Masuk perguruan tinggi negeri dan favorit merupakan target calon mahasiswa. Tidak heran jika beberapa hari setelah UN banyak kelas XII yang ikut bimbel intensif. Banyak dari luar kota yang berangkat, karena penyedia layanan jasa ini rata-rata terdapat di kota besar. Dorongan bagi pesertanya pun berbeda-beda, ada karena kemauan sendiri, pengaruh dari teman-teman, testimoni, promo, atau paksaan dari orang tua. 

Hai, kamu yang lagi bimbel, apa kabar? Semoga pengetahuanmu sudah bertambah. Walau aku belum pernah seperti kamu, tapi aku tau ikut bimbel itu sesuatu yang menyenangkan dan penuh tanggung jawab. Aku bangga sama kamu, kamu mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Seandainya kamu menemukan surat ini di berandamu, izinkanlah matamu untuk membaca, semoga hatimu bicara, dan menjadi pengingat di setiap jalanmu selama kamu berjuang.

1. Semoga Bukan Sekedar Pelarian

Aman coy… Ku kira jadi berpisah, ternyata bareng lagi. via http://klikhotel.com

Mungkin kamu pernah berada dalam kondisi yang kayak gini:

Daripada bosan di rumah. Bantuin kerja emak lah: suruh sana, suruh sini! Pengen main ke rumah teman juga mereka pada gak ada, semua pada ikut bimbel. Masa tinggal aku, gak mau ketinggalan ah. Aku ikut juga. Bosan di sini !

Yah, gitu deh. Aku tau di ujung perjuanganmu, kamu pasti merencanakan kegiatan yang akan kamu lakukan untuk mengisi libur panjang, mungkin kamu berencana untuk menjelajahi Ibu Pertiwi, memilih tempat wisata yang ngedukung perpisahan terakhir dengan teman-temanmu.

Advertisement

Termasuk juga membahas strategi masuk PTN, yah mungkin salah seorang di antara kamu mengajak untuk ikut bimbel. Nah, bimbel salah satu alasan buat kamu gak jadi berpisah. Walau sebenarnya kamu tidak pernah merencanakannya tetapi dalam situasi yang kayak gini, kamu pasti ikut. Terlebih kalau satu geng, itu pasti susah dipisahkan. Kalian pasti berangkat bareng, ngekost bareng, dan memilih tempat bimbel yang sama.

Tidak tertutup kemungkinan alasan yang kayak gini juga mendorong kamu ikut bimbel: Biasanya orang tua sangat mengharapkan kamu bisa membantu mereka selama libur. Tapi buat kamu ini adalah "sesuatu". Karena semasa sekolah yang kamu tau cuma mandi, makan, berangkat, belajar, PR, main, pulang. Tiba-tiba selesai UN kamu langsung terjun dalam kondisi yang berbeda, di suruh kerja lah, yah mungkin kayak cuci piring, cuci baju sendiri, nanak nasi, atau kamu diajak ke ladang setiap hari. Wah, wah, wah ! Gak gampang kan ?

Daripada kayak gitu, kamu memilih untuk melarikan diri. Salah satu alasan yang tepat adalah ikut bimbel. Mengapa ? Yah tentu orang tua sangat mendukung anaknya kalau mau belajar, terlebih kalau kamu sebelumnya tergolong anak yang anti buku, wah pasti didukung dan orang tua merasa bangga. Semoga bukan ya !

2. Kalau Mulai Malas, Ingat Orang Tuamu

Berangkat saja, Nak. Jangan tengok ke belakang. via http://www.arcopodojournal.com

Mungkin karena motivasi yang salah atau beban otakmu semakin berat. Atau karena gak ada yang ngatur-ngatur kamu di tempat barumu yang sekarang, akhirnya kamu mulai malas. Cukup ingat saja lah yah tujuan kamu pengen bahagiain kedua orang tuamu dan bisa masuk PTN favorit kamu.

3. Sadarilah Masih Banyak yang Belum Mampu seperti Kamu

Lihat ke atas boleh, tapi jangan lupa lihat ke bawah ya. via http://www.anekawisata.com

Mungkin kamu berasal dari luar kota atau pulau yang berbeda. Kamu sekarang berada di kota besar. Mata kamu mulai terbuka lebar, kamu menemukan hal-hal baru. Kamu mau coba semuanya, kamu lupa tujuan utamamu. Sadarilah kalau kamu adalah salah seorang yang beruntung, ingatlah teman-teman kamu yang tidak mampu membiayai untuk ikut bimbel seperti kamu. Jangan disia-siain ya.

4. Jangan Lupa Cari Teman

Menyenangkan yah…. via http://kitabisa.com

Di tempat baru, pasti dapat teman baru. Carilah teman sebanyak-banyaknya, buat kisah yang baru. Tapi kamu jangan malah cuma nongkrong saja, atau ngajak main terus. Berdiskusilah dengan teman-teman barumu. Mungkin kalian berasal dari daerah atau pulau berbeda, kalian saling berbagi, dan bahas soal bareng. Yakinlah kamu akan tau bahwa pengetahuanmu bukan hanya dari tempat bimbel saja, ajak mereka berjuang bersama-sama dengan kamu.

5. Jangan Jadi Alasan untuk Malas Ini-Itu

Gak boleh kaku dong, dibuat happy. via http://kabarinews.com

Mungkin tempat bimbel yang bagus dekat dengan rumahmu, dan kamu gak perlu merantau. Tolong jangan jadikan bimbel sebagai alasan untuk tidak membantu orang tua, libur panjang adalah kesempatan untuk membantu mereka. Apabila kamu sudah masuk kampus nanti, waktumu bersama orang tua akan berkurang.

