Menggoda memang melihat kisah-kisah plesir. Apalagi kebanyakan sudah disensor jadi yang muncul mungkin hanya yang cantik cantik saja. Awan Putih. Laut Biru. Gunung berlapis lapis. Mungkin juga supaya nggak kapok untuk terus plesiran. Seperti saya, sesungguhnya tidak ada kata nggak asik buat plesiran, seapes-apesnya, minimal melatih kesabaran. Dan buat saya selalu: ya dibawa asik saja!

Plesir pulang kampung kali ini ditutup trip luar biasa: Puncak Lawang! Membawa dua warga senior alias nenek-nenek, nyaris tak sampai ke dunia atas awan ini. Kekerasan kepala membawa grup plesir ke 5 lokasi suka-suka:

Puncak Lawang - Jam Gadang - Rumah Bung Hatta - Sate Mak Syukur - Istana Pagaruyung

 

1. Puncak Lawang

dok/pribadi

dok/pribadi via http://2.bp.blogspot.com

Satu jam perjalanan dari Bukit Tinggi, TKP ini nyaris tak terjelajahi lantaran dua nenek yang kita angkut dalam plesir preman kali ini nyaris jantungan sepanjangan perjalanan mendaki menuju lokasi walapun ngadem dan duduk manis dalam mobil, dan berkali-kali mengucap: sudahlah sampai di sini saja, haduh tinggi betul.

Haduh, di sini juga cakep kalau mau foto. Onde mande! Worth the stubborness, Puncak Lawang tadinya jadi alternatif karena nggak kesampaian berkunjung ke Danau Maninjau. Ternyata! It is breathtaking view! Cuma sempat mencicipi flying fox dan segelas es tebu yang luar biasa nikmatnya.

Definitely must revisit untuk coba Paralayang! Kalian harus cobain untuk berkunjung ke sini, guys. Mungkin nggak usah ajak oma-oma biar nggak bikin orang tua jantungan. Dosa! Hahaha

2. Jam Gadang

Nggak afdol-lah sampai Bukittinggi nggak menjejakan kaki di pelataran Jam Gadang!

Tantangannya justru mengambil pose yang anti mainstream! Angin sepoi-sepoi semilir, meliukkan batang-batang pohon yang ada area Jam Gadang. Sayang, sekarang kita sudah nggak bisa naik ke atas Jam Gadang untuk bisa lihat view seputar Kota Bukittinggi.

Paling asik sampai sini sore menjelang Maghrib. Diawali dengan lukis hena di jemari, dihabiskan dengan mengangin-anginkan si lukisan sambil berselonjor kaki di bawah Jam gadang. Asyik bener!

3. Rumah Bung Hatta

https://www.instagram.com/citraauliabunda

https://www.instagram.com/citraauliabunda via https://www.instagram.com

Ini cocok banget buat kalian pecinta tempat historis. Ya, seperti kami (saya) penggila museum dan tempat-tempat historical. Agak payah kalau mengharapkan oleh-oleh karena wisata belanja nggak pernah mampir di kamus jalan-jalan kami (saya). Pun, kesenangan saya di plesir ini adalah saat mengunjungi rumah Bung Hatta di Mandiangin. Apik, resik, terjaga baik! Mencoba rute berjalan kaki dari pelataran Jam Gadang melintasi lorong seru di Pasar Atas Bukit Tinggi dan menaklukan Janjang Ampe Puluh, and it turns to be so not 40 stairs. Hahaha. GoodnessWe love it so much!

4. Sate Mak Syukur

Serius. Setelah terpaksa melewati jam makan siang di lokasi ini dalam perjalanan menuju Padang Panjang akibat jadwal sarapan ketupat sayur gulai paku yang terlalu rapat, dan mendapati tulisan: SATE HABIS, pada 2nd attempt on our way back to Padang, seketika jantung ini melorot. Kecewa!

Eits, tunggu dulu. Ternyata itu cara mereka mengantisipasi antrean paska Jumatan. Hahaha. Tim sate rupanya tutup untuk berjumatan. Alhamdulillah. Sepiring sate padang legendaris seharga 30 ribu rupiah dilengkapi kerupuk kulit raksasa, mengobati kepenasaran yang dibawa dari Jakarta.

Konon saat antrian tamu memanjang, tambah pun tak boleh. Tambuah ciek? No way

5. Istana Paguruyung

Ah, Istana Paguruyung selama ini cuma dipandang-pandang lewat posting kece mereka yang bersunting. Tak keberatan untuk membayar lebih supaya destinasi ini terpelihara dan terawat baik. Naik sampai bubungan atap, seperti membawa saya ke lamunan masa silam di mana Bundo Kandung menatap tanah ini dari peraduannya. Ciee.

Yang mengherankan, sewa baju cantik lengkap dengan sunting ini hanya 35 ribu rupiah, sepuasnya! Asal tahan berkeringat, bolehlah pakai sepanjang hari. Hehehe. Awesome architecture!

Saya menikmati setiap detil Istana Pagaruyung. Sayang, maskot ala-ala yang seliweran di pelataran istana buat saya justru mengganggu kecantikan di sini. Apart from it, saya menikmati setiap detilnya!