Kita masih terlalu muda untuk memikirikan kegagalan, saat jalanmu terhalang oleh dinding, kamu cukup hancurkan saja dindingnya, hasilnya takkan berubah... tapi itulah yang terbaik.

Apakah kamu lelah dengan hari-hari yang kamu jalani? Sudahkah kamu instrospeksi diri?

Berhenti mencemaskan pendapat orang lain padamu, menjalani hidupmu tidak ada hubungannya dengan pendapat orang lain.

Kau tahu...? Setiap orang terlalu sibuk memikirkan dirinya sendiri, tak perlu risau dengan yang sedang kau jalani.

Karena...

Apapun yang kau inginkan, ini adalah sesuatu yang harus kau dapatkan dengan kekuatanmu sendiri.

1. Mulailah Intervensi Diri Sendiri, Ikhlaskan Masa Lalu dan Segera Beranjak Berlalu

do our best via https://id.pinterest.com

Karena setiap orang memiliki sesuatu yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan. Tidak peduli tentang perasaan, pekerjaan, pertemanan ataupun hobi yang tak tersampaikan. Mulailah menengok kembali dirimu, cobalah ikhlaskan masa lalu jika itu menjadikanmu resah. Simpan kenangan yang menyenangkan agar kamu tak berlarut di satu waktu.


"Meskipun cahaya kembang api akan mengilang, tapi kenangannya akan terus terjaga."


Kamu hanya perlu lebih dekat dengan Sang Pencipta. Allah SWT selalu ada di setiap lima waktumu dalam sehari. Serta mengiringi setiap hembusan nafasmu disetiap aliran nadi. Segera bangun, lekas berdiri, dan beranjak memperbaiki diri. Lepaskan resahmu, ikhlaskan masalahmu, mari lanjutkan kehidupan.

Advertisement

Walau kita sepakat, bahwa ikhlas itu ilmu yang sulit tapi sederhana, kamu hanya perlu mencoba tanpa berkeluh betapa sulitnya. Hidup sebaik-baiknya hari ini kawan.


Memperbaiki diri bukan hanya tentang melepaskan kesalahan dan penyesalan, tapi juga bagaimana kamu meningkatkan hal-hal terbaik agar menjadi lebih baik dikemudian hari.


2. Sederhanakan Apa yang Menjadi Prioritasmu, Buat Daftar Dan Tempel Dimakarmu

Mind Map via http://google.com


Mulailah untuk lebih berusaha berpenampilan menarik dan rapi, lebih dekat dengan keluarga dan sahabat, serta lebih giat dalam bekerja dan belajar.


Kamu bisa memulai apa yang menjadi resolusimu di tahun baru dengan sebuah catatan sederhana. Mulai buat daftar cita-cita dan tujuanmu, sampaikan saja apa yang terlintas di pikiran. Jika sudah, coba klasifikasikan dama 4 hal ( Pekerjaan, Pendidikan, Perasan, Hobi ). Di setiap grup klasifikasi kamu bisa sortir secara urut mulai dari yang paling prioritas. Kamu juga bisa menambahkah daftar klasifikasi sesuai keinginan.

Dalam hal pekerjaan misalnya, kebanyakan anak muda mulai berinvestasi dengan tabungan berjangka. Memaksakan menabung di awal bulan secara rutin dalam jangka waktu tertentu untuk membantu membeli rumah di beberapa tahun kedepan. Ada juga yang mulai bekerja mandiri dengan usaha kecil-kecilan tapi dengan semangat juang yang tak kalah dengan Bob Sadino. Sisihkan pendapatan, tekan pengeluaran dan lebih bersabar dalam kekurangan. Mungkin berat di awal, tapi hasil tak pernah menghianati prosesnya. Jangan sampai keringat usahamu dalam bekerja akan sia-sia karena egois dan gengsimu.

Pendidikan sangat penting, dan tahukah kamu? Belajar satu jam sebelum tidur dan satu jam usai bangun tidur secara RUTIN dan MENERUS selama 21 (dua puluh satu) hari sungguh akan menjadi pembeda bagi kamu yang melakukannya. Percayalah, takkan pernah rugi untuk satu hal ini.

