Setiap anak memiliki orangtua yang profesinya berbeda-beda. Dan setiap orangtua punya cara yang berbeda untuk menafkahi setiap anaknya. Di zaman sekarang, bukan hanya ayah saja yang bekerja di luar rumah, seorang ibu juga dapat bekerja..

Diantara semua pekerjaan yang lazim dilakukan seorang ibu rumah tangga, penjahit merupakan profesi yang menjanjikan di bidang bisnis. Karena tak perlu keluar rumah untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, sang ibu dapat mengawasi anak-anaknya dengan baik di rumah. Hal-hal inilah yang akan kamu alami jika ibumu seorang penjahit!

1. Sering menjadi model dadakan saat ada pesanan baju. Mau nolak, tapi ini yang minta ibu :’)

Mencoba baju baru via http://f.tqn.com

Setiap satu baju selesai dibuat, ibumu akan memanggilmu buat nyobain baju yang sudah jadi. Alasannya supaya bisa liat langsung ‘jatuhnya’ baju itu yang sudah dipakai. Sabar-sabarlah jika kamu sedang sibuk ngerjain tugas dan ibumu memaksamu buat nyobain baju buatannya.

“Dek, sini, cobain baju pesenan Mama Gion!”

“Adek lagi ngerjain tugas, Ma.”

“Sini, bentar doang!”

2. Tapi asyik juga sih. Kita jadi punya stok baju banyak dan bermacam-macam

Ibu menjahitkan bajumu via http://izba.wrog.pl

Inilah keuntungan paling besar yang kamu rasakan ketika punya ibu seorang penjahit. Kamu bisa minta dibuatkan baju sesuai seleramu. Dan tentunya gratis! Kalau kamu bingung model baju yang kamu inginkan, ibumu pasti akan ngasih saran model baju yang cocok buat kamu.

3. Menjadi terkenal di kalangan teman-teman sepermainan sampai ibu-ibu komplek. Haha!

Advertisement

Dikenal tetangga via http://smarterfencing.com.au

"Iya itu si Arni anaknya Bu Titik tukang jahit…."

Menjadi anak seorang penjahit membuatmu dikenal oleh orang banyak. Terutama di kalangan teman sepermainan dan ibu-ibu sekitar rumahmu. Apalagi jika jahitan ibumu terkenal rapi dan sesuai dengan pesanan. Pasti makin banyak yang mengenalmu karena pelanggan ibumu banyak.

4. Ngeselinnya, waktu main jadi tabrakan dengan jadwal mengantarkan pesanan jahitan. Hmmm…

Mengantarkan pesanan via http://cdn.idntimes.com

Saat kamu hendak keluar rumah, itulah kesempatan ibumu untuk memanfaatkan tenagamu buat nganterin baju pesanan yang sudah kelar. Itung-itung hemat tenaga dan hemat ongkos!. Tapi, lain halnya jika kamu minta upah setelah itu, hahaha.

“Ma, Adek mau keluar, ya!”

“Anterin baju pesenan ke Mama Rara dulu ya dek?”

“Tapi adek minta uang upah ya, Ma?”

“Apa?! Sedeket itu kamu masih minta duit?! Ya sudah, mulai besok Mama nggak kasih kamu uang jajan buat di sekolah!"

5. Rumah jadi penuh dengan bahan dan pola jahitan yang menumpuk. Percuma juga dibersihin, nanti juga berantakan lagi :’)

Rumah berantakan via http://uglyhousephotos.com

Punya ibu seorang penjahit akan menjadikan rumahmu menjadi gudang bahan dan pola jahitan. Rumahmu juga akan dihiasi dengan pola jahitan yang menggantung di dinding. Kamu harus siap-siap dengan kenyataan itu. Bukan hanya sudut rumah, bahkan kamu harus siap berbagi lemari supaya ibumu dapat menyimpan bahan jahitannya dengan baik.

6. Love-hate relationship sama kakak atau adik kalau rebutan minta dibuatin baju sama ibu

Berkelahi dengan saudara via http://image.hotdog.hu

Jika kamu punya saudara dan ibumu seorang penjahit, hidupmu penuh dengan persaingan. Terutama saat kalian minta dibuatkan baju. Akan ada cekcok mulut dan iri-irian saat proses pembuatan baju. Ibu kalian akan makin kewalahan, dan lebih memilih buat ngerjain baju pesanan yang bayarannya bukan hanya ucapan terma kasih. Hiks~

“Ma, kakak bikinin baju dong!”

