Barangkali tidak hanya aku yang menyetujui bahwa pepatah mengatakan " Cinta Pertama Tak Kunjung Sirna " atau kau salah satu orang yang bisa dengan cepat menggelengkan kepala untuk kalimat yang menyinggung itu ? ah, sayang sekali kita berbeda.

Cinta Pertama adalah komitmen pertama yang kau buat serius dengan lawan jenismu, meski mungkin usiamu tak dipercaya bisa menjalani hubungan yang serius pada saat itu karena faktor sekolah, berbagai macam tugas didalamnya, belum lagi rupa-rupa kegiatan ekstrakulikuler yang kau ikuti, namun cinta pertama selalu meninggalkan kesan lebih dalam, meninggalkan rasa lebih dari biasa, meninggalkan kenangan yang darinya kau dapat mencecap cerita lebih legit dari sekedar rasa bolu kukus campur kecap asin

Kemudian setelah semuanya mendadak bisu karena putus menjadi salah satu jalan terbaik untuk hubunganmu, adakah persamaan antara kau dan aku yang dengan tekad kuat ingin melupakan namun lagi-lagi terpenjara dalam kenangan ?

 

1. Menangis

Sebagian perempuan, cara terjitu meluapkan perasaan adalah menangis. Walau hanya diam-diam aku sempat menangisi perpisahan.

" Kamu kenapa putus ? udah dong jangan nangis "

" Ah enggak apapa, Aku ikhlas " Kemudian tersenyum

Ternyata sampai kamar mewek juga tapi ditutupin bantal.

2. Tertawa

Sahabat adalah salah satu tempat pelampiasan. Karena darinya kita bisa mendapatkan kenyamanan yang lain, kenyamanan yang telah hilang dari seseorang. Sahabat akan mengajak kita tertawa, walau dalam keadaan terapuh, menempuh proses panjang dalam rangka melupakannya aku tak ingin selalu terlihat sedih.

" Wah udah move on nih ? "

" Isshhhh.... iya dong "

Padahal, untuk sekedar melupakan aku harus melambaikan tangan berkali-kali pada kamera.Tak Mampuuuuuuuuuuuuu.

3. Sendiri

Selapas apapun tawa kita, waktu mengantarkan kita untuk pulang, untuk kembali menyulam kenangan, untuk menyadari ada sebagian dari perasaan kita yang hilang.

Sehari

dua hari

Seminggu

Sebulan

Aku belajar melupakan, namun selalu gagal.

4. Dikenang

Sekalipun seseorang dihati berganti, aku kerap kali memahami bahwa cinta pertama hanya untuk satu nama. maka dengan tidak akan kusakiti kekasih hatiku meski kerap kali masih berganti, percayalah cinta pertamaku dan dengan segala kisah indah yang dengannya aku sempat ingin amnesia saja saat tak lagi bersama, kali ini aku tak ingin belajar menjadi pelupa, karena jurus ampuh dari segala sakit hati dan kesedihan perpisahan adalah kenangan, maka biarkan ku kenang segala kisah cinta dari pertama hingga mewujud siapa sosok imam sebenarnya, aku kini tak ingin pernah benar-benar lupa, sebab semua kenangan adalah cerita, semua kenangan adalah lukisan yang akan kunasihatkan keelokan serta keburukannya untuk bahan pembelajaran mencapai cinta yang sejahtera, sesungguhnya.

Terimakasih kepada cinta pertama dan semua cinta yang pernah ada.

Biarkan kenangan adalah jalan dari segala.

5. Cinta Baru

Karena cinta pertama belum tentu adalah cinta terakhir yang digariskan Tuhan.

Dengan menerima cinta yang baru, mengenang cinta yang terlewat dengan segudang pelajaran yang dapat diambilnya, percayalah kita akan baik-baik saja, meski sempat mati-matian ingin menjadi pelupa.

Semoga diantara kita menemukan dan menjalani cinta dengan indah, aamiin !!!  CU...