Kata orang, belajar itu tidak pernah mengenal batas usia. Selama kamu masih hidup dan punya akal sehat, terus belajar adalah sesuatu yang akan membuatmu jadi pribadi yang lebih baik. Bukan belajar di sekolah maksudnya. Tetapi mempelajari hal-hal lain yang tak kamu dapatkan di bangku sekolah. Misalnya saja, belajar dari pengalaman hidup atau belajar memahami orang lain di sekitarmu.

Nyatanya dengan semakin banyak tahu bukan jaminan bagimu untuk hidup makin bahagia. Sehingga kalimat “terkadang menjadi tak tahu itu sungguh menenangkan” menjadi benar adanya. 

Hal-hal seperti apa saja yang membuat ketidaktahuanmu itu jadi menenangkan?

 

1. Sesungguhnya Semakin Banyak yang Kamu Tahu, Maka Semakin Banyak yang Kamu Tidak Tahu

Ada rasa penasaran yang terusik ketika mulai mengenal sesuatu.

Ada rasa penasaran yang terusik ketika mulai mengenal sesuatu. via http://Dailymail.co.uk

Kamu bisa menganalogikannya seperti ini :

Suatu ketika kamu melihat lawan jenis di tempat umum. Dia begitu kece dan membuat hatimu jadi berbunga-bunga walau kamu belum mengenalnya. Karena kamu tak mengenalnya, kamu jadi tidak memikirkan di mana ia tinggal, apakah dia sudah punya pacar atau belum, dan lain sebagainya.

Nah, akan lain ceritanya kalau kamu memberanikan diri untuk berkenalan dengannya. Oh, ternyata keramahannya membuat rasa ingin tahumu jadi makin bertambah. Setelah dia menyebutkan namanya, kamu tertarik untuk mengenal dia lebih jauh. Sedang apa dia di tempat itu, di mana rumahnya, berapa pin BBM-nya, sudahkah dia punya pacar atau belum.

So, terbukti kan sekarang?

Semakin banyak yang kamu tahu, maka semakin banyak yang kamu tidak tahu.

2. Damai di Hatimu Ketika Tak Tahu Kalau Dia yang Kau Cinta Perlahan-lahan Makin Jauh

Lantas bagaimana waktu yang sudah kamu korbankan karena LDR gagal?

Lantas bagaimana waktu yang sudah kamu korbankan karena LDR gagal? via http://Ilovemylsi.com

Ada sepotong hatimu yang sudah ia curi. Walau terpisah jarak dan waktu karena dia bersekolah di benua yang lain, kamu setia menunggunya. Apa yang kamu dapatkan setelah itu?

Hanya komunikasi yang merenggang karena kesibukan. Kendati kamu berusaha menghubunginya, tidak ada lagi obrolan hangat yang tersisa dari percakapan kalian. Bila tahu begini mungkin kamu akan memilih untuk tak dekat dengannya sejak awal. Ya sudahlah tak perlu kau sesali.

Dia memang tak pernah jujur kalau dia akan “benar-benar meninggalkanmu”, tetapi perubahan tingkah lakunya sudah cukup jadi pertanda bagimu. Hadapi saja ! meski kejujuran dalam diam itu hanya menyakitkan. Lho, kok malah jadi pelacur (pelan-pelan curhat)?

3. Bila Kamu Tak Paham Kalau Dia yang Kau Cinta Sedang Berkhianat

Karena kejujuran, cinta dan benci tipis batasnya.

Karena kejujuran, cinta dan benci tipis batasnya. via http://Therapia.net.au

Begitu banyak alasan yang mendasari perubahan hati seseorang. Sekarang dia sayang kamu, tetapi 5 menit lagi siapa yang tahu. Bisa saja dia masih setia mengirimi kamu kata-kata romantis, padahal di belakangmu ia main hati dengan yang lain.

Ini bukan soal menakut-nakuti, sebab kenyataannya memang banyak yang seperti itu. Jadi manakah yang akan kamu pilih, berbahagia dalam kepura-puraan atau hati yang hancur lebih dari berkeping-keping karena tahu dia sudah mengkhianati?

4. Karena Kebohongan yang Terselubung Secara Paripurna Membuat Sanubarimu Diselimuti Ketenangan

Berikan senyum paling anggun menggelora pada mereka yang tebal muka.

