1. Begini caranya memanggil orang lain (Biar kesannya akrab hehe)

“Cah, ayo dolanan catur”. via https://www.slyzor.com

Saat memanggil orang lain, Malang memakai imbuhan "Rek" yang artinya sama seperti "Sob" dari kata Sobat. Panggilan ini digunakan untuk memanggil orang lain tanpa memandang status sosial, harta, jabatan, pangkat dan lain sebagainya. Nah, Tulungagung punya bahasa sendiri yaitu "Cah" untuk memanggil orang lain. Kurang lengkap rasanya kalau memanggil orang lain tanpa sebutan "Cah". Contoh saja ketika memanggil orang untuk berkumpul, "Cah, ayo dolan rene" yang berarti "Sob, ayo main kesini". Selain itu, "Cah" juga banyak digunakan di Blitar dan Kediri.

Jadi, ketika kamu denger teman kampusmu manggil pakai "Cah", bisa dipastikan kalau nggak dia anak Tulungagung, Kediri, atau Blitar.

2. Kalau kamu nggak percaya sama suatu hal, begini bilangnya

Di Tulungagung, kata "Mendah?" punya makna yang sama dengan kata "Ih, Masa sih?". Kata ini seolah-olah menanyakan apakah suatu kejadian benar seperti yang disangkakan. "Sri udah nikah lho", maka orang Tulungagung yang tidak percaya dengan berita bahwa Sri sudah menikah akan merespon dengan "Mendah?". Kata ini lebih menegaskan bahwa si penanya tidak percaya dan dalam lubuk hatinya memang berpikir negatif bahwa sesuatu tidak mungkin bisa terjadi.

3. “Really?”, “Beneran?”, “Ho-oh ye?”, itu sama aja maknananya.

Advertisement

"Ho-oh ye?" berbeda dengan "Mendah". Kalau "Mendah?" adalah kalimat pertanyaan yang menegaskan bahwa si penanya tidak percaya dengan apa yang dikatakan lawan bicaranya, maka "Ho-oh ye?" adalah kalimat pertanyaan dimana si penanya memang benar-benar tidak tahu benar tidaknya suatu hal. Frasa ini sebenarnya terdiri dari dua kalimat. "Ho-oh" yang berarti "iya" dan "ye" yang berarti "kah". Maka "Ho-oh ye?" maknanya ialah "iyakah?" atau dalam bahasa Indonesia berarti "Beneran?" atau "Really" dalam Bahasa Inggris. Umumnya selain warga Tulungagung yang sering menggunakan "Ho-oh ye", warga Blitar juga sering menggunakan.

Contohnya:

A: Sri udah nikah lho

B: Ho-oh ye? (iya kah?)

A: Ho-oh (iya)

4. Kalo lagi kecewa bilang aja “Peh”

“Peh.. utangku akeh” via https://madurorendra.files.wordpress.com

Lagi kecewa karena pacar nggak telepon, kecewa karena nggak ada duit, kecewa karena film yang ditunggu nggak kunjung muncul? Tulungagung punya kata "Peh" untuk mengungkapkan kekesalan terhadap suatu hal yang dirasa tidak sesuai harapan. Imbuhan ini sama aja seperti "Yaah" dalam Bahasa Indonesia untuk mengungkapkan kekecewaanya.

A: Madrid kalah lho bos (Madrid kalah loh Bos)

B: Peh, Peh yo kok kalah lho (Yah yah, kok kalah sih)

5. Supaya lebih keren, tambahi “Jian” sebelum bilang sesuatu.

“Jian uapikkk” via http://bintang.com

"Jian" memiliki arti sama saja dengan "Sangat". Kalau umumnya warga Jawa Timur memanjangkan suatu kosa kata untuk menegaskan makna "Sangat" seperti contoh: "Gedi" yang berarti besar dipanjangkan menjadi "Guuuediii" yang berarti sangat besar, maka Tulungagung masih harus memakai kata "Jian" di depan kata "Gueediii".

A: Layanganmu gedi ra?" (layangan kamu besar nggak?"

B: Jiaan Guediiiii (sangat besar)