Kamu juga tetap melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan lain, mungkin itu di komunitasmu. Lakukan persiapan dengan santai tapi penuh strategi. Jangan hanya karena persiapan masuk PTN, hidup kamu menjadi kaku. Kamu harus tau, selain ujian masuk PTN masih banyak perjuangan yang lebih berat.

6. Percaya Diri Boleh, Tapi Selalu Siapkan Back Up Plan

Demi PTN, ku rela begini. via http://news.liputan6.com

Bimbel bukan segala-galanya. Buang jauh-jauh pemikiran yang salah selama ini. Banyak yang mengira kalau ikut bimbel, pasti masuk PTN. Masuk PTN, tidak bisa dipastikan selain dari diri kamu sendiri. Nah, tidak ada salahnya selagi kamu bimbel dan menunggu pengumuman masuk PTN, kamu juga ikut ujian masuk PTS. Saat ini banyak PTS yang bagus dan setara dengan PTN. Pilihlah salah satu PTS yang kamu nilai terbaik dan cocok di hatimu. Kamu harus mencari cadangan universitas, tidak ada yang tau suatu ketika kamu salah seorang yang gagal masuk PTN.

7. Sadarilah Bahwa Kamu Belum Lulus PTN

Santai aja aaah… via http://bukarahasia.com

Jadi, jangan cepat puas! Mungkin selama kamu bimbel kamu mengikuti beberapa try-out. Dan hasilnya selalu memuaskan hatimu. Kamu tau? Kalau soal-soal try-out itu pada umumnya soal dari tahun-tahun sebelumnya, mungkin soal dalam kurun waktu 5-10 tahun sebelumnya. Wajar saja kalau nilai kamu tinggi-tinggi, apalagi kalau kamu punya bank soal dan kamu telah membahasnya.

Perbandingan soal latihan dengan soal sebenarnya beda jauh. Walaupun ada yang sama itupun cuma beberapa saja. Soal setiap tahunnya pasti berbeda. Jangan sekali-sekali menghafal contoh soal dan pembahasannya. Tapi pahami konsepnya. Apabila kamu sudah memahami konsepnya, bagaimanapun soalnya, diputar balik kek, pasti bisa kamu jawab. Dan hati-hati! Kebanyakan pembahasan soal di bimbel dikerjakan secara praktis, tanpa kamu pahami dengan baik kamu akan gagal.

8. Sadarilah Di Balik Kegagalanmu, Ada yang Beruntung

Nah, kamu harus menyadari bahwa bimbel adalah salah satu jenis usaha (bisnis). Jika kamu gagal, pihak bimbel gak ngambil pusing. Malah, kamu bisa berpotensi menjadi "stok" mereka untuk tahap berikutnya. Kalau kamu tidak sungguh-sungguh, uang orang tuamu bukan buat kamu tapi buat mereka. Rela gak, kira-kira?

9. Jangan Menganggap Semuanya Itu “Gampang”

Nyante dulu broh… via http://merdeka.com

Nah pemikiran gampang ini menjadi dilema bagi semua orang termasuk sikap yang selalu menunda-nunda. “Mungkin kamu merasa ujiannya masih lama, yah santai dulu lah, lagian soalnya gitu-gitu aja kok. Gampang!” Nah ini yang sering membuat orang menjadi gagal.

Termasuk juga kamu harus memperhatikan jadwal ujiannya. Jangan sampai kamu telat. Percuma kamu bimbel berbulan-bulan, hanya gara-gara telat, kamu gagal masuk PTN.

10. Terima Kasih Telah Membaca Suratku

Semangat buat kamu sampai berhasil ! via http://www.anneahira.com

Aku adalah salah seorang yang gagal di masaku. Tapi aku tidak pernah merasa gagal dengan perjuanganku. Aku belajar banyak hal. Yah, belajar dari hal-hal sepele. Saat itu, aku menganggap semuanya itu gampang, aku terlalu bangga dengan daftar jurusan dan universitas yang kupilih, padahal aku belum ujian dan belum lewat, aku sangat yakin dengan universitas pilihanku, kenyataannya semuanya gagal.

Satu hal lagi, lebih baik kamu masuk PTS tapi sesuai dengan jurusan yang kamu cita-citakan dibanding kamu masuk PTN tapi jurusanmu abal-abal (tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya). Contohnya: Dari awal kamu sudah bercita-cita mau menjadi seorang apoteker dan mengambil jurusan farmasi. Di SMA, kamu berusaha masuk IPA dan memperdalam Kimia dan mata pelajaran pendukung lainnya. Kamu juga ikut bimbel. Ternyata di SNMPTN dan SBMPTN kamu gagal terus, dan kesempatan terakhir masuk PTN misalnya Ujian Mandiri atau Ujian Bersama. Kamu terlalu berambisi masuk PTN, akhirnya kamu memilih sastra Perancis. Dan paling parahnya, kamu gak tau sama sekali tentang bahasa Perancis. Kamu memilih jurusan tersebut karena peluang masuknya besar. Okey, sekarang kamu bisa masuk PTN tapi semua yang kamu persiapkan selama ini sia-sia dan percuma.

Kalau misalnya kamu gagal masuk PTN, yah jangan terlalu dipaksa. Pilih saja PTS, banyak kok lulusan handal dari PTS. Kan yang paling penting itu cita-citamu loh, masa hanya gara-gara gengsi semua cita-citamu gagal.