Seorang tetangga berkata “Mas! Kirain siapa, sampai pangling saya. Sekarang brewokan ya, kayak Teuku Wisnu”. Bingung sekaligus tersanjung, terkadang julukan yang sedikit negatif justru disampaikan kepada kami pria yang mencoba menumbuhkan dan merawat bulu-bulu halus di wajah alias brewok. Maklum, mungkin hormon yang mendukung atau memang keturunan dari keluarga. Yah, beginilah nasib pria berkumis/berjenggot. Kami hanya mencoba tampil lebih dewasa dan terlihat “macho” di depan kaum hawa.

Julukan-julukan atau panggilan akrab lain yang sudah sering didengar para pria brewok cukup beragam. Mungkin beberapa di bawah ini adalah diantaranya:

 

1. Teroris

Saya bukan teroris lho!

Saya bukan teroris lho! via http://www.channel4.com

Kenapa ya orang brewok diidentikkan dengan teroris? Apakah semua pelaku teror berpenampilan seperti itu? Tidak juga, coba lihat kejadian bom di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Sang pelaku teror justru tidak memelihara kumis dan jenggot sama sekali. Jadi asumsi ini tampaknya kurang tepat.

2. Ustadz

Pak ustadz tetep ganteng dengan/tanpa brewok

Pak ustadz tetep ganteng dengan/tanpa brewok via http://popularbeardstyles.com

Assalamualaikum, Pak ustadz. Wuih jenggotnya panjang bener nih kayak teroris! :-P

Bagi pria, memelihara jenggot disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Syukur deh kalo orang yang berjenggot indentik dengan orang yang taat beragama. Tapi banyak juga kok Ustadz tanpa brewok. Asalkan komentarnya yang positif ya. Jika memang sulit menumbuhkan kumis/jenggot bukan berarti kita tidak menjalankan perintah agama kok. Yang penting berdoa, usaha dan ikhtiar saja, siapa tau tiba-tiba tumbuh jenggot.

3. Pak Kumis

Bang bewok bersama ananda tercinta

Bang bewok bersama ananda tercinta via http://redhatmandan.wordpress.com

Mau kemana, Pak kumis? Pasti yang ini sudah sering dengar. Padahal yang dipanggil baru berusia 17 tahun. Wajar sih, tumbuhnya bulu-bulu halus kan memang gejala biologis masa puber, bahkan ada juga wanita yang berkumis. Tumbuhnya kumis menandakan kita telah dewasa, dan bapak-bapak di Indonesia biasanya berkumis agar terlihat lebih wibawa dan tegas. Panggilan "Pak kumis" juga nge-trend di kalangan penjual Bakso dan Mie ayam. Pasti mereka lebih terkenal dengan sapaan itu dan menjadikan dagangannya laku keras.

4. Dukun

Ada mbah dukun!

Ada mbah dukun! via http://showbiz.liputan6.com

Ada-ada saja memang, mungkin bagi mereka yang masih sering mengunjungi tempat praktek dukun bisa mengamati apakah sang dukun memang berjenggot atau hanya menggunakan jenggot palsu sebagai penyamaran. Hhhmmm, sedikit identik memang jika melihat penampilan si seram Limbad. Namun ia bukan seorang dukun melainkan Pesulap.

5. Perampok

Rampok di film Spongebob

Rampok di film Spongebob via http://www.bostonglobe.com

Yang satu ini unik namun aneh. Biasanya rampok menutupi wajahnya ketika beraksi, mungkin harus disurvey dahulu, dari 10 perampok ada berapa yang brewokan. Hal ini mungkin menjadi identik karena sinetron/film. Ada benarnya juga sih, jika sang perampok rajin ke tukang cukur untuk membentuk kumis/jenggotnya, bisa ketahuan dong idenitasnya hehehe. Lalu bagaimana dengan perompak? Apakah mereka juga berewokan?

**

Sekali lagi, kami hanya mencoba hadir dengan tampilan lebih tampan dan manly. Suka atau tidak, memelihara kumis dan jenggot sudah menjadi hal yang alamiah bagi pria dewasa. Jadi jangan panggil kami dengan julukan yang negatif ya, mirip David Beckham lah minimal. Untuk kaum wanita yang sedang menyapu, harus bersih ya hingga tuntas, jika tidak nanti dapat suami yang brewokan lho.