Kebanyakan orang pernah mengalami berbagai macam emosi, seperti merasa bersyukur, bahagia, marah, atau sedih. Rasa bersyukur atau bahagia dapat dikategorikan sebagai emosi yang positif, sedangkan rasa marah atau sedih dapat dikategorikan sebagai emosi yang negatif.

Emosi positif sendiri cenderung dikaitkan dengan hal yang baik atau positif dan suatu emosi yang cenderung tidak membawa rasa sakit atau rasa tidak nyaman. Sebaliknya, emosi negatif cenderung dikaitkan sebagai hal yang tidak baik atau negatif dan cenderung memberikan perasaan sakit atau tidak nyaman. Karena emosi negatif cenderung berhubungan dengan rasa sakit dan tidak nyaman, maka beberapa orang cenderung berusaha untuk tidak mengakui, membuang, mengontrol, atau menekan emosi negatif tersebut. Sebagai contoh, ketika seseorang merasa stress atau cemas, tidak sedikit orang yang cenderung menekannya atau bahkan berusaha melupakan pengalaman yang dapat membuatnya sedih atau sakit sehingga ia tidak perlu merasakan perasaan stress tersebut. Terdapat beberapa kasus orang yang lupa akan pengalaman tertentu yang terlalu menyakitkan atau menyedihkan baginya. Terdapat beberapa orang juga yang mungkin berusaha menolak atau lari dari perasaan atau emosinya sendiri.

Emosi negatif memang dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak atau tidak nyaman, juga dapat menyebabkan rasa sakit. Jika orang-orang disuruh memilih, mungkin banyak orang yang cenderung lebih memilih merasakan emosi yang positif dibandingkan emosi yang negatif. Walaupun begitu, perasaan atau emosi yang negatif sebenarnya juga merupakan emosi yang penting dan diperlukan dalam diri seseorang. 

1. Munculnya emosi negatif dapat memunculkan hal yang positif dalam diri seseorang. Salah satunya adalah seseorang jadi dapat menyadari (dan menghargai) hal yang tidak disadari sebelumnya

Positive and Negative via https://www.google.co.id

Dengan adanya perasaan penyesalan atau kehilangan, seseorang dapat menyadari betapa berharganya sesuatu (yang hilang tersebut).

Dengan merasakan kesepian, seseorang dapat menyadari bahwa selama ini keluarga, teman, atau seseorang yang selalu menemaninya merupakan sesuatu yang penting dan harus disyukuri.

Dengan adanya kesedihan, seseorang jadi dapat belajar mensyukuri dan menikmati kebahagiaan yang dirasakannya. Mungkin ketika emosi negatif tersebut tidak muncul, seseorang kurang atau bahkan tidak menyadari hal penting dalam dirinya, tetapi dengan munculnya emosi negatif yang ada dapat membuatnya menjadi lebih menyadari pentingnya suatu hal. 

2. Selain itu, dengan adanya emosi negatif, hal yang telah dicapai dengan susah payah dapat mempunyai nilai yang lebih lagi

Blind runner via https://www.google.co.id

Advertisement

Ketika seseorang berusaha untuk mencapai tujuan atau goal-nya dengan bercucuran air mata dan susah payah, maka ketika tujuan atau goal-nya tercapai, orang tersebut kemungkinan besar juga jadi dapat merasa lebih bersyukur dan bangga terhadap hasilnya.  

3. Emosi negatif juga dapat sebagai tanda-tanda dan dapat membuat seseorang menjadi lebih waspada atau hati-hati

Having affair via https://www.google.co.id

Ketika seseorang merasa ada yang tidak beres dengan orang lain, seseorang dapat merasakan emosi-emosi negatif, sepertu curiga atau cemas. Terdapat beberapa orang juga suka merasa cemas ketika merasakan bahwa ada sesuatu buruk yang akan terjadi. Perasaan atau emosi yang muncul tersebut dapat membuat orang lebih waspada atau hati-hati dalam melakukan sesuatu. 

4. Emosi (negatif) juga dapat memperlihatkan dan mengingatkan seseorang bahwa ia masih hidup dan merupakan makhluk hidup

Robot and Human via https://www.google.co.id

Salah satu hal yang dapat memperlihatkan bahwa suatu hal merupakan makhluk hidup dan masih hidup adalah emosi. Pohon atau tumbuhan yang tidak bisa bergerak sekalipun dapat merasakan emosi dan dapat mempengaruhi kehidupan mereka, begitu juga dengan manusia. Dengan dapat merasakan berbagai macam emosi, dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih berwarna dan beragam. 

5. Adanya emosi negatif juga dapat mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial dan membutuhkan satu sama lain

Bergandengan tangan via http://www.qureta.com

Ketika seseorang merasakan emosi negatif tertentu, seperti stress atau depresi, seseorang cenderung lebih membutuhkan orang lain untuk sekedar menemani atau sebagai bentuk "pelampiasan". Johann Hari mengatakan bahwa koneksi atau hubungan dengan orang lain cenderung dapat membuat seseorang tidak melampiaskan diri ke obat-obatan terlarang atau membantu seseorang terlepas kecanduan.

Selain hal-hal di atas, mungkin masih ada hal-hal lain yang dapat memperlihatkan bahwa emosi negatif tidak lebih penting dari emosi positif. Emosi negatif juga merupakan sesuatu yang penting dan diperlukan dalam diri seseorang. Seperti halnya timbangan yang memerlukan dua sisi yang sama beratnya untuk membuat timbangan tersebut menjadi seimbang, dalam kehidupan manusia juga diperlukan dua sisi (emosi) yang sama beratnya agar membuat kehidupan menjadi lebih seimbang. Selain itu, adanya emosi negatif juga memperlihatkan bahwa dalam segala sesuatu yang negatif tidak selalu selamanya negatif.

Hal-hal yang negatif dapat membuat seseorang mempelajari berbagai macam hal positif bahkan mungkin dapat merupakan suatu proses untuk mencapai suatu hal yang positif. Ketika kita merasakan hal atau emosi yang negatif, maka dibandingkan berusaha untuk menolak, tidak mengakui, membuang, atau menekannya, mungkin kita dapat belajar untuk lebih melihat hal yang positif dari hal negatif tersebut, sehingga dapat membuat kehidupan menjadi lebih seimbang.