Sesungguhnya jurusan dalam kuliah adalah merepresentasikan bagaimana para penghuni di dalamnya. Setiap jurusan memiliki ceritanya masing-masing yang hanya diketahui dan dimengerti oleh mereka yang bergumul dengan jurusan yang dipilihnya itu. Ya, karena pada hakikatnya jurusan akan sangat memperkaya khazanah intelektual dan berbagai macam kisah yang tak akan habis diceritakan dalam sebuah rentang panjang sejarah “pergulatan” dunia mahasiswa.

Kali ini, ada sekelumit cerita mahasiswa sastra Arab yang wajib kalian ketahui. Tentang kisah hidup, perjuangan, cinta dan segala apa yang melekat di dalamnya. Bahwa ada semangat yang didapat, dari kisah manis ini. Bagi seorang mahasiswa yang terjun di dalamnya, menekuninya dan menjadi saksi sejarah pernah menjadi mahasiswa sastra Arab.

Berikut ini akan dikupas beberapa cerita anak sastra Arab yang akan memperluas pengetahuan kalian, bahwa mereka adalah kaum “langka” dan sosok hebat dalam sejarah “peradaban” mahasiswa, dengan idealisme yang menyala-nyala.

 

1. Ketahuilah, Anak Sastra Arab adalah Anak Muda yang Tak Mudah Berhenti Berjuang

Karena anak sastra Arab itu adalah sosok pejuang hebat.

Karena anak sastra Arab itu adalah sosok pejuang hebat. via http://gontorgraphy.com

Bagi mahasiswa sastra Arab, berjuang dalam kuliah adalah sebuah keniscayaan. Karena tugas mereka nggak mudah. Mereka harus begadang sampai larut malam mengerjakan tugas terjemah, menganalisis karya sastra, buat makalah, ataupun tugas lainnya. Bila mereka putus asa, bukanlah anak mahasiswa sastra Arab sesungguhnya. Karena mahasiswa sastra Arab adalah pejuang yang tangguh.

Nggak kebayang, demi nggarap tugas mereka sampai mengorbankan tontonan kesukaan mereka. Entah nonton film ataupun pertandingan sepak bola. Hebat banget tuh.

 

2. Meski Banyak yang Menyangka Anak Sastra Katanya Urakan dan “Bebas”. Sesungguhnya, Mereka adalah Tipe Orang Romantis

Sesungguhnya anak sastra Arab itu romantis

Sesungguhnya anak sastra Arab itu romantis via http://gontorgraphy.com

Banyak yang beranggapan bahwa anak sastra itu urakan, bebas dan nggak mau diatur. Rambutnya gondrong. Pakaiannya pun awut-awutan dan bahkan kuliahnya pun sering kesiangan. Ya, memang ada yang seperti itu. Tapi sebenarnya anak sastra Arab nggak semau kayak gitu lho. Ketahuilah, bahwa mereka adalah sosok yang romantis. Tahu nggak? Kalau mereka punya kekasih atau pendamping hidup. Mereka akan buatin puisi terindah yang pernah dibuatnya, demi seorang kekasih, istri tercintanya. Bahkan sembari ditemani rembulan di malam hari yang memesona. Apa nggak romantis tuh?

Mereka akan berbuat apapun untuk kebahagiaan pasangannya, karena mereka ditempa untuk menjadi pendamping hidup yang baik, saat proses kuliah dan menjalani hidupnya.

3. Kebanyakan “Penghuni” Jurusan Sastra Arab adalah Alumni Pesantren

Anak sastra Arab itu kebanyakan lulusan pesantren

Anak sastra Arab itu kebanyakan lulusan pesantren via http://gontorgraphy.com

Mungkin kalian nggak banyak tahu, kalau mahasiswa sastra Arab kebanyakan dihuni oleh para alumni pesantren. Dari berbagai pesantren di seantero negeri ini. Mulai pesantren salaf hingga pesantren modern.

Kebanyakan mahasiswa alumni pesnntren, maka keahlian di bidang kitab kuning ataupun berbicara bahasa Arabnya pun tak perlu diragukan.

“Min ayna takharrajta?” (Kamu alumni mana?)

“Takharrajtu Minal ma’had Lirboyo, ustadz.” (Saya alumni pesantren Lirboyo, pak)

Hebat kan? Mereka tentu jago berbahasa Arab dan fasih ngomong bahasa Arab dong.

 

4. Sejatinya Mereka Patut Menjadi Calon Pendamping Hidup yang Baik

Menantu Idaman itu anak sastra Arab

Menantu Idaman itu anak sastra Arab via http://keepcalm-o-matic.co.uk

Bagi mahasiswa yang mendekati masa akhir dan akan lulus, tentunya juga memiliki planning untuk segera menuju ke pelaminan, mendapatkan pasangan yang tepat untuk perjalanan hidup ke depan. Tentunya memilih pasangan hidup yang tepat adalah sebuah pilihan yang tak mudah. Ada banyak pertimbangan yang harus ditempuh.

