Tuhan telah menskenariokan pertemuanmu dengannya, termasuk kisah yang kemudian tercipta. Dan Tuhan pula yang menggenggam hatimu juga hati dia, termasuk perubahan yang tak diduga-duga. Bila memang akhirnya kalian tak bisa bersama, berarti dia bukan orang yang tepat untukmu, yang artinya kamu harus memulai kisah baru bersama yang lain.

Semoga kamu bisa jatuh cinta pada seseorang yang serius dan mampu memegang komitmen seumur hidup padamu!

1. Nikmati kisahmu dan kelak waktu yang menyembuhkan setiap lukamu

Nikmati hidupmu yang baru via http://google.com

Langit biasanya biru, namun sehari setelah kalian tak lagi bersama langit menjadi kelabu. Semilir angin semestinya sejuk menerpa wajahmu, namun hembusannya tak ubahnya sebagai pengganggu.

Kamu telah lelah, menghela napas beberapa kali seharian ini, berdiri untuk berjalan, kemudian duduk lagi. Dan setelah sekian lama kamu masih saja terdiam, mengenang semua kisah yang ada bersama dia.

Ya Tuhan, kuatkanlah.” Kamu membatin sendiri.

Sembari melangkahkan kaki pelan, kamu mencoba tetap tersenyum dan mengingat-ingat bahwa semua tak lagi sama, bahwa dia bukan lagi milikmu. Sejenak menahan gemuruh dalam dada, masih diam terpaku, menahan agar air matamu tidak menetes. Dari kesunyian malam yang kian menyesakkan dada, kamu mencoba tetap bertahan dalam pikiranmu sendiri. “Sekarang aku harus bagaimana?”

Advertisement

Kamu bingung akan perasaanmu sendiri, tak punya gambaran pasti tentang apa yang akan terjadi. Kembali menghela napas, mengambil jeda sejenak. Maka nikmati kesedihanmu, betapa patah hatimu, seberapa besar kecewamu, karena semua butuh waktu, kelak waktu yang akan menyembuhkan setiap lukamu.

2. Kalian sudah tak bisa bersama dan kamu hanya perlu menerima kenyataannya

Kamu perlu belajar menerima semuanya via http://google.com

Apakah kamu masih saja berpikir bahwa dia sengaja untuk melukai hatimu? Apa yang sebenarnya ingin dia dapatkan?

Dadamu tiba-tiba sesak ketika mengenang wajahnya, apalagi menyebut namanya. Debarnya seperti palu godam yang memukul kencang! Seketika saja matamu basah, meski kamu tahu bahwa dia saja tak peduli padamu. Namun kamu harus kuat! Tuhan pasti sudah menyiapkan kisah yang lebih indah untukmu!

Sekalah air matamu itu, dan tersenyumlah demi masa depan yang tentu akan lebih indah ketika kamu berhasil melepaskannya, melepaskan dia. Beberapa hari sebelum melepaskannya, tentu kamu akan merasa sesak di dada, namun terselip kepercayaan pada Tuhan bahwa kamu bukanlah orang yang paling menderita di dunia. 

Tuhan telah menyiapkan skenario terbaik-Nya. Dan kamu tidak salah pernah merasakan jatuh cinta pada dia, pun dia tak salah jika kemudian mencintai yang lain, namun pada akhirnya kamu hanya perlu menerima, berlapang dada, tanpa perlu merasa kecewa. Bahwa kamu tidak salah, dan kamupun tidak kalah. Saat ini kamu hanya harus menerima semuanya, menerima bahwa seseorang yang kamu cintai itu tak bisa bersamamu.

3. Tapi kamu tidak boleh menyalahkan hujan, tapi berkat hujan ada pelangi yang indah setelahnya

Lihatlah kamu yang baru via http://google.com

Pelan tapi pasti, kembalilah tarik napas panjangmu, berdirilah dengan tegap. Kamu harus kuat, ini jalan yang harus kamu lalui di usiamu saat ini. Sekalah air matamu itu dan melangkahlah menuju masa depan yang penuh tantangan. Tarik napas dalam-dalam dan kumpulkan keberanian untuk memulai hari barumu tanpanya.

Tuhan akan permudahkanmu untuk melupakannya, kalau niatmu benar untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Kata orang, moment setelah hujan itu langka sekali, karena akan muncul sesaat sang pelangi. Setelah hujan berhenti, langitnya bersih, udara menjadi jernih, maka kehadiran pelangi itulah yang harus kamu nikmati. Sama seperti kisahmu saat ini.

Meski banyak mengalami pasang-surut kehidupan dan melelahkan, namun tenang sajalah, karena setelah hujan selalu ada pelangi. Dan kita tidak boleh menyalahkan deras dan lamanya hujan yang turun, karena berkat hujan tersebut ada pelangi indah yang muncul di langit kita.