Sedang klasifikasi lainnya, sejauh pikiran melayang ataupun sedalam hati tenggelam, "Perasaan" itu sangatlah sederhana, apapun situasinya. Sekali kita bersyukur, selesai sudah. Keinginan ini-itu akan padam. Kekecewaan dan penyesalan akan hilang. Kesal, marah, dsbgnya berguguran.


Ingat bahwa apapun tujuan dan cita-citamu di tahun yang baru, "Ketekunan" menjadi pembeda bagi setiap individu.


3. Lebih Banyak Menjalin Relasi, Sia-sia Hidupmu Jika Putus Silaturahmi

Every picture has story via https://id.pinterest.com

Sudahkah kalian baca salah satu artikel hipwee dibawah ini?

Berteman Dengan Mantan Adalah Bukti Kedewasaan. Ini 6 Alasan Untuk Menjalin Hubungan Positif Dengan Mantan​

Ehh.. kalo ada yang tiba-tiba baper, jangan guling-guling yaa…

Namun mantan disini bukan hanya tentang kekasih hati, tetapi juga mantan perusahaan tempat kita bekerja. Karena kita tidak tahu dengan siapa saja nantinya kita menjalani hidup. Hanya karena bekerja tidak sesuai harapan dan memiliki hubungan kurang baik dengan segelintir orang di tempat kerja terdahulu. Bukan berarti lalu memutus komunikasi dan silaturahmi.

Cobalah meluangkan waktu untuk menghubungi rekan kerja di perusahaan lama, coba bbm teman sekolahmu, coba whatsapp teman kuliahmu. Tanya kabar mereka, berbagi cerita akan menambah wawasan untuk lebih damai dan bersyukur dengan apa yang kamu miliki dan sedang kamu jalani.


"Percayalah bahwa ada seseorang di dunia ini yang bersyukur dengan apa yang kamu lakukan."


4. Jangan Hanya Sibuk Meraih Asa, Ada Tumpahan Rindu dari Ibu dan Keluarga

Do you miss her? via https://google.com


"Dimalam yang sesunyi ini, aku sendiri.. tiada yang menemani.. "

"Dan kini kusadari.. dia telah pergi.. tingalkan diriku.."


Kamu sudah telfon ibu belum kawan? sudah tanya kabar ayah belum?

Adakah yang merasa terlalu sibuk untuk bercengkerama dengan keluarga?

Sebegitunya kah? hngga tugas kuliah dan pekerjaan begitu menyita waktu kalian?

Mengawali tahun baru, jangan sia-siakan masa mudamu dengan hanya meraih asa dan mengejar cita-cita.


Lupakah kalian bahwa Ibu dan Ayah semakin menua.

Selagi sempat, berikanlah suasana yang hangat untuk kedua orang tua mu.


5. Konsisten dan Jangan Menyerah, Karena Tuhan Mengiringimu dengan Berkah

So be patient, verily, the promise of #Allah is true via https://id.pinterest.com


"Hasil tidak selalu menentukan akhir.

Kadang proses justru memperluas jalan."


Tuhan ada ketika kamu dalam susah, adakah dirimu melupakan-Nya ketika bahagia?

Tuhan ada ketika kamu dalam sakit, adakah dirimu melupakan-Nya ketika sehat?

Tuhan ada ketika kamu dalam sempit, adakah dirimu melupakan-Nya ketika lapang?

Mulai saat ini, sugesti diri sendiri untuk lebih konsisten agar dekat dengan Tuhan, jangan sia-sia kan waktumu tanpa-Nya.


Tidak ada hasil yang sempurna, karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna, namun Tuhan akan menyempurnakan setiap langkah yang terbaik untukmu.


Belum terlambat untuk instropeksi dan memperbaiki diri, entah sendiri atau bersama, menjadi lebih baik adalah esensi sesungguhnya sebagai manusia. Jadi, pastikan langkahmu tidak sia-sia. Mari melangkah lebih jauh, tidur lebih larut, bangun lebih awal, dan berusaha dengan lebih giat.