Lelah menghampiri saat kurasa semua masalah datang secara bertubi-tubi. Raga menjadi lemah, dan otak seakan berputar-putar seperti sebuah roda sepeda yang dikayuh entah kemana. Rasanya ingin sekali berteriak, namun apa daya banyak manusia di sekeliling kita. Tangan ingin melambai tanda tidak kuat, tapi kurasa aku masih mampu. Tak ada satupun orang yang bisa merasakan apa yang kita rasakan. Merasa hanya diri sendiri yang mengerti. Iya, semuanya hanya kita yang tahu, bukan tak ingin orang lain tahu melainkan kita hanya berpikir bagaimana orang lain hanya bisa berbicara sabar tanpa memberi banyak solusi.

 

1. Aku lelah Tuhan, ijinkan aku bersandar walau hanya beberapa detik saja..

Aku paham mengapa Engkau memberikan cobaan yang luar biasa hebat kepadaku melainkan aku cukup mampu menghadapinya. Tapi tidakah kau beri sedikit saja untukku agar bisa bernapas walau hanya sejenak? Tak bermaksud untukku mengeluh, tapi kini hatikupun ikut pilu. Rasa bimbang, cemas akan setiap masalah yang ada.

2. Kau beriku masalah yang bertubi-tubi, dan aku hanya bisa meratapi diri

Terkadang sempat terlintas dalam benak, mengapa Kau tak adil pada dirikiu? Mengapa hanya aku, aku dan aku yang harus merasakan semua getir hingga pilunya hidup? Akupun sama seperti manusia biasanya. Aku bisa lelah, gundah gulana hingga menyerah. Aku ingin sekali bahagia, seperti yang lainnya.

3. Aku yakin Kau sangat tahu bagaimana isi hati dan pikiranku

Bolehkah kupinta padamu Tuhan untuk tetap membiarkan bibir ini tersenyum dihadapan semuanya? Tak ingin seorangpun tahu tentang isi hati dan pikiranku lewat air mata yang selalu berusaha ku tahan agar tidak jatuh. Tuhanku yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kuatkanlah hati ini untuk bisa menerima semuanya.

4. Maaf, bukan inginku seperti ini, tapi ijinkan aku tuk berbicara lewat tulisan ini

Maafkan sekali lagi atas berjuta keluhan hamba-Mu ini. Bukan tak ingin banyak mensyukuri nikmat yang Kau beri, melainkan hanya saja ingin mengungkapan hati lewat tulisan ini. Ku harap, Semoga Enggkau tak memberi ajab yang begitu pedih.

Tuhan, tidakkah Kau beri ruang sedikit saja untukku agar aku bisa bernapas sejenak?

5. Kuharap Kau dapat memaklumi segala keluh diri ini

Aku mungkin hamba-Mu yang banyak sekali dosa. Tak banyak bersyukur namun banyak meminta. Tapi aku adalah ciptaan-Mu yang bisa sekali lelah. Aku mohon pada-Mu untuk dapat memaafkan diri ini. Dan kuharap Kau dapat memaklumi keluh hamba-Mu ini.

Sekali lagi tak pernah luput kuberterima kasih atas semua sakit dan nikmat hidup yang Kau beri. Maafkan hambamu atas keluh kesah ini. Bolehkah ku meminta secara berulang-ulang, semoga Kau bisa menyelesaikan semua masalahku hingga aku bisa bernafas sejenak dari semua sikap lelah ini. Kau bisa.