Hai, kamu yang tak ku sebut namanya! Masih ingatkah dirimu tentang skenario yang kita lukiskan tahun lalu? Kita yang sama-sama  sebagai produser dari cerita kita. Ternyata kita begitu hebat ya! Merangkai satu per satu kisah dan kini bisa kututurkan di sebuah cerita. Meski sudah setahun berlalu tapi bukan jadi kendala untuk sekedar mengenang kembali kisah waktu itu.

 

1. Kesan yang tercipta membuat ku jadi seorang pengingat yang super!

Semua Tentang Kita

Semua Tentang Kita via http://tentang.kita.co.id

Memang benar, wanita adalah mahluk ciptaan Tuhan yang hebat sekali untuk mengingat tanggal yang berkesan & penting baginya. Dan ternyata, aku salah satu dari mahluk Tuhan itu. Memang tercipta begitu singkat dan berliku-liku. Namun, aku tidak merasakan suatu kesusahan saat mengingat semuanya. Benar-benar kuakui pernah merangkai cerita bersama mu membuat ku jadi seorang “penghafal” yang sangat handal. Padahal sudah berlalu ratusan hari, tapi ingatan ini masih saja jernih akan cerita itu. Lalu, bagiamana denganmu? Masih ingatkah?

2. Hujan yang menjadi saksi bisunya.

Semua Tentang kita

Semua Tentang kita via http://tentang.kita.com

Hembusan angin dan gelap nya embun pada waktu itu tidak merasa iri dengan kebersamaan kita, sehingga mereka mendatangkan hujan lebat, seakan-akan mereka mengerti dan mendukung kita untuk tetap bercanda gurau pada waktu itu. Mengingat tingkah konyol dan sipu malu mu kemarin membuaat signal kerinduanku semakin tinggi, bagaikan antena yang tak menemukan radarnya untuk berkecimpung. 

3. “Yang Serius takkan pernah pergi”

Semua Tentang Kita

Semua Tentang Kita via http://semua.tentang.kita.com

Pesan singkat yang pernah menjadi komitmen pada masa itu tapi, yang membuatku selalu yakin dan percaya kalau kita memang benar-benar membuktikannya. Sempat merasa bangga dengan diriku sendiri karena merasa telah menjadi pemenang dari beberapa dayang-dayang yang menginginkan posisi yang sama. Tapi ternyata Kalimat itu yang membuatku bodoh, karna saking berpegangnya ternyata tak kusadari kalau kau perlahan-lahan sudah melepskannya.

Masih sangat keras di ingatanku, pesan terakhirmu yang berisi kata-kata terakhir & pamit. Tak ada angin tak ada hujan semudahnya kau lepaskan tali silaturahmi kita. Memaksa aku berfikir keras, kesalahan apa yang telah kulakukan sebelumnya? Pertanyaan yang melonjak-lonjak terus di pikiran, aku yang tak mau berhenti memikirkannya sebelum menemukan jawaban nya.

4. “Kau dan seseorang”

Semua Tentang Kita

Semua Tentang Kita via http://Semuatentangkita.com

Sekian bulan aku hanyut dengan pesan singkat mu yang sangat misteris itu, berbulan-bulan masih dalam penantian yang jauh dari kepastian dan aku menemukan jawaban dari semuanya. Kau dan seseorang yang menjadi penjawab kalbu ku pada saat itu.

Sakit hati dan kecewa yang begitu dasyat kurasakan, belum terbayangkan olehku sebegitu teganya kau lepaskan dengan seketika. Benci yang luar biasa dengan cepat hadir di alam pikiranku, dan mengingat kata yang pernah terlontar membuat ku semakin dekat dengan arung jeram kebencian “pertahankan aku” ! ( masih ingat?)

5. “Mengagumimu dalam doaku”

Semua tentang Kita

Semua tentang Kita via http://Semua.Tentang.kita.com

Membawa namamu dalam sebait doa, itu lah hal yang tak pernah absen kulakukan. Seiring berjalannya waktu, membuat ku sadar bahwa membencimu tak ada arti bagiku. Setelah berjuang sendiri untuk bangkit dari sakit, membuat ku memilih untuk cukup mengagumimu dalam doaku saja. Merindukanmu dari kejauhan menjadikan alasan ku untuk tidak mengusikmu. Perlahan ku menyadari, mungkin kau di hadirkan Tuhan hanya di hati ku saja bukan untuk dihidupku.

Perjalanan kisah denganmu membuatku mengerti akan sebuah perjuangan. Ternyata tak selamanya orang yang terlihat memperjuangkan akan benar-benar menjadi bagian hidup kita. Menyaksikanmu bahagia dengan “dia” aku hanya mengingatkan untuk tidak lupa dengan yang namanya “karma”. Memang bukan sekarang kau dapati, tapi yakin lah “apa yang telah kau tanam, maka kelak juga akan kau tuai”. Cepat atau lambat kelak kau juga akan berada diposisiku, entah itu akan semakin kejam atau apalah, yang ku tahu “Tuhan tak pernah buta dengan semua perlakuan umatnya”

Terimakasih telah mengajarkanku arti sebuah penghianatan, darimu aku belajar bagaimana bangkit dari keterpurukan.