Introvert dan ekstrovert tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat umum, apalagi remaja-remaja yang suka dengan sesuatu yang berbau Psikologi. Yup, mereka adalah salah satu dari konsep kepribadian milik Carl Gustav Jung dimana definisi dari introvert sendiri yaitu seseorang yang nyaman sendiri, lebih suka membagikan ide dan pemikirannya ke tulisan dibanding berbicara, orang introvert juga cenderung menjadi pendengar yang baik, karena ia kurang senang bercerita. Ia juga tipikal yang memikirkan perkataanya sebelum berbicara.

Berkebalikan dengan Introvert, tipe kepribadian ekstrovert ada pribadi yang ceria, penuh percaya diri, menyukai interaksi kelompok dibandingkan interaksi satu lawan satu, menyukai aktivitas yang melibatkan dirinya sebagai pusat perhatian, seperti bercerita dan juga mudah menyampaikan ide dan pemikirannya lewat lisan.

Tetapi, Tetap pada dasarnya setiap individu memiliki kapasitas untuk kedua sikap tersebut, tetapi tetap hanya satu yang dominan dan sadar dalam kepribadian masing-masing individu.

Nah ini nih tips buat kalian para "Ekstrovert" kalau punya temen, sahabat, saudara, dan orang-orang di sekeliling kalian yang "Introvert" biar hubungan kalian ngga salah paham dan langgeng terus.

 

1. Peka dong!

Iya, memang terkadang orang ekstrovert terlalu fokus dengan dirinya sendiri sehingga lupa akan orang lain. Guys, kita tuh harus sering-sering memikirkan orang lain dari sudut pandang mereka juga, misalnya aja ya kamu lagi duduk berdua sama temen mu yang introvert, terus kamu nyerocos cerita terus, sampe berjam-jam gitu. Nggak kebayang kan gimana rasanya temen kita itu yang dengerin? coba sesekali tanyakan juga tentang dirinya. cobalah bergantian, kita berperan menjadi pendengar yang baik buat mereka. Kalau interaksinya saling bertimbal balik kan lebih menyenangkan. Mereka sebenernya juga suka kok kalau ditanyai mengenai diri mereka.

2. Jangan berbicara dulu baru berpikir!

JANGAN! hal ini merupakan kebiasaan buruk alam bawah sadar kebanyakan orang ekstrovert. Guys,inget ngga semua orang sama seperti kita, mentang-mentang kita habis dapet cerita seru dari pengalaman pribadi salah satu temen kita yang introvert, kita langsung dengan semangat'45 membeberkan cerita tersebut ke temen-temen yang lain. Padahal ia hanya bercerita ke kita karena dia memberikan kepercayaanya, Jarang lho orang introvet mau bercerita tentang dirinya ke orang lain, terus tiba-tiba ceritanya itu kesebar kemana-mana karena kita. Rata-rata orang introvet itu nggak suka jadi pusat perhatian, Tapi karena kita sudah menceritakan cerita nya ke teman-teman yang lain, tiba-tiba seluruh mata tertuju padanya. Meskipun itu misalnya cerita baik, namun jika ia sudah memberitahu atau sepertinya ia berharap kita "peka" dan tidak ingin ceritanya disevar luaskan. Tentunya, Kita harus menjaga amanah dan kepercayaanyya ke kita, ya kan?

3. Pandai-pandai mengidentifikasi

Maksudnya? Jadi gini nih maksudnya. Kalau kita pandai membaca situasi, mengidentifikasi suasana, kalian pasti bisa mengendalikannya. Jadi kita kudu pinter-pinter menganalisa mana sih temen kita yang introvet dan ekstrovert. Jadi, kita bisa menperlakukan mereka sebagaimana yang diharapkan mereka, dari sudut pandang mereka, supaya apa yang kita maksudkan tidak sampai salah tangkap apalagi di salah pahami oleh mereka. Mungkin ketika kebiasaan kita yang suka ceplas ceplos dan tiba-tiba secara tak sadar, kita membeberkan salah satu cerita dari teman kita yng introvert ke khalayak umum yang "mungkin" bagi kita itu hal biasa dan "lucu" sebagai bahan candaan. Namun apa yang dipirkan orang introvert ngga seserdehana pemikiran kita, dan bisa saja malah lawakan itu menyinggung perasaan mereka, atau membuat mereka jadi kepikiran.

4. Luluhkan hatinya

Iyap, ketika tiba-tiba ia marah pada kita, tidak mungkin ia marah tanpa alasan, coba ingat-ingat sikap kita kepadanya apakah ada yang secara tak sadar mennyinggung hatinya, karena ketika kita tanya pada si introvet pastinya ia tak mau menjawab mengapa ia marah pada kita. Jadi kita harus menyadarinya terlebih dahulu, lalu minta maaf-lah padanya. Orang introvet yang benar-benar menyayangi kita pasti akan segera memaafkan, ketika kita dengan tulus berkata maaf dan menyesal atas tindakan yang kita perbuat, karena sebenarnya ia hanya ingin dipahami, tanpa menyatakan perasaan yang mengganjal di hatinya.

5. Jangan memaksanya

Jangan memaksanya untuk bercerita ya guys, karena si introvet akan bercerita jika ia merasa nyaman sama kita, jadi pertama-tama buat dia nyaman sama kita dulu, tunjukkan kalau kita ini dapat dipercaya, meskipun kita jejali pertanyaan sebejibun gimanapun,i dia tetap akan bungkam. Meski kita sudah memancing duluan dengan bercerita rahasia kita, jika ia merasa masih belum dapat mempercayai kita, maka ia tidak akan berbicara mengenai dirinya.