Mungkin banyak dari kamu yang berpikir bahwa sebagai salah satu tugas yang harus dijalani mahasiswa, skripsi merupakan salah satu fase yang paling sulit. Mulai dari bimbingan, mencari literatur, diskusi dan berbagai fase lainnya yang melelahkan harus dijalani agar skripsi yang nantinya dibaca menjadi suatu karya yang tersusun rapi. Tidak semua yang biasa menjalankan rutinitas tersebut,  dan ketika sudah selesai, skripsi pun hanya tersusun rapi di rak kampus. Bagi beberapa orang yang mengetik skripsi, tentu saja akan menyayangkan ini mengingat banyaknya kerja keras yang sudah dilalui.

Namun, akan banyak hal yang bisa dipelajari kalau saja kita melihat skripsi bukanlah sebagai tujuan, tetapi sebagai proses. Lihat beberapa poin dibawah ini, dan semoga kamu bisa melihat penulisan skripsi sebagai tantangan yang bisa diambil pelajarannya. 

 

1. Skripsi akan mendekatkanmu ke dosen-dosen yang kamu jauhi

Skripsi adalah saat bertemu dosen di luar perkuliahan

Skripsi adalah saat bertemu dosen di luar perkuliahan via http://www.huffingtonpost.com

Kita biasanya hanya menemui dosen hanya ketika masa perkuliahan, dan setelahnya banyak kita habiskan dengan teman-teman. Bahkan, ketika nongkrong sekalipun, menggunjingkan dosen pun bisa menjadi rutinitas. Bagaimana kalau orang yang kita gunjingkan menjadi pembimbing skripsi kita?

Skripsi adalah kesempatan yang dapat kita gunakan untuk mulai diskusi dan berbagi pikiran dengan dosen, mungkin dosen yang kita kagumi atau dosen yang kita anggap killer. Dalam waktu yang singkat kamu akan menjadi seorang stalker, semisal mempelajari kebiasaan si dosen, topik pembicaraan kesukaannya, dan banyak hal yang kamu bisa pelajari. Keahlian ini bisa kamu gunakan di dunia kerja, terutama ketika kamu harus berinteraksi dengan atasan.

2. Skripsi akan “memaksamu” menjadi orang yang mau diskusi, mengamati dan mendengarkan

Skripsi adalah saat membuka cakrawalamu dengan orang lain

Skripsi adalah saat membuka cakrawalamu dengan orang lain via http://www.hopesingssobeautiful.org

Diskusi sekaligus mengamati setiap opini yang lewat mungkin agak menjengkelkan dan buat sakit kepala, terutama yang berlangsung di ruang kuliah. Sayangnya, persepsi itu harus diubah ketika mulai mengambil skripsi. Dalam revisi, akan banyak hal yang diubah dan dirombak dalam skripsimu, dan seringkali penjelasan dari dosen tidak kamu mengerti.

Namun, kamu harus mulai berbagi dan diskusi dengan teman-temanmu yang sama-sama mengambil skripsi. Dalam diskusi, seringkali ada perspektif baru dan ide-ide yang bisa menjadi masukan. Bahkan, ketika kamu mengalami kesulitan dalam memahami literatur sekalipun, selalu ada orang yang sudah lebih dulu membacanya, dan bisa membantumu untuk memahaminya. Di dunia kerja, diskusi tidak akan terlepas dari kehidupanmu, dan kamu akan terus dituntut untuk selalu tanggap atas setiap masukan orang.

3. Skripsi akan mengajarkanmu menjadi orang yang mau membuat prioritas

setidaknya kamu harus memulai sesuatu

setidaknya kamu harus memulai sesuatu via http://www.clearvistaconsulting.com

Tahun akhir kuliah adalah tahun yang penuh godaan. Ingin traveling, ingin usaha, ingin magang, banyak sekali. Banyak juga yang melihat skripsi sebagai batu ganjalan. Kalau dipikir-pikir, tentunya akan lebih memuaskan jika kita bisa melakukan semua itu setelah menyelesaikan skripsi. Di satu sisi, kamu bisa memenuhi keinginan orang tuamu untuk melihat anaknya sarjana, dan di sisi lain, tidak akan ada yang menganggu pikiranmu ketika melakukan segala hal yang menyenangkan.

 

Tentu saja, usaha keras tidak akan mengkhianati, kan?

4. Skripsi akan membuatmu menjadi orang yang bisa mengelola diri sendiri

skripsi, lebih cepat lebih baik

skripsi, lebih cepat lebih baik via http://planlinksghana.com

Berbeda dengan perkuliahan yang biasa kita jalani yang bisa kita ulang atau remedial, skripsi hanya memiliki dua ujung, wisuda atau drop out. Kita bisa menyebut skripsi sebagai pendewasaan diri, karena dari banyak aktivitas yang kamu lakukan, skripsi yang seakan tidak memiliki batas waktu membuatmu ingin melewatkannya. Jika kamu melewatkan fase skripsi, dimana bahkan waktu luangmu kamu bisa mengubah skripsimu menjadi lebih baik, kamu belum bisa disebut dewasa.

5. Terakhir, Skripsi adalah pembuktian bagaimana kamu bisa mengalahkan kemalasan diri sendiri

apalah artinya puluhan buku yang dibaca kalau bisa melampaui diri sendiri

apalah artinya puluhan buku yang dibaca kalau bisa melampaui diri sendiri via http://blogdailyherald.com

pada akhirnya, kitalah yang menentukan bagaimana skripsi harus diakhiri. kamu bisa melihat skripsi sebagai sebuah pintu yang harus dibukan agar kesempatan untukmu bekerja atu bertualang terbuka lebar, atau kamu bisa membiarkan pintu tersebut tertutup karena membayangkan hal-hal yang menyenangkan sebelum menemui skripsi.

Namun satu hal yang harus kamu ingat, membiarkan dirimu terlena dengan hal-hal yang menjauhkanmu dari skripsi berarti kamu melatih pola pikirmu dengan menyatakan skripsi sebagai satu-satunya hal yang tidak ingin kamu lewati. Banyak hal di hidup ini yang lebih besar dari skripsi , dan kamu harus bisa membuktikan dirimu sendiri kamu bisa melewatinya