

4. Daftar Isi Materi yang Akan Mengajarkanmu Menjadi Indonesia Seutuhnya

materi yang mengajarkanmu menjadi Indonesia seutuhnya

materi yang mengajarkanmu menjadi Indonesia seutuhnya via http://s.kaskus.id

Pada bagian Daftar Isi (saya mengambil contoh buku kelas IV) terdapat 15 materi pelajaran. Semua materi pelajaran ini sepertinya dimaksudkan untuk mencetak seseorang agar menjadi warga negara yang baik. 15 materi pelajaran tersebut antara lain: Hidup Serasi, Tenggang Rasa, Percaya Diri, Kebebasan, Hidup Disiplin, Saling Menghormati, Rasa Kemanusiaan, Kepuasan Hati, Tanggung Jawab, Kepentingan Umum, Rasa Keindahan, Rasa Ingin Tahu, Kesiapsiagaan, Kejujuran, dan Ketekunan.

5. Pembelajaran yang Simple dan Mudah Dipahami Tersaji Dalam Buku Sampul Merah Putih Ini

Epilog yang menggambarkan budaya Indonesia

Epilog yang menggambarkan budaya Indonesia via http://4.bp.blogspot.com

Buku PPKn kurikulum 1994 ini lebih sederhana karena diambil dari kehidupan sehari-hari yang dikemas secara ringan. Beda dengan buku PPKn kurikulum terbaru yang sepertinya hanya mengajari peserta didik untuk menghapal teori, materi di buku PPKN lama memiliki fungsi praktis yang bisa langsung diterapkan oleh para peserta didik.

Dalam pelajaran pertama yang berjudul "Hidup serasi," dikisahkan seorang anak kelas IV SD yang bernama Ari.

Ari terbiasa bangun pagi saat mendengar ayam jantan berkokok (sekitar jam 04.00). Setelah merapikan tempat tidurnya, ia pun bergegas shalat Shubuh bersama ayah dan ibunya (tepat di jam 05.00). Selanjutnya, Ari belajar hingga jam 05.45. Kegiatan Ari berikutnya adalah menyapu lantai dan halaman hingga jam 06.00 tepat. Selepas menyapu, Ari membutuhkan waktu lima belas menit untuk mandi dan berpakaian. Jam 06.15, Ari dan keluarganya sarapan bersama dengan menu tumis kacang panjang dan tempe goreng. Lima belas menit kemudian, yaitu tepat di jam 06.30, Ari berangkat sekolah. Tak lupa ia bersalaman dengan ayah dan ibunya.