Salah satunya dimana ia dulu kuliah, jurusannya apa dan hal lainnya yang menjadi salah satu faktor menantu idaman. Tak ayal, bila mahasiswa sastra Arab juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk itu. Karena didikan dan proses mahasiswa sastra Arab yang bergelut dengan sastra dan agama. Tentunya hal ini akan menjadikan mereka mempunyai ilia lebih diabndingkan dengan lainnya.

“Dulu kamu kuliah di jurusan apa, Nak?,” tanya calon mertua.

“Saya lulusan jurusan sastra Arab, Pak,” jawabnya mantap. (Sambil tersenyum sendiri dalam hati)

5. Membaca dan Menulis adalah Makanan Kesehariannya

Membaca dan Menuis adalah dunianya

Membaca dan Menuis adalah dunianya via http://gooogle.com

Bagi mahasiswa sastra Arab, membaca buku adalah sebuah kebutuhan, bukan lagi hal yang dibiasakan. Bila tak membaca buku ada dunia hilang dari sisi mereka. Seperti malam tanpa siang, akan terasa gelap dunia ini.

Tidak hanya itu, selain membaca buku, mereka juga suak menulis. Bahkan menulis adalah sebuah passion yang tak bisa hilang dari mereka. Dan menulis adalah “aladang” perjuangan bagi mereka, untuk mengekspresikan dan menarasikan “dakwah” lewat sebuah tulisan yang mereka torehkan.

Dua dunia itu akan menjadi santapan wajib bagi mereka. Hal yang langka ditemukan dalam sejarah pergulatan mahasiswa, membaca dan menulis untuk terus berkarya.

“Lagi baca buku, sob?

“Ini lagi baca novel Khan El-Khalili karya Najib Mahfudz.

“Wah, novel bagus tuh. Besok aku pinjam ya”.

“Ok. Saya khatamkan dulu ya.”

6. Banyak yang Tak Tahu Kalau Sastra Arab adalah Jurusan Menjanjikan, Mereka Bisa Menjadi Apa Saja yang Mereka Mau

Mahasiswa sastra Arab itu bisa jadi apa saja

Mahasiswa sastra Arab itu bisa jadi apa saja via http://google.com

Sastra Arab memang jurusan yang langka dan hnaya segelintir saja yang masuk jurusan ini. Memang tak semua memiliki pandangan bahwa jurusan ini adalah jurusan yang menjanjikan. Karena mereka menyangka bahwa jurusan ini hanya berkutat pada sastra dan agama saja. Sesungguhnya itu anggapan yang keliru. Karena sesungguhnya sastra Arab spektrumnya luas. Seluas alam semesta.

Karena lulusan mahasiswa sastra Arab, bisa masuk ke pekerjaan apa saja. Mau jadi penulis, pekerja kantoran, kerja jadi wartawan, peneliti, pebisnis, diplomat, penerjemah, kritikus sastra, pengajar, ataupun kerja lainnya. Mereka bisa dan memiliki banyak keahlian.

Jadi nggak usah ragu dan pesimis bila kalian masuk di jurusan hebat ini.

7. Anak-anak Sastra Arab adalah Kaum Terancam “Keren”

Anak Sastra itu keren!!!

Anak Sastra itu keren!!! via http://gontorgraphy.com

Anak sastra Arab adalah kaum yang waji dilindungi keberadaannya, karena merekalah adalah kaum pilihan. Ya, dari merekalah karya-karya sastra monumental lahir.

Mereka tentunya menulis untuk menghasilkan karya-akarya berbobot dan berkarakter, maka sangat layak mereka adalah kaum terancam “keren”, karena mereka menulis untuk berkarya dan berkarya untuk mengukir peradaban.

Apa nggak keren tuh? Jurusan sastra Arab memang gitu. Ya nggak? Hehehe.

 

8. Spektrum Kajian Sastra Arab Itu Seluas Alam Semesta

Sastra itu luas, seluas alam semesta

Sastra itu luas, seluas alam semesta via http://twitter.com

Sesungguhnya kajian sastra Arab itu nggak melulu mengkaji sastra saja. Hafal nadzoman Jurumiyyah, Imrithy, ataupun Alfiyah. Atau menganalisis karya sastra Arab, mulai dari karya Umru al-Qais, Iliya Abu Madi, Najib Mahfudz, Najib Kailani, Nawal El-Sadawi, dan sederet sastrawan Arab masyhur lainnya.

