Sudah menjalani hubungan 2 tahun, 4 tahun, 6 tahun bahkan bertahun-tahun lamanya tapi belum juga dilamar? Jangan terlalu cepat mengatakan "dia tidak serius". Karena tidak selamanya pria yang belum melamar tidak ingin menjadikanmu sebagai teman hidupnya, hanya saja ia masih perlu waktu untuk menyiapkan semua agar kamu dapat hidup layak bersamanya.

Berikut adalah 6 hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum menerima lamaran pria lain :

1. Meskipun Dia Belum Berani Memintamu Sebagai Istrinya, Setidaknya Dia Sudah Meminta Izin Kepada Orangtuamu Untuk Menjadi Calon Menantunya.

Itu sudah menunjukan keseriusannya via http://www.digaleri.com

Ketika hubungan sudah berjalan lama, kedekatan pasangan dengan keluarga akan semakin terasa. Meskipun pasanganmu belum berdiskusi langsung menentukan tanggal pernikahan kalian, tetapi dia sudah menunjukan keseriusannya dengan meminta kesediaan orangtuamu untuk mempercayakan dirinya yang sedang berjuang menyiapkan kebutuhan lahir batin putrinya kelak.

2. Tidak Selamanya Orang yang Mengatakan Sayang Akan Kalah Dengan Orang yang Berani Melamar

pikiran dulu via http://www.digaleri.com

Sebelum memutuskan meninggalkan dia yang belum juga melamar, kamu juga harus tau alasan mengapa dia belum juga melamarmu?
Kalau alasannya karena menunggu kakaknya yang belum juga menikah, berilah dia waktu.
Kalau alasannya karena orangtua belum menyetujui, tunjukan kalian mampu.
Kalau alasannya karena mengejar karir dan pendidikan, berikan dia dukungan namun dengan batas waktu.
Kalau alasannya karena menyiapkan modal lahir batin, berjuanglah bersama agar semuanya segera tercapai.

Advertisement

Pikirkan dengan matang sebelum kamu menerima lamaran pria lain, terlebih lagi jika usia hubungan kalian sudah berlangsung lama, karena bukan hal yang mudah melupakan cinta.

Namun, jika alasan pasanganmu terlalu rumit dan seakan tidak ada perjuangan untuk segera mewujudkannya, lebih baik tinggalkan saja karena cinta butuh pembuktian.

3. Jangan Sampai Menyesal Kehilangan Cinta yang Diimpikan Hanya Karena Omongan Orang

jangan terhasut! via http://www.digaleri.com

Usia wanita 23-30 tahun sebenarnya adalah masa yang paling sulit karena di fase itu, wanita seringkali mendapat undangan pernikahan dan orang-orang akan semakin sering bertanya kapan nikah? kapan nyusul? kapan ? kapan ? kapan? Terlebih lagi kamu yang sudah lama menjalani hubungan bersama pasangan.

pacaran udah 3 tahun? lama ya kaya kredit motor?!
pacaran 5 tahun? itu pacaran atau kredit mobil?!
pacaran mah jangan lama-lama, udah kaya kredit rumah aja!!

Rasanya memang pedih ketika mendengar ucapan itu, tetapi kembali ke diri kamu masing-masing. Jika kamu memang sedang berjuang bersama pasangan, tidak perlu termakan omongan orang. Jangan mudah terhasut hingga akhirnya kamu meninggalkan dia dan menerima lamaran pria lain. Akan menguntungkan jika memang dia sedang tidak berjuang untuk mapan, tetapi akan merugikan jika kamu meninggalkan dia yang sedang memperjuangkanmu memiliki kehidupan nanti yang indah bersamanya. Bukan hanya tentang materi, tetapi saat kamu pergi dengan menyakiti hati. Hidup rumah tangga yang kamu impikan itu tidak akan sempurna, bayang-bayang dia akan selalu menghantui diri.

4. Dua Keluarga Sudah Saling Mengenal

sudah akrab via http://www.digaleri.com

Ketika dua keluarga sudah saling mengenal, percayalah peran orangtua akan ada dalam hubungan kalian, orangtua tidak akan membiarkan kalian berpacaran tanpa tujuan. Tanpa kalian sadari mereka juga sedang berusaha menyiapkan semuanya agar semuanya lebih dari harapan. Jika sudah seperti ini, masih tega untuk menyakiti?

5. Bicarakan Semuanya Dari Hati Tanpa Nada Emosi

bicara dengan lembut via http://www.digaleri.com

Wanita yang sedang menanti kepastian diri untuk dinikahi memanglah mudah terbawa emosi, namun untuk membicarakan sebuah rencana pernikahan akan lebih indah jika tanpa amarah. Cukup jelaskan kepada pasanganmu atas keinginanmu itu, yakinlah bahwa hal demikian juga keinginannya. hanya saja kondisi belum berpihak pada kalian.

Untuk sebagian pria, dituntut melamar terus menerus pasti akan membosankan.
Tapi jika pasanganmu menjelaskan dengan penuh keyakinan dan ketenangan, percayalah! dia sedang bekerja keras untukmu.

6. Percayakan, Beri Waktu Dan Biarkan Dia Mengambil Keputusan

percayalah.. via http://www.digaleri.com

Percayalah dia sedang berusaha, mungkin kamu tidak pernah tahu apa saja yang dia lakukan diluar sana untuk bisa mewujudkan impian kalian.

Hargai setiap hal yang dilakukan pasanganmu, karena kamu tidak pernah tahu apa saja yang dia perjuangkan demi untuk tetap bersamamu.

Berikan dia kepercayaan dengan terus mendampinginya memperjuangkan semuanya.
Beri dia waktu untuk membuktikan bahwa dia serius ingin menjadikanmu istri untuk selamanya dan jika waktu itu telah habis, biarkan dia mengambil keputusan.

keputusan untuk menyerah dan merelakanmu dengan yang lain
atau melangkah bersamamu membuka lembaran baru tanpa persiapan yang diharapkan..

Dengan kamu membiarkan dia mengambil keputusan, saat itu kamu akan tahu. apakah dia benar-benar mencintai dan mengharapkanmu menjadi istrinya atau menyerah dan membiarkanmu pergi bersama pria lain. Jika dia menyerah, kamu akan lebih mudah menerima lamaran pria lain tanpa rasa bersalah.