Permasalahan utama setiap mahasiswa adalah tempat untuk beristirahat dan menghabiskan sisa waktunya di ujung petang setiap harinya. Memilih untuk pulang-pergi atau ngekost mungkin menjadi pilihan tersulit yang lain daripada memilih jodoh apalagi untuk seorang perempuan yang tempat tinggalnya di pinggir kota jakarta, contohnya seperti bekasi, depok dan tangerang.

Pertanyaan ngekost atau pulang pergi terkadang menghantui otak dan pikiran untuk memilihnya, apalagi waktu tempuh dari rumah hanya dua jam saja, orang tua yang ingin kita dekat dengannya, tugas kuliah menumpuk dan lelahnya perjalanan itu bisa mengerinyitkan dahi untuk memilih.

Nah, sebagai anak yang sudah bisa di bilang mahasiswa saya mencoba untuk sedikit berbagi dari berbagai pengalaman teman (selaku mahasiswa PP) dan pengalaman saya sendiri(selaku mahasiswa Kost) agar tidak galau lagi menentukan pilihannya masing-masing, silahkan di simak pembahasan dibawah ini.

 

1. Ngekost : Kemandirian itu harga mati, dan nikmatnya tiada tara

mandiri itu penting dan harga mati loh..

mandiri itu penting dan harga mati loh.. via http://keepo.me

Kamu mahasiswa yang katanya ingin mandiri? Mulailah langkah awal dengan ngekost. Budaya ngekost sudah turun temurun dan kebiasaan yang sudah dipakai di kampus manapun, apalagi anak rantauan hal yang satu ini adalah kewajiban.

Di kampus juga bukan hanya anak jabodetabek yang berkuliah, tapi juga ada dari provinsi lain. Seperti Wong Jowo, Abdi Jeung Maneh, Urang Awak, Wong Minang, Daeng Andi dan masih banyak lagi. Nah makanya jangan heran kalau ketemu sama temen kostan yang berbeda provinsi  ini. kalau anak rantau yang jauh ini pilihannya yah hanya satu, yaitu Ngekost. Karena nggak mungkin mereka PP. Masa iya anak dari Sulawesi, ada jam kuliah pagi, nggak mungkin dia ngisi absen di pesawat ataupun di kapalkan? Belum lagi kalau uda diperjalanan tugas makalah ketinggalan. Pasti ribet banget.

Ngekos nggak berlaku hanya untuk rantau aja loh, buat yang rumahnya deket dan merasa mau mandiri, mengatur keuangan, nyuci baju sendiri, masak sendiri, makan sendiri, tidur sendiri,dan menjaga kebersihan kostan bisa juga ikut budaya ngekost.

2. Ngekost : Mau bebas makan dan memilih makanan? Yuks lah ngekost.

Makan aja bebasss.....

Makan aja bebasss..... via http://warungkopi.okezone.com

Percaya atau nggak, dengan ngekost kita bisa makan apa aja yang kita mau dan bahkan sehari 5 kali juga kalau sanggup yo jabanin aja. Kok bisa? Yaiya bisa, karena nggak ada yang omelin kita dan nggak ada omongan macam ini, “Mas, kamu jangan makan mie lagi ya”, “Kak, Kamu makan pedes lagi nggak?”,”Kamu sekarang lagi makan apa dek? Promag yah? Makanya kurang-kurangin dek mie sama pedesnya”.

Ngekost membuat semua keinginan makan bisa terwujud, contoh yang sering di temui oleh anak kos adalah makan mie. Apalagi makan bareng-bareng temen kos, kuahnya di seruput bareng-bareng sambil nonton sepak bola atau drama korea. Wuiiihhhh, nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Tapi yo sekali-kali beli lah nasi untuk ganjelan perut yang mulai maju kedepan karena kurang olahraga. Beli lauk yang enak-enak seperti ayam bawang, soto, kari ayam.. yang ada di dalam kemasan mie instan. hehehe.

3. Ngekost : Pulangnya mau kapan? Pasti bisa

pulangnya kapan aja

pulangnya kapan aja via http://techlife.com

Buat yang ngekost, pernah nggak temuin temen yang pulangnya jam 12 malam atau jam 2 pagi?