Tetapi, sastra Arab mengkaji banyak keilmuan, belajar filsafat, psikologi, sejarah, politik, komunikasi, ekonomi dan kajian lainnya. Jadi, banyak anak mahasiswa sastra Arab yang juga jago entrepreneur, karena mereka juga mengggeluti dunia ekonomi. Itu bukan sebuah rahasia lagi.

Jadi, pandangan kalian kepada mereka yang hanya berkutat pada bahasa Arab saja. Nggak belajar ilmu lainnya. Itu keliru.

 

9. Tugas Kuliahnya Pun Banyak Mengkaji Karya-karya Sastra

Karya sastra jadi kajian wajibnya

Karya sastra jadi kajian wajibnya via http://google.com

Jurusan sastra Arab tentu nggak kaget dengan analisis karya sastra Arab. Itu sudah jadi tugas sehari-hari mereka. Menganalisis puisi Arab, cerpen berbahasa Arab dan novel karya sastrawan Arab adalah makanan sehari-sehari. Jadi, sudah bukan menjadi rahasia umum kalau mereka banyak tahu tentang karya sastra Arab dan sastrawannya.

“Ente tahu siapa penulisnya puisi Abjadiyat al-Hubb?

“Ya tahu lah. Itu karya penulis favorit saya, Nizar Qobbani”

Bila kalian tanya mereka, sedikit banyak tentu mereka akan tahu karya sastra Arab. Dan bila mereka diajak diskusi ini. Bisa seharian nggak akan habis diceritakan perihal karya itu dan hal yang ada didalamnya.

10. Anak Sastra Arab Itu Jago Buat Puisi

Puisi adalah Jiwa Mereka

Puisi adalah Jiwa Mereka via http://bentarabudayabali.wordpress.com

Menulis puisi adalah hobi dan bahkan sudah menjadi salah satu keahlian anak sastra Arab. Dalam khazanah sastra Arab, puisi disebut dengan syi’ir. Dan puisi Arab sangat terkenal dengan keromantisannya dan pemilihan kata yang menyentuh, hingga dibuat terkagum-kagum dibuatnya.

“Coba bacakan puisi untukku”.

“Baiklah. Kamu mau kubacakan puisi yang mana?.

“Puisi yang mampu membuatku terkesima dibuatnya”.

Agar dapat melukiskan hasratku, kekasih

Taruh bibirmu sperti bintang di langit kata-katamu

Ciuman dalam malam yang hidup,

Dan deras leganmu memeluk daku

seperti suara nyala bertanda kemenangan

mimpiku pun berada dalam

benderang dan abadi

11. Memilih Jurusan Sastra Arab adalah Sebuah Kemuliaan Bukan “Cobaan”

Kamu adalah sok luar biasa.

Kamu adalah sok luar biasa. via http://facebook.com

Dalam memilih jurusan memang diperlukan persiapan dan rencana yang matang. Tidak hanya begitu saja, tanpa ada plan yang matang sebelumnya. Untuk itu, memilih jurusan sastra Arab pun harus dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

Ya, pada dasarnya memilih jurusan sastra Arab adalah sebuah kemuliaan, karena jurusan ini banyak mengkaji keilmuan, baik agama, sastra, sejarah dan tentunya akan sangat bermanfaat bagi bekal menagrungi samudera kehidupan dan kehidupan yang abadi, di akhirat kelak.

Jurusan Sastra Arab itu sudah tepat, karena memilih jurusan ini adalah sebuah kemuliaan, bukanlah sebuah cobaan dan paksaan. Bukanlah Tuhan menjanjikan kebahagiaan dan kemuliaan, bagi mereka yang tegah berjuang menimba ilmu dan menegakkannya, serta mengamalkannya kepada orang lain?

12. Dengan Sastra Hidup di Dunia Ini Akan Terasa Berwarna

Dengan sastra Arab hidup akan berwarna.

Dengan sastra Arab hidup akan berwarna. via http://google.com

Sastra itu adalah sebuah ruh dalam kehidupan di dunia ini. Entah akan jadi apa dunia tanpa sastra, akan kering dunia ini. Hampa dan kosong. Tak berwarna hidup ini.

Karena dengan sastra kita hidup, lewat sastra hidup akan lebih bermakna, bukankah sastra adalah sebuah perwujudan estetika dan keindahan? Dan dunia ini akan indah dan bermakna bila hidup sastra didalamnya.

13. Hidup Bersanding dengan Anak Sastra Arab adalah Sebuah Kebahagiaan

Anak sastra Arab adalah salah satu calon yang cocok untuk jadi pendamping hidupmu

Anak sastra Arab adalah salah satu calon yang cocok untuk jadi pendamping hidupmu via http://google.com

Kebahagiaan bagi seseorang yang ingin berdiskusi adalah sebuah kepuasan. Bisa brbicara banyak hal tentang arti sebuah kehidupan. Tentunya berdiskusi banyak hal dengan anak sastra Aran menjadikan hidupmu lebih berpandagan luas dan tidak melihat seuatu dari satu perspektif saja.

