Pasti semua tidak akan pernah percaya dengan keindahan alam yang dimiliki oleh daerah pedesaan, di pelosok ujung paling barat Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Tepatnya Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ada begitu banyak tempat yang bisa dijadikan objek untuk berwisata bersama sahabat, keluarga, atau pun hanya untuk refreshing semata.

1. Puncak Gunung Lio dan hutan pinusnya.

Gunung Lio & hutan pinus via https://www.facebook.com

Pegunungan Lio dan puncaknya adalah Gunung Kumbang (1218 dpl). Ke sebelah utara sedikit, ada Gunung Gora. Pada masa perang kemerdekaan, Gunung Pojoktiga dan gunung beserta hutan di wilayah ini, merupakan daerah strategis bagi perlawanan melawan penjajah. Ketika para pejuang di perkotaan (daerah dataran rendah Pantura) mulai terdesak, maka mereka akan lari untuk menyusun pertahanan kembali di pegunungan ini.

Pada zaman di awal kemerdekaan, gunung ini pula yang dijadikan basis pertahanan DI/TII pimpinan Amir Fatah. Karakteristik medan yang dimiliki dan medan yang sangat sulit untuk dilewati, bagi yang belum mengenal daerah tersebut.

Namun sekarang berbeda dengan dahulu. Dengan adanya jalan raya penghubung kecamatan Salem menuju Brebes, jalan pun mudah untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun kendaraan anda harus dalam kondisi prima karena jalannya cukup terjal dengan banyak tanjakan dan tikungan. Jangan khawatir kelaparan dan kepanasan.

Advertisement

Sepanjang perjalanan banyak warung jajanan dan disuguhkan pemandangan nuansa sejuk karena melewati hutan jati dan pinus. Pas banget buat kamu yang hobi motret!

2. Sunrise Bukit Panenjoan

Sunrise Bukit Panenjoan via https://www.facebook.com

Berada di Dusun Babakan Desa Wanoja, Bukit Panenjoan adalah tempat strategis berada tak jauh dari jalan raya desa Windusakti-Capar. Sekitar 50 meter di pinggir jalan untuk melihat sunrise dan wilayah kecamatan Salem secara keseluruhan. Untuk melihat sunrise di sini, tak perlu menunggu dari subuh atau pagi-pagi banget. Kamu akan kelamaan nunggu.

Jam setengah enam aja tongkrongin di Bukit Panenjoan. Di sini, matahari terbit sekitar jam enam pagi. Ingat ya kawan, jangan nyampah di sini!

3. Terasering Pesawahan

Terasering Sawah via https://www.facebook.com

Menikmati pemandangan Terasering Pesawahan tak akan pernah ada habisnya. Kecamatan Salem banyak warganya yang berprofesi sebagai petani padi. Tak ayal, terasering sawah pun banyak ditemui di seluruh desanya, yang dan tentu tak kalah indahnya dengan terasering sawah di Ubud Bali. Terasering menyerupai kupu-kupu, dengan sunrise-nya dan banyak keindahan lainnya jika dilihat dari atas bukit.

Nah, bagaimana? Masih pengen diem aja di rumah? Tunggu apalagi? Segera persiapkan gadget kamu! Dijamin gak bakal nyesel!

4. Ground Camp

Ground Camp via https://www.facebook.com

Camping Ground merupakan salah satu yang dimiliki Desa Tembongraja, desa Capar. Camping sebagai kegiatan rekreasi yang terbaik dan favorit di kalangan keluarga, pemuda, dan pasangan di seluruh dunia. Manfaatnya sangat beragam. Setiap orang mendapatkan sesuatu yang berbeda dari pengalamannya.

Camping Ground dapat digunakan sebagai sarana untuk mengeratkan hubungan keluarga, kerabat, kolega, meningkatkan kebersamaan, melatih kebugaran fisik, dll. Bawa perlengkapan camping-mu di sini! Gelar dan nikmati kehangatannya bersama sahabatmu!

5. River Tubing di Sungai Cigunung

River Tubing via https://www.facebook.com

Menyusuri alam pegunungan yang masih asri dan alami akan membuat pikiran dan suasana hati anda lebih fresh. Kegiatan ini sangat cocok untuk anda yang menyukai tantangan dan petualangan. Banyak aliran sungai di kecamatan Salem yang bisa digunakan untuk beraktifitas seperti river tubing ini. Arus yang cukup deras dan sungai yang lebar dan banyak jeram yang akan dilewati akan menambah adrenalin.

