Yang namanya hubungan dengan lawan jenis yang konteksnya pacaran, tunangan atau nikahan pun pasti bisa kandas di tengah jalan. Rasa bosan, ketidakcocokan atau hal-hal lain seperti hadirnya orang ketiga adalah beberapa penyebab kandasnya hubungan. Jika harus berpisah, kita juga harus siap memiliki sesorang yang dinamakan mantan, entah itu mantan pacar atau mantan suami atau istri.

Status mantan yang melekat pada masing-masing individu ini kebanyakan menjadi hal yang menyebalkan. Pasalnya jika sudah menyandang status mantan, ada suatu aroma-aroma tidak sehat seperti saling panas-panasan tentang siapa yang memperoleh pengganti duluan, saling ejek pribadi sang mantan dan masih banyak lagi.

Memang sih, hal-hal seperti itu bisa dibilang hal yang wajar, karena mungkin sebenarnya kita masih memiliki asa bersama sang mantan tersebut. Namun sejatinya kita bisa kok untuk menjalin status mantan tersebut dengan tidak menjadi nyebelin. Nih, contohnya dengan melakukan hal-hal ini:

1. Buang jauh-jauh deh itu rasa cemburu

buang rasa cemburu via http://wakaf.daaruttauhiid.org

Meskipun kita sudah berpisah, namun rasa sayang mungkin masih tetap tersisa. Hal-hal yang dulu pernah dilakukan bersama pastinya tidak mudah untuk dilupakan begitu saja, bukan? Hal ini menimbulkan rasa cemburu yang mendalam jika ternyata si mantan sudah mendapatkan penggantinya.

Walaupun rasa cemburu itu wajar, namun alangkah baiknya untuk membuang jauh-jauh rasa cemburu tersebut. Pasalnya rasa cemburu tersebut adalah awal dari kelakuan-kelakuan nyebelin kita terhadap mantan kita. Nantinya kita akan melakukan hal-hal yang membuat mantan kita dan orang-orang sekitar kita merasa risih akan hadirnya kita. Dih!

2. Kamu berstatus “mantan” karena kesalahanmu? Sudah deh, stop menyalahkan diri sendiri melulu

Advertisement

Terkadang kita harus memutuskan si doi karena berbagai alasan. Dan sebagai manusia pastinya kita terkadang merasa bersalah, merasa berdosa karena kita telah mengakhiri hubungan dengan si doi. Rasa bersalah ini juga harus kita tinggalkan. Segala keputusan itu ada konsekuensinya. Jika tidak ingin merasa bersalah, mengapa kita dulu menginginkan berpisah?

Lagipula, rasa bersalah kita akan menggangu si doi yang kini telah menjadi mantan kita juga. Kerap kali rasa bersalah kita diartikan oleh sang mantan sebagai kode bahwa suatu saat bisa balikan lagi. Dan mengakibatkan sang mantan sulit untuk move on dari kita.

Maka mulai dari sekarang buang rasa bersalah itu. Cukup jelaskan pada dirinya bahwa kita tidak dapat melanjutkan hubungan ini beserta alasan-alasan yang logis. Toh seiring berjalanya waktu, dia pasti akan menerima keputusan kita.

3. Kalau sudah jadi mantan lalu umbar semua busuk-aib-kejelakannya? Ih, norak deh.

Ada kalanya kita pada posisi di mana kita yang diputusin. Rasa kesal, marah dan juga galau yang nggak ketulungan membuat kita benci kepada sang mantan. Mantan yang dulu sering kita puji-puji pun bisa mendadak kita caci maki dan kita buka aibnya ke se-antero dunia.

Nggak perlu ditanya lagi, jika kita melakukan hal ini, kita pasti akan menjadi mantan yang menyebalkan dan bakalan di cap: norak! Dan efek dari ini adalah sang mantan biasanya akan mencoba membalas dendam. Ingat lho, bukan hanya kita yang punya aib sang mantan, mantan juga punya aib tentang kita.

Sudahi sajalah membuka aib mantan ini. Selain tidak berakibat menyenangkan bagi kita, ini justru membuat orang-orang sekitar illfeel terhadap kita.

4. Nggak usah sok menyemangati untuk cepat cari pengganti, ya

Setelah kita putus, kebanyakan dari kita biasanya akan menyemangati mantan agar cepat-cepat mendapat pengganti yang terbaik. Tapi sadarkah kita bahwa tindakan itu sangat menyebalkan?

Beberapa orang akan merasa direndahkan dengan obrolan-obrolan atau pertanyaan tentang pengganti seperti, "Semoga kamu diberi pengganti yang lebih bisa nerima kamu," atau "Sudah dapat pengganti nih?"

Hal ini disebabkan karena sebagian orang mengganggap cepatnya mendapat pengganti bukti lemahnya cinta. Jadi, jika kita berbicara tentang pengganti kita di hatinya mantan, sama saja kita menggangap mantan kita cintanya lemah.

5. Nothing’s impossible; berdamailah dengan mantan kamu!

Berdamai dengan mantan sejatinya adalah move on yang paling hakiki. Meski terkadang perpisahan kita diwarnai dengan hal-hal yang menyakitkan. Namun berdamai dengan mantan adalah satu langkah utama agar kita tidak menjadi mantan yang menyebalkan.

Dalam cinta, sebenarnya tidak ada yang disakiti dan menyakiti. Semuanya berburu kesenangan masing-masing. Toh yang namanya manusia pasti pernah jatuh cinta dan cintanya jatuh. Jadi, sudahilah pertengkaran-pertengkaran yang tidak perlu bersama mantan.

Mulailah memaafkan segala kesalahanya, berpikirlah positif dan terus membangun masa depan diri sendiri.

Selamat mencoba!