Tidak hanya itu, bila kalian bersanding dengan mereka, ngobrol banyak hal dengan mereka. Akan ada banyak ilmu dan pengalaman yang kalian dapat. Karena mereka adalah anak yang “cerdas” yang diciptakan Tuhan ke dunia ini, dengan segala kehalian dan apa yang melekat dalam diri mereka.

 

14. Sesungguhnya Banyak Hikmah yang Didapat dari Pergumulan Belajar Sastra Arab

Anak sastra Arab itu luas pandangannya.

Anak sastra Arab itu luas pandangannya. via http://facebook.com

Ada banyak hal yang tak bisa dijelaskan lewat kata-kata. Karena ada jutaan narasi yang bisa diceritakan untuk mengetahui kisah hidup mereka, bahwa anak sastra adalah anak “masa depan” dengan beragam khazanah keilmuan dan pemikiran yang mereka miliki.

Menghafal Amtsilah at-Tasrifiyyah, nadzam Alfiyah, membaca kitab turots, mengetahui berbagai keilmuan sosial, karya sastra, dan memaknai kitab kuning, tentu akan menjadikan mereka menjadi intelektual yang tak bisa diragukan kemampuannya.

Melalui persentuhan dan pergumulan intelektualnya, anak sastra Arab adalah “ladang” hikmah yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.

15. Bila Kalian Tahu, bahwa Sastra Arab adalah “Passion” Anugerah Tuhan

Sastra Arab adalah passion anugerah Tuhan.

Sastra Arab adalah passion anugerah Tuhan. via http://faceboook.com

Jurusan akan sangat mempengaruhi cara pandang, pemikiran dan gaya hidup serat aap yang melekat dalam diri mereka. Masuk ke jurusan sastra Arab pun mengajarkan banyak hal bahwasanya sastra Arab adalah sebuah passion yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka yang menggelutinya dan berpetualang dengan sastra

Tuhan menciptakan sastra agar hidup ini lebih indah. Melalui estetika yang menjadi sebuah “siraman” segar tatkala di tengah padang gersang, yang panas dan kering, sastra adalah sebuah kerinduan yang tak bertepi bagi mereka yang menginginkan kesegaran dalam hidupnya.

 

16. Tak Perlu Banyak Kata-kata. Dengan Berbincang dengan Mereka. Kamu Bisa Dibuat Jatuh Cinta.

Mereka adalah makhluk yang penuh cinta.

Mereka adalah makhluk yang penuh cinta. via http://facebook.com

Anak sastra memang cenderung introvert. Itu bukan berarti mereka tipe orang yang tertutup dan apatis. Anak sastra Arab bisa dikatakan tipe easy going. Cukup berbincang sesuatu dan apapun itu, dan tak terasa hingga membuat kamu dibuat jatuh cinta kepadanya. Tentu ini akan membuatmu betah dan berlama-lama dengan mereka. Karena akan ada banyak pembahasan dan keluasan ilmu yang mereka miliki.

17. Sastra Arab Itu Kelak Mengantarkan Kesuksesan di Masa Depan

Kelak, kalian adalah tumpuan generasi masa depan

Kelak, kalian adalah tumpuan generasi masa depan via http://facebook.com

Bagi sebagian orang memilih jurusan sastra Arab bukanlah sebuah pilihan yang tepat, tapi sebuah kesalahan dan kekeliruan. Itu sangat salah. Karena banyak anak sastra yang berprestasi dan menjadi role model yang membuatmu akan mengikuti jejak mereka.

 

Banyak anak sastra Arab yang bergelut di berbagai bidang keilmuannya, bukan alasan kamu anak sastra Arab lalu kamu hanya bkutat di jurusan ini. Ya, karena kamu sudah bisa menentukan masa depanmu. Sebutlah saja Gus Dur, dia adalah alumni sastra Arab yang ernah mengenyam kuliah di kampus pencetak ulama, Al-Azhar. Tidak hanya itu, K.H Mustofa Bisri, atau akrab disapa Gus Mus, juga alumni sastra Arab. Satu lagi Prof. Mahdud MD, juga alumni sastra Aran yang kini bergelut di dunia hukum dan bahkan sudah menjadi salah satu pakar hukum yang mumpuni di negeri ini dan banyak alumni sastra Arab lainnya dengan keahlian yang mereka miliki mampu mengisi pos-pos kehidupannya masing-masing.

Demikianlah sekelumit kisah mahasiswa sastra Arab yang begitu insoiratif dan jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Dengan segala apa yang melekat dalam diri mereka, tentunya ada banyak hal yang bisa diteladani dari proses panjang menjadi mahasiswa yang kelak bertitel sarjana sastra Arab, yang mampu mengubah dunia lewat sastra.