Sebelum menuju jenjang pernikahan, semua memang diawali dengan kata cinta. Namun ketika seorang wanita lebih dahulu jatuh cinta, apa langkah awal yang harus dilakukan terhadap si pria?

1. Kita tidak pernah bisa menebak cinta akan dilabuhkan pada hati yang mana

jatuh cinta adalah perasaan yang wajar via https://unsplash.com

"Ketika aku jatuh cinta, merasa ada cinta di hati kepada si dia maka yang harus dilakukan pertama kali apa? Apakah nembak? Apakah pacaran terlarang di islam? Langkah awal yang harus diakukan apa?"

Cinta itu memang urusan hati, yang kita tak pernah tahu akan dijatuhkan pada siapa, namun ketika sudah terlanjur jatuh hati, dan Allah yang telah tumbuhkan rasa di hati manusia, kepada siapapun orangnya, yang bahkan tak kita duga-duga.

Jatuh cinta tidak terlarang di dalam islam. Bahkan didalam hati setiap manusia pasti pernah, atau tengah ada cinta kepada lawan jenis kita.

Jatuh cinta adalah perasaan yang wajar. Dan langkah pertama yang harus dilakukan ketika kita mulai merasa sedikit simpatik pada seseorang itu, maka langkah pertama, hubungilah Allah, bukan justru curhat sama temen, apalagi minta nomor hapenya.

Advertisement

Kalau sudah yakin benar cinta pada dia, dan sudah melakukan shalat istikharah, maka bukan langsung menemui dia dan menyatakan cinta, melainkan mengandalkan kemampuan logika untuk mengetahui apakah dianya mau atau tidak sama kita.
 

2. Jika sudah terlanjur jatuh hati pada si dia, lantas harus bagaimana?

terlanjur jatuh cinta via https://unsplash.com

Dalam islam ada konsep taaruf yang semestinya dilakukan dua insan yang bersepakat untuk melangsungkan ke jenjang pernikahan. Hanya saja tidak semua yang jatuh cinta datangnya bersamaan, jika hanya satu pihak yang merasa jatuh cinta, dan itu adalah pihak wanita, apakah tidak masalah jika mengajukan diri duluan?

Jika konsep taaruf terlalu jauh untuk dilaksanakan, pertama-tama ya kita sebagai pihak wanita melalkukan apa yang disebut fit and proper test.

Mari mencontoh kisah cinta ketika Khadijah RA jatuh cinta dengan Nabi Muhammad SAW. Saat Khadijah mendengar hal-hal baik tentang seorang pemuda berusia 25 tahun tersebut, Khadijah mengajak Nabi untuk berbisnis, meminta Nabi membawa barang dan menjualnya, bukan berbisnis di Makkah melainkan di Syam, artinya Nabi harus melakukan safar, dan dalam perjalanan panjang kita bisa melihat bagaimana hakikat seseorang. Bahkan Ummar bin Khatab pernah menjelaskan bahwa untuk mengenal karakter seseorang ada 3 cara:

Yang pertama safar, karena pada saat safar orang akan mengeluarkan tabiatnya, yang egois akan egois, yang berbagi akan berbagi.

Dan yang kedua adalah dengan berbisnis, karena ketika orang berhadapan dengan uang, investasi, atau bagi hasil, atau apalah, orang akan terlihat ambisi atau tidaknya kepada dunia, zuhud atau tidaknya kepada akherat.

Dan yang ketiga tinggal bersama dalam satu atap.

Lihatlah bagaimana Khadijah kemudian meminta Nabi kita untuk menjual barangnya di Syam, sehingga Khadijah bisa melihat bagaimana kejujuran, akhlak dan tanggungjawab sang Nabi. Ini penting sekali, jadi pastikan kalau kamu sedang jatuh cinta, cek dulu benar atau tidak kalau dia laki-laki yang baik, ini tidak salah dalam islam lho, selama tidak mendzalimi dia.

