Halo mahasiswa Psikologi di seluruh Indonesia, seiring dengan waktu menjadi mahasiswa Psikologi cukup menyenangkan, jurusan ini memang terbilang baru di Indonesia, walaupun gak baru-baru amat yaitu tahun 1952 baru masuk Indonesia namun masih tergolong muda diantara ilmu lainnya. Karena hal ini makanya gak salah kalau masih banyak orang yang bertanya-tanya apa itu Ilmu Psikologi? Nah tentunya untuk kamu pernah kuliah di jurusan Psikologi pasti pernah ngalamin yang namanya dikira pembaca pikiran oleh teman fakultas lain, apa aja sih suka-dukanya menjadi anak Psikologi, yuk disimak!

1. Anak Psikologi ya? Baca aku dong!

Nah pertanyaan yang paling umum adalah “Wah lo anak Psikologi ya? Bisa baca pikiran? Baca aku dong!

Well sebagai mahasiswa Psikologi tentunya hal diatas bukan hal yang salah juga bukan hal yang benar, kenapa? Karena sebenarnya ilmu Psikologi itu mempelajari tingkah laku manusia berdasarkan proses mental yang terjadi. Jadi pastinya kamu udah “muak” dengan pertanyaan macam ini, padahal sebenarnya bukan membaca pikiran, tetapi salah satu kemampuan Psikolog yaitu mampu memprediksikan apa yang terjadi namun tentunya didasarkan atas kaidah ilmu Psikologi, jadi keahlian seperti ini juga tidak sembarangan dan hanya bisa didapatkan jika mendalami ilmunya, so kalian salah kalau nanya baca pikiran sama orang yang “masih” belajar untuk mendalaminya. So, please jangan lagi tanyakan kami pertanyaan seperti itu, karena kita juga masih bingung menjawabnya.

2. Psikologi kerjanya apa sih setelah lulus?

Advertisement

A: “Hei Bro, apa kabar? Kuliah dimana lo?”

B: “Hei Dim, gue kuliah di xx jurusan broadcasting, lu?”

A: “Wah keren bisa kerja di TV nanti. Oh gue ngambil Hukum”

B: “Bagus dong bisa jadi hakim nanti. Ngomong-ngomong si Dita kuliah di jurusan apa sih?”

A: “Oh si Dita? Setau gue jurusan Psikologi”

B: “Psikologi? Eh ngomong-ngomong Jurusan Psikologi nanti kerjaannya apa ya?

A: ??????

B: ??????

Mungkin itu sebagian pertanyaan populer yang dialami mahasiswa Psikologi, kadang-kadang merasa kok jurusan gue gak terkenal amat ya, sampe nanya segitunya nanti gue kerja apa? Padahal sebenarnya cabang psikologi itu banyak, ada klinis, sosial,eksperimen,konseling, anak dll, jadi nanti kerjaannya banyak dan bisa mengjangkau segala bidang, bisa jadi konselor, HRD, BK, dosen, peneliti dan pastinya jadi Psikolog dong, jadi kamu sekarang jangan bingung lagi Psikologi nanti kerrjanya apa? Karena kami anak Psikologi juga bingung ngejawabnya karena Psikologi bisa dibutuhkan disegala tempat.

3. Psikologi ya? Yang ngurusin orang gila?

Yah karena mereka taunya ya Psikologi itu ngurusin kejiwaan jadi jatohnya pikiran mereka pasti kamu nanti kerjanya ngurusin orang gila ya? Hmm.. maaf ya memang kami suka mengurusi orang yang memiliki “gangguan kejiwaan” tapi kata “gila” dalam kamus kami pantang untuk diucapkan,,tidak manusiawi, walaupun kami mengurusi orang yang punya gangguan mental dan kepribadian, tapi itu adalah pilihan karena Psikologi gak ngurusin orang “gila” melulu.

4. Jangan bohong di depan anak Psikologi, nanti ketahuan loh

telling a lie via https://www.pexels.com

Banyak buku-buku yang beredar dan dijual secara bebas mengatasnamakan Ilmu Psikologi, dari membaca gerak tubuh lah, baca pikiran lah, memang kemampuan seperti itu ada untuk bisa mengobservasi seseorang bohong atau tidak tapi kami sangat berhati-hati menggunakan penafsiran ini karena kemampuan observasi butuh waktu dan pengalaman, jadi omongan kami sebagai mahasiswa jangan sampai membuat suatu pemahaman yang salah.

5. Kok kalem-kalem ya kalian?

Memang tidak semua mahasiswa psikologi itu terlihat pendiam, kalem dan tidak banyak bicara, tapi sebagian besar memang punya penampilan yang tenang, hmm kami lebih suka menyebutnya “kontrol diri” jadi karena belajar psikologi itu juga membuat kita paham akan kepribadian kita maka lama kelamaan kita akan tau dan bisa mengontrol diri, itulah kenapa perkataan dan tingkah laku kami sedemikian rupa, bukan berarti jaim, tapi sebelum “menenangkan” orang kita harus menenangkan diri sendiri dulu.

6. Lebih mengenal kepribadian sendiri

orange t-shirt via https://www.pexels.com

Kepribadian introvert? ekstrovert? mungkin sudah akrab di telinga kalian bahkan yang bukan mahasiswa psikologi. Tapi di Psikologi punya banyak cara dan ilmu untuk bisa mengetahui kepribadian dan bagiannya, jadi kita bisa lebih spesifik lagi mengetahui tentang diri kita, tidak seperti kuis-kuis kepribadian yang belakangan ini populer, psikologi berbeda dengan itu, kita berdasarkan ilmiah sudah pasti kebenarannya, jadi bisa mengenal lebih dalam diri kita.

7. Jangan sangka Psikologi gak ada Matematikanya

Tidak sedikit yang menganggap bahwa Psikologi ini tidak mempelajari hitungan alias Matematika. Hahaha, jangan salah di Psikologi justru pengukuran itu adalah hal yang paling mendasar yang harus kita kuasai, statistika dan psikometri sudah hal umum, justru Psikologi itu penelitiannya betul-betul banyak karena yang diteliti adalah proses mental bukan fisik, tentunya memerlukan kemampuan Matematika dan hitungan guys.

8. Dituntut untuk bisa bersikap netral dan objektif melihat masalah

be objective via https://www.pexels.com

Nah ini dia bagian tersulitnya, karena kita punya motto memanusiakan manusia, maka harus bersikap netral, dan tidak memihak siapapun, harus melihat sesuatu berdasarkan dua sisi dan tidak boleh menghakimi ataupun melabeli seseorang.

9. Bedanya Psikolog ama Psikiater apa?

Sebenarnya yang paling mendasar adalah, Psikolog itu adalah S1 dan S2-nya adalah Jurusan Psikologi, sedangkan Psikiater adalah S1 Kedokteran dan S2-nya spesialis kejiwaan, trus cara kerja keduanya beda, jika dokter menggunakan obat maka psikolog menggunakan terapi-terapi kepada pasiennya.