Berpikir sebelum berbicara, sebuah kata yang saat ini harusnya ada di benak kita. Berbagai kasus yang terjadi akibat cara berbicara kita di media sosial yang bisa menjerumuskan kita ke dalam ranah hukum Indonesia. Yang kita tahu, banyak dari berbagai kasus terjadi akibat penyalahgunaan kita di media sosial. Entah tentang konten/tulisan yang terlihat sekali menjelekkan nama baik orang lain dan yang lebih parah lagi, ketika terdapat sebuah tulisan yang tidak bisa dijamin kebenarannya. Namun jangan khawatir, saat ini saya ingin membagikan tips terkait cara komunikasi kita di media sosial agar kita terhindar dari penyebar berita bohong (fake news/hoax). 

1. Baca dahulu beritanya

Bayi sedang membaca via http://digilib.mercubuana.ac.id

Ada orang, yang saat mendapatkan sebuah info/status dari pemberitaan media, jangankan mengerti masalah di dalam tulisan tersebut, tapi ia langsung share aja apa yang didapat. Padahal, jika ditanya mengenai tulisan/berita tersebut mereka belum tentu paham ''apa'' isi dari tulisan tersebut. Jadi, lebih baik dibaca dahulu dan pahami maksud dari pemberitaan/tulisan tersebut. 

2. Sebelum share, analisis terlebih dahulu beritanya

Yups jangan sekadar membaca, penting bagi kita untuk paham apa isi dari pemberitaan tersebut. Nah, saat menganalisis ini kita juga harus tahu kebenaran dari berita tersebut. Ada satu solusi yang terbaik, yang saya dapatkan saat saya belajar literasi media, yaitu jika kita menerima pemberitaan media, alangkah baiknya kita tahu apakah berita tersebut benar atau tidak (hoax). Saat ini, kita tahu bahwa semua orang bisa saja memberikan berita bohong melalui media sosial. Jadi penting bagi kita untuk mencari kebenarannya melalui situs-situs resmi berita yang terpercaya di Indonesia. 

3. Setelah pastikan kebenarannya, ini juga penting untuk kamu ketahui

Berpikir lagi via http://jadiberita.com

Advertisement

Setelah kamu tahu kebenarannya, itu sudah dalam tahap awal, tapi ini juga penting untuk kamu analisis di mana saat pemberitaan tersebut mengandung berita yang SARA dan hate speech. Oiya, hate speech itu adalah sebuah tulisan yang hanya mengundang kebencian orang lain setelah membacanya, jadi jika berita tersebut mengandung hate speech masih yakin mau share? Selain dibenci oleh teman-temanmu di media sosial, secara tidak sadar kamu juga akan dibenci mereka di dunia nyata. Bisa jadi haters kamu ada di mana-mana. Masih yakin ingin share? Pikirkan lagi. 

4. Pahami UU ITE terlebih dahulu biar kamu terhindar dari sanksinya

Tahun 2016 lalu, pemerintah resmi mengeluarkan dan mengesahkan UU ITE di mana di dalamnya terdapat konten-konten apa saja yang harus diperhatikan oleh seluruh pengguna media. Penting untuk kita ketahui agar kita bisa berpikir terlebih dahulu sebelum membagikan berita apapun. Pemerintah mengeluarkan UU ini dengan tujuan agar masyarakat dan siapapun itu, bisa lebih hati-hati dalam menyebarkan konten-konten di media. Saatnya kita bisa menjadi bijak dalam menggunakan media. 

5. Sharinglah jika memang layak untuk dishare dan bermanfaat untuk banyak orang

Yups, ada beberapa konten-konten media yang dapat kita bagikan, jika itu mengandung sebuah pengetahuan umum mengenai kesehatan dan bermanfaat bagi banyak orang. Misalnya berita kemacetan lalu lintas yang sedang kita alami sendiri kemacetannya, bisa kita sebarkan agar orang lain tidak melewati jalan yang sama seperti kita. Saat ini, marilah jadi pelaku perubahan dan bermanfaat bagi orang banyak. Ingatlah untuk menjadi pemakai media yang cerdas. Semoga tips di atas bisa membantu kita untuk semakin cerdas menggunakan media.