“Ih.. 'Kan kakak kemarin sudah, sekarang giliran aku.”

“Kemarin 'kan buat acara, sekarang baju buat hangout!”

“Adek juga mauu…”

“Stop! Mama ngerjain baju pesenan Bu Via dulu!”

7. Sudah jadi santapan sehari-hari deh kalau “diganggu” tamu yang minta jahitannya dikerjakan segera

Akan ada saat di mana kamu sedang asyik nonton TV dan tiba-tiba ada pelanggan yang dateng buat ngejahitin. Dan kamu terpaksa harus ngelewatin acara favorit itu karena malu ada tamu. Dan kadang juga, kamu bisa ikutan nimbrung cerita sama si tamu 🙁

8. Ikut mengalami pasang-surut karir ibu. Ah Bu, aku jadi rindu…

Mengalami pasang surut karir ibu via http://gb.fotolibra.com

Menjadi penjahit, otomatis penghasilan ibumu gak tetap. Kamu akan merasakan pasang surut karir ibumu. Contohnya saat kamu minta sesuatu, akan ada saatnya ibu kamu bilang, “Sabar ya, nak. Ibu belum punya uang.” Dan kamu yang nggak tega karena ucapan ibumu, harus memendam dalam-dalam keinginanmu buat beli barang itu.

9. Suka dimintain harga temen, terutama kalau sudah langganan dan akrab sama kita. Yaelah…

Kemungkinan dimintain harga teman via http://awesomememories.com.sg

Berteman denganmu yang anak penjahit merupakan keuntungan teman-temanmu juga. Mereka bisa minta dibikinin baju oleh ibumu. Dan tentunya, bisa minta dibikinin dengan biaya yang lebih murah juga! Hahaha.

“Bulan depan gue tunangan nih, Ris. Bisa minta tolong sama ibu loe buat buatin baju nggak?”

“Hmmm.. Boleh.”

“Tapi buat gue harganya lebih murah, ya? Kita 'kan temen, dan dari zaman kita kecil, ibu gue juga langganan ibu loe.”

10. Tapi tentunya, keluarga kami punya peluang usaha yang lebih besar di luar sana

Kemungkinan berbisnis via http://freestockphotos.name

Dengan melihat ibumu menjahit, bagi kamu yang perempuan mungkin hatimu akan tergerak untuk mengikuti jejaknya. Ya, kamu punya memang punya peluang untuk membantu bisnis ibumu atau membuat bisnis baru. Menjadikan ibumu sebagai ‘panduan’ untuk memulai usahamu tentu sah saja!

Tak perlu buru-buru, kamu bisa membuka online shop atau butik kecil-kecilan terlebih dahulu. Lalu dengan gigih mengembangkannya, dan bersiaplah untuk terjun ke dunia bisnis!.

11. Biasanya kemahiran dan kekreatifan ibu menurun ke anaknya, sih… Ini nih yang paling nyenengin!

Kecipratan kekreatifan ibu via http://unisoultheory.com

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Punya orang tua penjahit yang sudah pasti kreatif  pasti akan membuatmu kreatif juga.

12. Karena menjahit itu butuh ketelitian, membantu ibu membereskan rumah itu sebuah kewajiban

Bersih-bersih rumah via http://petandhomecare.com

Seorang Ibu yang juga menjahit, terkadang kewalahan buat mengurus bisnis dan rumahnya. Maka anak perempuan pun jadi sasaran empuk buat disuruh ngebantuin membersihkan rumah. Bagi anak laki-laki dari seorang ibu yang penjahit, pasti juga pernah jadi sasaran. Dan inilah yang terkadang membuat para kakak-beradik ribut karena saling melempar tugas.

“Kak, sapuin dulu ruang tamunya. Mama lagi sibuk jahit nih.”

“Tadi 'kan kakak sudah, Ma. Sekarang giliran adek.”

“Adek tadi sudah nyikat kamar mandi!”

Dan akhirnya, ruang tamu pun nggak jadi bersih karena perang itu makin memanas

Itulah hal-hal yang akan kamu alami jika ibumu adalah seorang penjahit.

Ingat, apapun pekerjaan orangtuamu, hormatilah mereka dengan sepenuh hati. Merekalah orang-orang yang selalu berusaha keras membahagiakanmu.