Nah ini dia, anak UNJ terkenal dengan berbagai rutinitas dan kesibukannya apalagi ditambah dengan kampus yang berada ditempat yang strategis. Agenda rutin pulang malam karena tugas kelompok, sibuk organisasi, sibuk nongkrong, sibuk di arion mall, sibuk ngepoin mantan, sibuk buat blog, sibuk gangguin orang yang lagi sibuk dan masih banyak kesibukan lainnya.

Karena kesibukan-kesibukan itu memaksa kita pulang dengan waktu yang tidak tepat dan pastinya capek banget pas uda sampe kosan. Kebayang dong kalau kita PP bagaimana dengan kesibukan kita yang bejubel kaya gitu? Apalagi kalau kemaleman, pasti ketok pintu itu hal yang tidak karena menggangu orang tua kita yang sudah terlelap.

Solusi dari kesibukan kita ya Cuma satu, yaitu ngekost. Dengan ngekost kita bebas pulang kapan aja, asalkan sibuknya jelas dan positif dan tidak dibuat-buat. Bukan sibuk yang dibuat-buat saat ditagih uang kosan yah, itu beda lagi. Heuheuheuheu

4. PP: Masakan orang tua yang selalu bisa kita rasakan

masakan orang tua adalah satu-satunya hal yang bikin ga move on

masakan orang tua adalah satu-satunya hal yang bikin ga move on via https://life.idntimes.com

Masalah yang ditemui saat ngekos adalah Cuma satu, kangen masakan orang tua yang enaknya super super itu. Buat kalian yang suka PP, kenikmatan tiada tara ini bisa kalian nikmati setiap hari. Jujur, buat anak kosan move on dari masakan orang tua itu susah. Hehehe

Masakan orang tua itu seperti magic yang selalu memberikan energi positif yang masuk kedalam diri kita. Walaupun masak sederhana, entah kenapa selalu enak daripada masakan warteg ataupun chef yang ada di restoran. Bahkan kalau orang tua masak air pun, airnya terasa enak tiada tara. Hehehe

5. PP : Dapet Uang Jajan Terus

uang jajan....

uang jajan.... via https://www.carajadikaya.com

Siapa disini yang nggak suka sama uang jajan? Pasti setiap orang suka sama hal ini dan nggak perlu ditanya lagi. Buat kalian yang memilih PP juga pasti merasakan indahnya uang jajan ini apalagi orang tua selalu nanya pagi-pagi,

“Nak, uang jajannya ada di meja yah”

terus kita jawab “Kok nggak ada mah?”

“Ini ambil kalau nggak ada”

Lalu kalian senyum jahat merasa menang, padahal uang di meja uda diambil. Hehehe *Jangan ditiru ya!

Perbedaan ini jauh berbeda dengan kalian yang memilih menjadi anak kos, orang tua memberikan uang jajan yang terkadang pas dan juga terkadang kurang. Makanya jangan heran kalau anak kos identik dengan yang instan-instan untuk memberikan asupan kepada badannya. Termasuk mie instan.

6. PP : Bisa Update Informasi dan Pengalaman di jalanan

Update jalan dulu

Update jalan dulu via http://tribunjateng.com

Ini yang terakhir dan ini yang menjadi perhitungan sebelum memutuskan untuk ngekos atau PP. nonton berita, Wifi-an dan nongkrong-nongkrong dengan tetangga yang terkadang menjadi kenikmatan untuk yang PP dan kesengsaraan untuk yang ngekos. Karena di dunia kost-an sekarang jarang sekali kos yang menyediakan TV dan Wifi untuk mengurangi uang pemakaian kuota kita. Ada sih ada, tapi ya gitu, MAHAL…

Kurangnya jaringan yang di alami anak kost berdampak pada update berita dan informasi biasanya karena irit kuota. Maka dari itu, nggak heran kalau banyak anak kosan yang susah di hubungi ataupun ketinggalan berita-berita. Dan enaknya jadi anak PP itu bebas menonton TV kapan aja, Update status kapan aja tanpa harus memikirkan, kalau sudah habis ya tinggal minta ke orang tua. Hehueheuheu

Tidak Cuma itu, mahasiswa PP biasanya orang yang suka berpetualang di jalan-jalan yang belum ia lalui sebelumnya hanya untuk mencari jalanan yang nggak macet. Oleh karena itu anak PP biasanya banyak mengetahui tempat dikarenakan jam terbang yang tinggi. Nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan.