Terkadang orang bisa dengan seenaknya menentang kisah cinta kita. Menetapkan standar-standar yang mereka anggap pantas untuk sebuah hubungan.

Namun rupanya mereka lupa, jodoh itu Tuhan yang tentukan, bukan mereka.

1. Untukku, kamu orang terbaik yang aku temui.

kamu yang terbaik via http://www.wallpaperg.com

Kisah cintaku bukan hanya bermula dari dirimu. Banyak kisah yang sudah kulalui, dan tak ada yang sebaik dirimu.

Pernahkah kamu berpikir, di mana aku bisa mendapat orang sesabar dirimu? Pernahkah kamu berpikir, di mana aku bisa mendapat orang sedewasa dirimu, yang ribuan kali mau mengalah? Yang ribuan kali bertengkar namun cintanya tak pernah pudar?

Kalau kamu ragu dengan perkataanku, coba jelaskan, di mana aku bisa mendapatkan sosok seperti itu? Yang sebaik dirimu.

2. Tidakkah kamu lihat, begitu banyak senyum tergurat di wajahku, begitu kita sudah bersama.

Advertisement

hari tidak pernah terasa berat via http://www.sofeminine.co.uk

Hidupku bukan tanpa masalah. Tapi entah kenapa, dengan hadirnya dirimu, semua terasa lebih mudah. Selalu ada alasan untuk tersenyum. Selalu ada cara untuk saling menopang. Karena kita sama-sama sadar, hidup yang kita lalui bukan tanpa badai, dan kamu dipertemukan untuk menjadi penolong yang sepadan untuk diriku.

3. Mereka yang menentang kisah cinta kita, terkadang membuatku pesimis. Akankah kutemui orang lain, sebaik dirimu?

mengapa harus berpisah via http://wallpaperswide.com

Ada saja yang mengomentari kisah cinta kita. Bahkan, bukan hanya mengomentari, tapi menentang dan mulai memberikan standar-standar yang mereka anggap pantas diterapkan dalam sebuah hubungan.

Tunggu…tunggu… Yang menjalani kisah cinta ini kan kita berdua. Lalu jika kita berpisah, dan bersanding dengan orang lain yang mereka anggap baik, apakah ada jaminan bahwa itu cinta sejati? Ada jaminan nantinya tidak ada perpisahan?

Cinta itu komitmen antara dua orang manusia kepada Tuhan, untuk saling menyayangi dan menghargai. Bukan paksaan dari banyak orang, yang tak jelas ujungnya.

Biarlah orang mau bicara apa. Ini hidup kita. Ini cinta kita.

4. Aku tidak berbohong, tapi denganmu aku merasa lengkap. Aku berhenti mencari. Semua terasa cukup bagiku.

aku tak ingin mencari orang lain via https://www.pinterest.com

Tak perlu lagi mencari yang lain. Sudah cukup kamu yang terbaik untukku. Banyak orang diluar sana, menuntut lebih dari pasangannya. Tapi menurutku, tak ada orang yang sempurna. Semua butuh proses. Dan tak jarang, kehadiran pasangan justru berguna untuk melengkapi kekurangan pasangan.

5. Ah, biarkan saja mereka yang tidak suka dengan hubungan kita. Kalau Tuhan sudah bilang ‘jodoh’, mereka mau apa?

percayakan pada Tuhan saja via http://google.com

Pada akhirnya, kita hanya bisa menerima perkataan orang, bahkan cibiran orang. Dunia ini terbuka bebas untuk mereka yang mau berpendapat.

Tapi, jangan pernah lupa. Setiap skenario kehidupan itu diciptakan oleh Tuhan. Tuhan yang menentukan. Tuhan yang menjadikan.

Jadi, terima saja perkataan orang lain. Untuk urusan hati, bawa semuanya pada sang Pencipta. Jika DIA menghendaki untuk berjodoh, toh akan bersatu juga.