Hai, teman-teman muda! Mari buka mata untuk menatap lebih jauh.

Buat kalian yang 'sudah terbiasa' hidup secukupnya dan sederhana, apakah kalian ingin tetap begitu-begitu saja? Bukankah kalian juga ingin menikmati hidup dengan mengunjungi destinasi impian, membeli rumah, mencukupi keluarga kecil kalian kelak? Dan untuk kalian yang 'sudah terbiasa' hidup enak berkat orangtua, sampai kapan orangtua kalian hidup di dunia? Sampai kapan usaha yang diturunkan ke kalian akan berhasil? Jika kalian tidak punya kecakapan, toh hancur juga semua kenikmatan itu.

Hidup memang berawal dari mimpi. Tapi realitanya, mimpi saja tidak pernah cukup. Kalian harus mulai mengubah sikap dan tindakan hidup; mulai dari hal-hal berikut.

1. Disiplin waktu. Inilah masalah terbesar, tapi sering terlewatkan

Belajarlah memanajemen waktu, atau kau habis ditelan waktu via https://pixabay.com

Waktu itu bisa diibaratkan sebagai monster. Segeralah belajar memanajemen waktu, sebelum waktu menelanmu habis!

Ingatlah bahwa masa muda tidak berlangsung lama, kawan. Apa yang sudah kalian lakukan dan hasilkan selama ini? Prestasi itu tidak datang dengan instan. Pun mie instan tidak 100% instan, bukan?

Bisa kalian mulai dari hal kecil, lho. Kalau kalian masih suka terlambat atau terburu waktu untuk berangkat ke sekolah, kuliah atau kerja, bagaimana bisa kalian memikirkan hal penting di jangka panjang? Bangunlah lebih awal, rilekskan badan dan pikiran untuk menyambut hal baru. Laksanakan ibadah agar Tuhan menuntunmu sepanjang hari. Usahakan untuk selalu menemukan motivasi di tiap hari, agar semangatmu terus menyala.

Tanamkan kepercayaan dalam diri kalian bahwa keterlambatan adalah tanda kemiskinan diri. Kalian tidak mau menjadi miskin, 'kan?

2. Menabunglah sedini mungkin. Tak akan pernah ada ruginya kalau kalian rajin menabung

Advertisement

Jalan, jajan, hiburan boleh! Tapi tetap sisihkan sebagian untuk tabungan 🙂 via http://i.huffpost.com

Bukankah sejak kecil kita telah diajarkan untuk menyisihkan uang jajang dalam celengan? Ah, semakin dewasa, kebutuhan memang semakin banyak. Tapi, itu tetaplah bukan alasan untuk tidak menabung!

Justru semakin dewasa, seharusnya kita menjadi lebih bijaksana mengendalikan keinginan dan kebutuhan. Kalian harus bisa berpikir dan mempertimbangkan skala prioritas untuk masa depan.

Sekarang ada banyak sarana menabung. Entah menabung dengan cara tradisional (celengan atau disimpan saja), atapun menitipkan tabungan ke bank, koperasi, dan jasa-jasa tabungan menguntungkan lainnya. Kalian bisa browsing saja, sarana menabung apa yang paling bisa mendatangkan keuntungan.

Eits, nggak cuma buat pria karena menjadi calon kepala keluarga lho, ya. Para wanita pun seharusnya bangga jika punya tabungan sendiri. Kalian akan jadi wanita yang dihargai dan dapat apresiasi lebih dari pria [atau (calon) suamimu)] kelak! Tabungan merupakan pembuktian diri bahwa kalian itu mandiri, kuat, punya tujuan hidup, dan tidak materialistis.

Berikut penggalan lagu anak-anak era 90'an yang bisa ingatkan kita tentang arti penting tabungan:

Bang bing bung yuk, kita nabung! Tang ting tung hei, jangan dihitung! Tahu-tahu nanti kita dapat untung

– Lirik lagu Bang Bing Bung oleh Titiek Puspa

3. Bakat itu cuma omong kosong! Segera temukan dan tekuni minatmu sedalam mungkin

The Salt Bae; menjadi pengusaha steak ternama adalah hal yang ditekuni dalam waktu lama via https://static.independent.co.uk

Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Segera temukan dan tekuni minatmu sedalam mungkin.

Saya pribadi pun memegang erat kepercayaan bahwa bakat itu omong kosong. Ya, kalian sebaiknya pun mengimani itu. Yang ada hanyalah minat yang kalian tekuni, kembangkan dan usahakan dengan pantang menyerah.

Berikut ada kutipan yang sangat dalam dari sebuah iklan produk rokok. Kita bisa ikuti anjurannya dengan tetap bijaksana menyikapi produknya 🙂

Bakat itu nggak dikasih, tapi diraih. Lewat derasnya keringat, darah, dan ratusan jam tidur yang terlewat.

Bakat itu cuma omong kosong. Bakat yang sebenarnya adalah saat kita nggak pernah menyerah.

4. Pengalaman adalah guru terbaik. Selagi muda, koleksilah pengalaman dan pengetahuan sebanyak mungkin

Nadiem Makariem; CEO Go-Jek via https://assets.entrepreneur.com

Siapapun orang yang kalian temui, merekalah sumber pengalaman dan pengetahuan baru bagi kalian. Tidak peduli minatmu di bidang apapun, berbagi ide dan cerita dengan orang-orang di sekitar selalu dapat meng-upgrade wawasanmu.

Siapa tahu, dari pengalaman dan pengetahuan itu akan terselip inovasi-inovasi baru olehmu? Tidak tertutup kemungkinan kalian bisa mendulang sukses dengan mengembangkan keusilan kalian itu!

Tanamkanlah jiwa berani berwirausaha yang besar. Bukankah menjadi wirausaha yang sukses lebih membanggakan dan mengasyikkan daripada hanya jadi pegawai? Kalian pun telah ikut berjasa pada negara karena menjadi penyerap tenaga kerja di Indonesia.

Apa kalian tahu dari mana ide awal aplikasi Go-Jek diluncurkan? Ya, dialah Nadiem Makarim, CEO Go-Jek yang mendapat inspirasi usaha dari hasil obrolannya dengan tukang ojek pangkalan!

5. Jangan cuma meluaskan jaringan. Kalian juga harus pandai merawat hubungan pertemanan itu

Menjadi padi yang runduk ketika semakin berisi via http://www.udaku.co.ke

Jumlah yang banyak saja itu tidak cukup! Kalian harus menumbuhkan kedekatan dan kehangatan dengan teman yang telah berhasil kalian dapatkan. 'Mempertahankan jauh lebih sulit daripada mendapatkan' adalah hal yang benar. Tapi, kalau kalian menguasai teknik komunikasi dan sosialisasi yang baik dan benar, kesuksesan itu sudah tersiap di depan mata.

Lebih jauh, ketika kalian sudah berhasil menjadi sukses dan meraih impian, jangan pernah mengabaikan mereka yang telah menjadi teman-temanmu selama ini. Berbagilah! Bukan sebatas materi, kalian pun harus membagikan kisah sukses, motivasi dan kebaikan di antara mereka.

Menularkan hal baik adalah kemuliaan!

Dampak dari perubahan hal-hal di atas mungkin tidak terasa masif dalam jangka waktu dekat. Namun percalayah! Kalian bisa lihat buah yang membanggakan dalam hitungan bulan atau tahun-tahun ke depan.

Mari jadikan generasi muda kita lebih berguna bagi bangsa dan negara 🙂

Apa lagi yang lebih nikmat daripada muda, sukses dan berkarya?