Semua menjadi mungkin bila kita berurusan dengan teknologi. Mau kenal orang lintas daerah? Lintas benua atau lintas planet sekalipun menjadi mudah. Namun kadang-kadang, sangking mudahnya teknologi, kita terlalu mudah pula melabuhkan perasaan sayang pada orang yang belum kita kenal, hanya karena

Habis, dia baik sih. suka like fotoku

Dia selalu kirim petuah bijak kok

Lihat deh temennya alim semua

Oke, itu semua alasan yang mungkin ada di pikiran kamu saat tiba-tiba sayang dengan orang yang belum kenal. Tapi coba perhatikan ini.

1. Lingkaran pertemanannya

Lihat temannya via http://news.okezone.com

Pernah dengar ungkapan kamu adalah siapa temanmu?

Ungkapan ini bisa jadi salah satu rujukan saat kamu ingin dekat dengan seseorang. Percaya atau tidak bahwa teman memang bisa membawa seseorang kepada karakter tertentu. Ibaratnya, teman baik itu seperti penjual minyak wangi, orang yang berteman dengannya bisa kecipratan wanginya, begitupun sebaliknya

Orang dengan kepribadian yang menyenangkan biasanya berasal dari pertemanan yang menyenangkan. Tak jarang, orang yang sering berkata kasar juga memiliki lingkaran pertemanan yang serupa pula.

Advertisement

Saat kamu memutuskan untuk kenal dekat dengan seseorang, pastikan dengan siapa biasanya orang itu berinteraksi, dengan begitu kamu akan tahu orang sepert apa dia. Ingat, bukan berarti kamu membeda-bedakan orang berdasarkan siapa temannya loh, tapi hanya sekedar mencari tahu bagaimana caranya berinteraksi.

2. Akun medsosnya

perhatikan akun medsosnya via http://trendtek.republika.co.id

Semakin mudahnya seseorang mengakses internet, orang juga mudah memiliki akun medsos. Sesekali, coba cek seperti apa dia di medsosnya. Bagaimana seseorang menulis status, mengomentari status atau berinteraksi di akun medsos adalah salah satu gambaran tentang pribadi seseorang.

Jangan kege-eran hanya dengan melihat respon dia yang positif terhadap akun medsosmu, jangan-jangan tidak hanya kamu saja yang dia perhatikan? Siapa tahu dia juga berlaku demikian terhadap orang lain. Meski terkadang orang tak terlalu mengambil pusing dengan akun medsos miliknya, namun tak jarang pula beberapa perusahaan mempertimbangkan kecakapan seseorang dari bagaimana dia mengelola akun medsos miliknya.

Nah, tidak ada salahnya juga kan akun medsosnya jadi pertimbangan kamu? Asal jangan kelamaan stalking saja ya dan jangan baper.

3. Golongan darah

tanya golongan darahnya via http://peterbimbel.com

What? golongan darah?

Mungkin terdengar nonsense, tapi tak ada salahnya juga menanyakan apa golongan darahnya. Beberapa penelitian tentang kaitan kepribadian diri dengan golongan darah juga sudah banyak diterbitkan. Memang tidak sepenuhnya mewakili, akan tetapi ada beberapa sifat yang jadi ciri khas bawaan golongan darah.

Kecenderungan orang dengan golongan darah A yang perfeksionis, misalnya. Meskipun tidak semua orang dengan golongan darah A demikian. Sama seperti golongan darah B yang ceplas-ceplos, atau O yang riang, atau AB yang unik. Sekali lagi, meski tidak sepenuhnya mewakili, namun ada juga kaitannya.

4. Musik favorit

Tanya musik favoritnya via http://health.diwarta.com

Orang dengan selera musik cadas belum tentu loh dia juga berhati cadas. Justru sering ditemukan orang dengan selera musik cadas biasanya adalah orang yang bertanggung jawab dan berhati lembut. Sesekali tanyalah padanya tentang selera musiknya. Dengan mengetahui selera musiknya, sedikit banyak kamu akan tahu jenis keribadian seperti apa dia.

5. Cara makan

Lihat caranya makan via http://www.helpguide.org

Semua orang memiliki gaya saat makan, namun dari gaya makan kita bisa sedikit banyak mengetahui tipe seperti apa dia. Belakangan, ada juga penilitian yang mengemukakan bahwa cara makan seseorang juga bisa mencerminkan kepribadian tertentu: Apakah dia makan buru-buru? Makan dengan perlahan? Makan dengan mencampur semua menu?

Memang sepertinya tidak logis mengenal seseorang lewat cara dia makan, namun pernahkan kamu membayangkan bersama dengan seseorang yang makan sembarangan dan bersuara kecap yang cukup keras? Tentunya kamu akan merasa tidak nyaman, bukan?

Witing tresno jalaran soko kulino

Oke, pepatah itu memang ada benarnya. Tapi tunggu dulu, lihat konteksnya. Semakin sering kita bersama dengan seseorang, itu berarti semakin kita memberi pemakluman terhadap sikap-sikapnya. Artinya, kita mulai memberi toleransi tertentu pada kekurangan seseorang karena seringnya intensitas pertemuan atau kebersamaan.

Namun yang menjadi masalah adalah, perasaan macam apa bila kamu tiba-tiba sayang dengan seseorang padahal belum kenal? Hanya karena dia like postingan kamu? Hanya karena komentar di medsos kamu? Nah loh?

Kenal dulu baru sayang, jangan sayang dulu baru kenal ya guys. Semua butuh proses, bedakan sayang dengan kagum ya. Be smart.