4. Menikmati kesendirian selagi bisa dan mencoba berdamai dengan setiap keadaan yang ada

Sendiri itu mandiri via http://ayutingting.tv

Suatu ketika kesendirianmu akan mendatangkan rindu dan menyergap lubuk hati, kemudian kenangan muncul tiba-tiba, kenangan bersama dia. Ya, secara mendadak kenangan itu muncul di waktu yang tak kita duga, hinggap diangan sebelum terlelap, disaat tengah melamun, duduk, atau bahkan berjalan di tempat yang pernah kalian lalui bersama.

Maka berhentilah menerawang. Perasaan selalu memaksa kita menebak bagaimana kelanjutan kisah 'seandainya' cerita bersamanya terus berlanjut, kenangan kerap memaksa kita mengenang semuanya demi kebersamaan di masa lalu, lantas kita memilih untuk menenangkannya dengan terdiam dalam sesak rindu.

Padahal dibandingkan perasaan ada satu hal yang perlu diutamakan, itulah logika. Hati tak pernah bisa menebak akan dibawa kearah mana, namun akal selalu bisa dikendalikan. Kita selalu bisa menjadi realistis dan membawa diri bahwa masa lalu adalah masa lalu, dan masa kini masih bisa diperbaiki, demi harapan masa depan yang akan lebih baik lagi.

Menjadi realistis artinya mampu menyampaikan semacam afirmasi pada diri bahwa inilah takdir yang harus kamu jalani. Atas apapun yang kamu rasa saat ini, separah apapun sakitnya, kamu harus memenangkan akalmu. Namun jika memang melelahkan sekali, maka bersabarlah. Demi Tuhan, apa yang tak bisa kamu lakukan selain bersabar? Tidak ada yang lain, bukan?

5. Semua jalan yang kamu lalui adalah untuk membuat hatimu lebih kuat lagi

Hatimu kuat sekali via http://google.com

Untuk beberapa kesempatan kenangan kerap datang, namun meskipun demikian mereka akan pergi lagi karena kenangan hanya akan menyunggingkan senyum sesaat. Sampai kemudian menahanmu dalam logika bahwa kalian sudah tidak bisa bersama. Janganlah menahannya dan jangan pula berharap lebih.

Kamu tak boleh mengharap apapun lagi, bahkan ketika senyum dan tatapan itu pernah benar-benar ada untukmu. Kenyataannya saat ini yang harus kamu sadari, bahwa jika kamu terus-terusan begitu dan berlarut-larut larut dalam rindu, kamu hanya akan dihanyutkan oleh kesedihan.

Apa kamu mau hidup terus begitu? Maka lupakan saja dia. Karena ada janji kehidupan yang lebih baik, jika kamu percaya bahwa sesudah kesulitan selalu ada kemudahan.

6. Janganlah kamu berharap padanya, dia itu bukan siapa-siapa

Kamu kuat, kamu bisa! via http://google.com

Kamu yang paling bertanggung jawab akan perasaanmu sendiri, maka jika kamu masih menggantungkan harapan pada seseorang saat ini, pantas saja perasaanmu tak bisa dikendalikan. Mana bisa kamu hentikan detak jantung yang berdegub bila masih didekat seseorang itu? Mana bisa kamu berhenti memikirkannya, jika kamu masih menyimpan harapan padanya?

Harapan yang kamu tanamkan sekalipun tak mengungkapkan itu salah! Kamu memang menahan semua suara, menahan kode-kode untuk bisa dia tangkap, sementara kamu sendiri masih tersesat dalam pemikiran bahwa kamu dan dia akan berhasil bersama suatu hari nanti.

Padahal itu semua salah, kamu hanya harus merelakan semuanya dan melupakan bahwa kamu akan bersamanya diakhir cerita. Kamu memang harus menanggung resiko pula karena sudah mencintainya, namun bukankah resiko belum tentu bersama di akhir cerita juga ada?

Semua hal tentangnya, jika terus kamu cari tahu, hanya akan merekatkan rasa yang ada. Maka jangan pernah mencari tahu, kepo-stalking apapun di sosial medianya, pun jangan bertanya apapun pada siapapun tentang dia.

Dan ingatlah bahwa takdir yang sudah ditetapkan Tuhan adalah kalian sudah tidak bisa bersama, maka jangan lagi berharap padanya. Kamu kuat di manapun kamu berada saat ini, dan jika suatu hari kamu jatuh cinta lagi pada seseorang yang baru, maka berbahagialah untuk seseorang itu.

Bersyukurlah karena Tuhan sudah memberikan kesempatan untukmu memulai kisahmu yang baru.