Lantas lihatlah betapa jujur Nabi dalam memegang amanahnya ketika berdagang, Beliau tidak kabur membawa uang atau barang dagangan, bahkan Khadijah kemudian melibatkan pihak lain untuk membantu proses tersebut, yaitu dengan mengutus asistennya, Maisyaroh (laki-laki) untuk mendampingi Nabi, termasuk untuk tidak membantah nabi, tugasnya hanya mendampingi saja, diam dan melihat, yaitu untuk memberi data kongkrit bagaimana sikap Nabi dilapangan, tugasnya menilai saja, bukan justru memberi masukan, khawatirnya kalau turut memberi masukan nanti Nabi menjadi baik ya karena masukan dari Maisyaroh bukan karena memang baik dari sananya.

Pasangan adalah untuk seumur hidup, jadi memang harus serius cara mendapatkannya. Khadijah memang cerdas luar biasa. Contoh yang baik, dan tauladan bagi kaum wanita.

3. Logika itu penting sekali untuk dipertimbangkan, selain tentunya menuruti kata hati

cinta itu butuh logika juga via https://unsplash.com

Kita sebagai wanita sudah terlanjur cinta sama si pria tersebut, cocok secara tabiat, kita suka fisiknya si dia, nyambung dalam cara komunikasinya, suka karakternya, dan itu semua memang penting untuk dipertimbangkan sebagai alasan lebih memilih dia dibanding yang lainnya.

Jadi islam itu agama yang sesuai dengan fitrah, dan fitrah itu Allah yang masukkan ke dalam diri manusia, sebab Allah yang ciptakan diri kita, dan Allah pula yang paling tahu bahwa kita sebagai wanita mudah tertarik secara fisik juga secara tabiat kepada laki-laki, dan Allah tidak menghilangkan unsur tersebut didalam diri manusia, Allah justru mengakomodir dan Allah tahu bahwa kita harus ada perasaan dan harus tertarik sama laki-laki tersebut, atau bahasa lainnya ya jatuh cinta sama dia.

Allah yang menciptakan manusia dan Allah yang paling tahu tentang kita, oleh karena itu syariat Allah tidak pernah bertentangan dengan fitrah. Fitrah ketertarikan pada seseorang ini wajib dipertimbangkan dalam pernikahan. Dan dari kriteria ini dapat dirinci lagi di kitanya, contoh dia haruslah berasal keturunan keluarga baik-baik, atau dia harus mapan dulu dan kerja dulu, atau apapun itu terserah dikitanya saja, kan tiap kita kriterianya beda-beda.

Mencontoh kisah cinta Khadijah RA, meskipun kamu cinta sama dia, logika harus dipertimbangkan juga lho. Ingat bahwa pasanganmu harus sholeh, dan itu harga mati yang nggak bisa ditawar lagi. Keluarga akan menjadi sakinah mawadah warahmah jika terpenuhi dua kriteria umum diatas, InsyaAllah.

4. Melalui perantara orang yang amanah untuk menyampaikan maksud sebenarnya

minta bantuan teman via https://unsplash.com

Ini salah satu cara yang benar, yaitu melibatkan pihak lain yang tentunya harus amanah dan bisa dipercaya juga untuk menilai orang lain.

"Aku jatuh cinta tapi belum mendapatkan sambutan, bahkan tidak mendapat respon positif dan feedback dari lelaki tersebut, padahal aku sudah kasih sinyal ke dia, berharap lelaki itu yang menyatakan duluan, tapi ternyata tidak ada balasan. Laki-laki tsb sibuk dengan urusannya, sibuk dengan dunianya, dan tidak ada tanda-tanda melangkah padaku, lantas apa yang harus diakukan?"

Tidak ada yang lebih baik dalam kasus ini selain melihat contoh kisah Khadijah dan Nabi. Ini adalah kisah terbaik. Caranya adalah dengan menyampaikan keinginan kepada laki-laki tersebut, dan yang terbaik adalah sebagaimana yang dilakukan Khadijah, jangan sampaikan secara langsung melainkan melalui perantara. Melalui orang yang kita percaya.

Khadijah adalah melalui salah satu sahabatnya yaitu Nafisah yang kemudian berbicara kepada Nabi. Khadijah sudah terpikat, eh sayangnya sang Nabi tidak pernah melangkah lebih jauh selain dari urusan bisnis, Nabi kita tidak ada niatan sebelumnya kepada Khadijah untuk menjadikan beliau sebagai istri. Kemudian sahabatnya khadijah menyampaikan yang kurang lebih begini,

"Wahai Muhammad, saya melihat engkau sudah pantas untuk menikah, sudah 25 tahun, sudah mapan, kecerdasan emosionalnya juga sudah matang, kenapa belum menikah? Saya melihat engkau sudah layak untuk menikah?"

