Waktu cepat sekali berlalu, rasanya baru kemarin sore kamu masih ada di samping aku. Baru kemarin kita Play lagu favorite kita di tempat favorite kita. Baru kemarin kita sama – sama berjanji kalau jarak ini tidak akan memisahkan kita apapun keadaannya ke depan nanti. Dan kamu janji akan menemuiku di kota itu. Kota kelahiran aku dan kamu. Tapi rasanya itu hanya seperti perkataan anak kecil.

hari ini berkata seperti ini esok sudah tak ingat apa yang dikatakannya kemarin.

 

1. Mungkin jika kita dipertemukan seperti 2 orang yang tak saling mengenal

Kamu tahu? Sudah berapa lama kita tak saling bertatap muka? jangankan bertegur sapa. Berteman di dunia maya pun sudah tidak lagi. Soal siapa yang memutuskan tali silaturrohim ini? Jelas bukan aku. Ya, waktu begitu cepatnya berlalu. Sekarang kita sudah seperti orang yang sudah tidak mengenal satu sama lain. Entah kamu yang menjauhiku atau ini hanya perasaanku saja. Yang jelas kamu dan aku bukan lah “kita” yang dulu. Bahkan, mungkin di luar sana sudah ada yang lain yang sudah menggantikan posisiku di hatimu.

Siapapun orangnya aku berharap semoga ia tidak kau sia-siakan lagi seperti kau menyia-nyiakanku.

2. Hujan itu menceritakan kembali kisahmu

Hari ini hujan turun lagi. Di bulan februari, bulan yang kata orang penuh kasih sayang. Ah, bulshit bukankah seharusnya setiap hari adalah hari kasih sayang? Entahlah, hatiku terasa beku sejak kamu pergi memutuskan hubungan denganku. Sampai detik ini, aku masih tidak percaya kau pergi begitu saja tanpa pamit langsung di depan wajahku. Kau hanya memutuskan secara sepihak melalui handphone mu. Mungkin kamu memiliki alasan yang tidak bisa kau ungkapkan kepadaku.

Tapi aku sampai saat ini aku masih belum menerima alasan itu darimu.

3. Semua terasa melayang di otakku dan tidak dapat berhenti berputar

Lagi lagi aku mengingatmu di sela-sela keseharianku. Padahal aku sudah sengaja menyibukkan diriku sesibuk sibuknya, bahkan sampai aku lupa makan, mandi, tidur. Sampai aku melupakan waktu untuk diriku sendiri. Semua itu aku lakukan agar tak sedikitpun aku bisa mengingatmu. Agar pikiranku bisa kualihkan pada hal yang lain. Hal yang lebih penting untuk diingat. Tapi, kenapa kamu selalu membayangi setiap hariku. Kalau boleh meminta,

aku minta agar kehilangan ingatan semua tentangmu. Agar aku bisa tenang menjalani rutinitasku.

4. Mengunjungi tempat-tempat baru, berharap agar aku bisa membuang memori tentangmu

Tidak jarang aku melakukan perjalanan sendirian. Sebab ada yang bilang padaku, berpetualanglah disaat kau sedang sedih. Niscaya indahnya alam akan menghapuskan kesedihanmu. Namun, setiap lamunanku terbayang cerita-cerita yang telah kita lewati bersama. Semua perkataanmu padaku masih terasa terdengar jelas di telingaku. Aku berusaha untuk melawannya, tapi lagi lagi aku selalu kalah dengan bayangan tentangmu.

Apakah masih mungkin aku bisa menambatkan hatiku pada selain kamu?

5. Selama apapun waktu, kamu tetap ada di ingatanku

2 tahun lamanya semua hal yang berhubungan antara aku dan kamu sudah berakhir. Artinya, seharusnya berakhir juga pikiran dan perasaan ku padamu. Tapi kenapa? Semakin aku melupakanmu, bayangan mu semakin kuat, semakin tergambar jelas dibenakku? Padahal sama sekali bukan ini yang kuinginkan. Jika kita tidak berjodoh mau diapakan lagi.

Sesungguhnya, seseorang sudah memiliki porsinya masing-masih dalam kehidupan kita. Entah untuk tetap bersama atau pergi dan memberikan pelajaran yang berharga. dan menurutku, kamu ada di opsi terakhir itu.

6. Untuk urusan membuka hati, sudah seringkali aku jalani. Tapi aku seakan kehilangan arah dan memutuskan untuk memutar balik

open ur heart

open ur heart via http://www.yourtango.com

Perkara membuka hati, sudah seringkali aku berusaha membuka hatiku pada orang selain kamu. Aku berusaha memberanikan diriku agar tidak takut menghadapi lawan jenis. Agar aku tidak tenggelam pada kesedihan yang berlarut-larut, agar aku tidak trauma atas kejadian di masa lalu denganmu. Tapi, setiap orang yang masuk entah mengapa aku tidak merasakan feel yang aku rasakan ketika aku berbicara denganmu, saat aku bergurau denganmu, saat aku berhadapan denganmu, saat aku bersamamu.

Mereka tidak memiliki feel itu. Aku juga tidak mengerti apa yang salah dan aku pun sendiri tidak dapat menjelaskan bagaimana feel itu. Aku hanya bisa merasakannya.