Berikan senyum paling anggun menggelora pada mereka yang tebal muka. via http://Scoopempire.com

Keindahan semu itu meliputi kebohongan yang terselubung. Ada yang perang dingin dengan rekan kerja, atau sibuk mempermanis citra diri di hadapan orang lain. Ketika kamu menghadapi orang-orang seperti itu, mungkin kamu sering bingung dalam menentukan sikap. Haruskah kamu melakukan sarkasme atau pura-pura tak tahu saja saat menghadapinya?

Lakukan hal yang paling sopan dan elegan menurut dirimu sendiri. Selama mereka yang menutup-nutupi kebohongan tidak merugikan kamu, bukankah kamu pun tak patut mengusik aksi mereka?

5. Ketidaktahuan Tentang Takdirmu di Masa Depan Membuatmu Jadi Lebih Pasrah Namun Tetap Telaten Berjuang

Duhai manusia, masa depan itu Tuhan yang mengaturnya.

Duhai manusia, masa depan itu Tuhan yang mengaturnya. via http://Thequotepedia.com

Mana ada orang yang tahu masa depannya akan jadi seperti apa. Hari ini, kamu berdiri di tempatmu yang sekarang karena tempaan hidup yang sudah kamu alami seumur hidupmu. Mungkin suatu waktu kamu pernah menolak kesempatan emas yang akhirnya membuat banyak orang terheran-heran.

Kamu tidak akan tahu bagaimana takdirmu di masa depan. Tulisan takdir dari karya Yang Maha Cinta akan indah pada waktunya. Kamu memang tidak pernah meminta yang terbaik, namun Dia akan memberikan yang paling baik untukmu.

6. Ketika Kamu Tak Tahu Kalau Banyak Orang yang Menggunjingkanmu, Langkahmu Akan Tetap Tegap dan Mantap

Hidupmu itu ya kamu sendiri yang punya, bukan orang lain.

Hidupmu itu ya kamu sendiri yang punya, bukan orang lain. via http://Mnabholz.wordpress.com

Apa masih zaman baper karena anggapan orang lain?

Hello! orang lain bukan orang yang kasih kamu makan lho. Kamu hidup karena kebutuhanmu dan prinsipmu sendiri. Sungguh bahagia kalau kamu tidak tahu bahwa di belakangmu, mereka yang tampak bermulut manis malah membicarakan hal-hal aneh tentangmu.

Jika ternyata kamu keburu mengetahuinya, anggap saja mereka memang salah satu penggemar rahasiamu. Mereka membicarakanmu di belakang, karena sejatinya posisi mereka memang tertinggal di belakangmu.

7. Meski Tak Tahu Itu Memberikan Ketenangan Untukmu, Kejujuran dan Fakta Tetaplah Junjungan Nomor Satu

Suatu saat dia yang kau beri kejujuran akan berterimakasih.

Suatu saat dia yang kau beri kejujuran akan berterimakasih. via http://Wordbypicture.com

Banyak sekali hal yang bisa kamu pelajari dari kejujuran yang pahit dan menampar perasaanmu. Bahwa ternyata hidup itu tidak semulus paha anggota girlband Korea. Hidup itu seperti halnya tambang. Hal-hal baik dan buruk terpilin menjadi satu membentuk alur kehidupanmu.

Coba bayangkan kalau tidak ada peran-peran antagonis di dalam sinetron, apakah kamu mau nonton sinetron yang tidak berdinamika dan isinya orang baik semua?

Kamu memang seorang pemeran panggung sandiwara dunia dengan tokoh “bulat”. Kadang-kadang kamu teraniaya, atau kadang kamu secara tak langsung yang menyakiti hati orang lain. Apapun bentuknya, kejujuran itu begitu berharga. Dari kejujuran, kamu pasti belajar kalau kehidupanmu tak selalu dipenuhi hal-hal baik. Ternyata kamulah yang harus belajar menjadi orang baik, walaupun seringkali merasa kecewa atau tak berdaya.

 

Kejujuran sudah pasti jauh lebih berharga daripada ketidaktahuan yang seringkali menenangkan hatimu. Anggap saja ketidaktahuan itu bonus untuk membuat hatimu nyaman. Kalau nanti ketidaktahuan berubah jadi kejujuran pahit, saat itulah Sang Pencipta ingin kamu belajar hal-hal baru.