Lalu setelah disampaikan hal-hal tersebut, sahabat Khadijah tadi melihat respon yang positif, ternyata muhammad tertarik juga ingin menikah.

Lalu sahabatnya tersebut mengatakan lagi,

"Kalau saya lihat, engkau sudah pantas untuk menikah dan dari seluruh wanita di kota Makkah ini, saya tidak melihat ada yang lebih layak mendampingi engkau selain Khadijah, karena dia cantik, dia dewasa, dia dermawan, dia kaya, cantik, baik, dia punya status sosial yang bagus seperti kamu, dan kalian berdua serasi, berkelas kan?"

Dengan cara memancing percakapan terlebih dahulu, dan sahabatnya Khadijah bukannya justru bilang ke Nabi:

"Eh Khadijah naksir loh sama ente"

Tidak boleh seperti itu, karena malah akan jatuh nama baiknya kan kalau begitu caranya?

Nabi kemudian bilang,

"Bagaimana mungkin saya menikah dengan Khadijah, saya nggak ada mahar",

"Itu biar saya yang atur", Kata Nafisah tadi.

Usia Khadijah ketika itu 40 tahun sementara Muhammad 25 tahun. Pada usia itu pula, Khadijah memutuskan untuk melamar Muhammad dengan cara yang terhormat. Ia mengutus sahabatnya yang bernama Nafisah untuk menjadi perantara dalam menyampaikan perasaannya kepada Muhammad. Amanah yang disampaikan Nafisah membuat Muhammad sangat terkejut. Namun tanpa ragu akhirnya Muhammad menerima keinginan hati Khadijah. Muhammad lalu menikahi Khadijah.

5. Bukannya tak tahu malu, melainkan mengatakan apa yang terlanjur dirasa

tawaran menarik via https://unsplash.com

“Malu ah, kayak nggak punya harga diri saja,"

Demikian rata-rata jawaban wanita yang ketika diberi saran untuk mengajukan diri pada si pria yang katanya diam-diam dia cinta.

Padahal untuk menjadi pendamping hidup kita perlu serius dan nekat, karena kesempatan tidak akan datang dua kali, jangan sampai menikah dengan pria yang salah kemudian berakhir tragis setelah pernikahan.

Sayangnya masih banyak wanita yang merasa bahwa tindakan tersebut tidak umum dalam masyarakat. Naluri malu adalah milik mereka yang terbiasa mengandalkan gengsinya, sebab diantara teman-teman sepantarannya, biasanya seorang pria yang seharusnya melamar lebih dahulu, bukan justru wanita.

Dalam pandangan islam, tidak ada yang salah jika seorang wanita mengajukan diri kepada seorang pria baik yang ingin dia jadikan suami, toh apalagi sudah sama-sama matang dan siap lahir batin untuk menikah.

Kan sudah baca kisah cinta Khadijah dan Rasulullah, cerita ini menunjukkan bahwa melangkah langsung ke pria bukan tindakan yang tercela, bukan tindakan yang menjatuhkan harkat dan martabat wanita, bukan tindakan yang menghina reputasi wanita, justru ini adalah kecerdasan seorang wanita, karena bisa jadi pintu gerbang terbuka dengan cara maju dan mengetuknya.

Karena bisa jadi laki-laki itu tertarik pada si wanita, namun dia belum kepikiran untuk nikah sekarang, atau dia sudah hilang harapan, pesimis duluan. Padahal si wanita sudah menunggu langkah-langkah dari si pria.

Jadi kalau ada tawaran menarik kenapa tidak? Demikian analoginya.

Sama seperti ketika kamu datang ke Mall, niatnya cuma pengen jalan-jalan, eh tiba-tiba ada sepatu diskon 80%, yang awalnya ke Mall tidak niat beli apapun, tapi jadinya justru beli kan?

Semoga yang masih jatuh cinta diam-diam sama si dia, kedepannya diberi keberanian untuk mengungkapkan! Selamat berjuang!