6. Ranto Canyon

Ranto Canyon via https://www.facebook.com

Ranto Canyon terletak di sebelah barat dari desa Tembongraja, yaitu di Desa Winduasri. Ia merupakan aliran Sungai Cigunung yang berada di tengah hutan dan masih jarang tersentuh oleh masyarakat sekitar. Keunikan Ranto jelas sejak pertama kali berangkat dari desa Tembongraja, yang sudah disajikan dengan keindahan alamnya.

Saat memasuki kawasan Ranto, kita akan dihadapkan dengan keunikan keadaan sekitar yang terjadi karena hasil alami. Yaitu semacam air terjun yang merupakan pintu masuk jalur Ranto Canyon, tapi dengan struktur yang berbeda dari air terjun biasanya. Air yang mengalir di air terjun sekilas jatuh di kubangan kecil tapi struktur sebenarnya sangat dalam dan melebar di bawah (orang sekitar menyebut berbentuk guci/buyung).

Lebih dalam lagi, kita akan disuguhkan dengan aliran air yang mengalir di antara bebatuan dan berdindingkan bebatuan berusia ratusan tahun dengan ketinggian hampir 10 – 20 meter dari dasar sungai. Aliran air yang mengalir dengan struktur demikian, akan terus dapat kita jumpai sampai 300 – 500 meter dari pertama kita turun di Air Terjun Buyung.

Di pertengahan jalan menyusuri Ranto Canyon, kita akan disuguhi air terjun yang begitu menakjubkan. Ketinggian tebing yang berkisar antara 20m ini, air yang jatuh bahkan bukan dalam bentuk aliran lagi tapi dalam bentuk butiran seperti air hujan. Apalagi dengan hawa yang sejuk, akan semakin menambahkan ketakjuban kita kepada alam dan seolah kita berada di luar dimensi kita hidup.

7. Ramah warganya

Senyuman ramah via https://www.facebook.com

Kecamatan Salem merupakan salah satu kecamatan dari Kabupaten Brebes, yang terdiri dari 21 desa. Walapun akses jalan penghubung sudah rusak, namun tidak mengurangi kegiatan masyarakat sehari-hari. Budaya gotong royong di Salem ini sangat kental dan hubungan antara masyarakat dengan aparat desa serta desa dengan kecamatan dan kabupaten sudah terjalin baik.

Tak heran jalan dalam desanya sudah diaspal dan sudah memiliki gedung badminton atau gedung serbaguna. Di setiap desa yang sekaligus sebagai tempat musyawarah dengan lapisan masyarakat setempat. Kecamatan ini berada di dalam hutan sehingga untuk menuju ibukota kabupaten harus melewati hutan dengan jarak kurang lebih 30 km. Untuk mata pencaharian yang utama adalah pertanian.

Semua penduduk Kecamatan Salem berbahasa dan berkebudayaan Sunda sejak berabad-abad yang lampau. Mereka adalah penduduk asli di daerah ini. Pada masa lampau, daerah Salem termasuk dalam wilayah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran. Ada sementara cerita lisan yang mengatakan bahwa penduduk Salem ada keterkaitan dengan Kejadian Perang Bubat zaman Majapahit.

Kecamatan Salem merupakan daerah pegunungan (400-900 mdpl), di mana Salem sendiri berada di lembah yang dikelilingi hutan dan deretan pegunungan di sekitarnya, berhawa sejuk (16-22° C), dan memiliki panorama yang indah. Lansekap kecamatan Salem mirip mangkok bakso. Di kiri dan kanannya adalah daerah pegunungan – perbukitan yang cukup tinggi. Sementara di tengah-tengahnya adalah wilayah kecamatan Salem.

Dengan kondisi daerah tersebut, wilayah Salem merupakan daerah yang masih cukup terisolir. Secara militer, wilayah Salem merupakan daerah pertahanan yang efektif. Dengan menyandang daerah pertanian yang subur, maka tidak aneh wilayah kecamatan Salem merupakan daerah strategis secara politis.

Salem dapat diakses dengan jalan darat melalui tiga jalur utama yaitu: dari Bumiayu (timur) sekitar 40 km, dari Majenang (selatan) sekitar 20 km, atau dari Banjarharja melalui desa Sindangheula dan mendaki Gunung Lio utara (sekitar 30 km). Akses menuju Salem dari jalur manapun harus melalui jalan yang terjal dan sempit. Untuk dilalui kendaraan roda empat, cuma ketiga jalur tersebut.

Akan tetapi harus ekstra hati-hati karena terjal. Terutama dari arah Sindangheula (utara). Ada satu lagi jalur alternatif, yaitu jalur barat Kuningan melalui desa Capar – Ciwaru, tetapi harus dengan jalan kaki. Untuk jalanan utama di Kecamatan Salem sendiri, kualitasnya sudah cukup baik dan terawat.