"Tak kenal maka tak sayang", adagium yang paling populer itu rasanya perlu diungkapkan untuk mengenal sebuah 'harta karun' yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Weh ini. Perkenalkan, namanya Sophie Rickers, umurnya sudah 96 tahun, makin tua semakin cantik saja. Ia sudah tidur sejak umur 74 tahun di bawah laut namun ia bukanlah manusia melainkan kapal kargo peninggalan perang dunia ke-II yang karam di Teluk Pria Laot, Pulau Weh, Aceh pada tahun 1940 silam. 

Nama Sophie sempat mencuat kala itu karena adanya rencana pemerintah Kota Sabang hendak 'membangunkan Sophie' dari peraduannya pada Desember 2014 silam, untunglah sang pemilik gagasan batal melakukan aksinya. Akhirnya Sophie tetap tidur di bawah laut dengan tenang. 

Sudah sepatutnya memang Sophie tidak diganggu gugat, karena kehadirannya mampu menjadi magnet wisatawan yang gemar menikmati keindahan bawah laut Pulau Weh, karena sudah bukan rahasia umum lagi bila Pulau Weh merupakan pantai yang kerap dikunjungi oleh mereka yang sering melakukan penyelaman/Diving.  

 

 

1. Kehadiran Sophie tak lepas dari buntut perang dunia ke-II

Sophie ketika masih berlayar via http://ulinulin.com

Para penyelam datang jauh-jauh ke Aceh berniat untuk melihat dan bertatap muka langsung dengan Sophie Rickmers, sebuah kapal kargo milik Jerman yang dibuat pada tahun 1920. Dahulu, kapal ini difungsikan sebagai untuk mengangkut barang-barang berharga seperti timah, piring keramik besar, dan lainnya.

Kemudian kapal ini ditenggelamkan sendiri oleh awaknya di perairan Pulau Weh, pada 10 Mei 1940, di masa Perang Dunia Kedua.

Yap bangkai kapal sepanjang 134 meter, lebar 17,5 meter, dan tinggi 8 meter ini telah menjadi incaran penyelam belahan dunia, karena ia berbaring sendiri dengan anggunnya, wujudnya yang masih utuh namun telah mengalami korosi dan berselimutkan terumbu karang telah menjadi rumah dari berbagai jenis ikan. Seolah Sophie bertransformasi menjadi pusat kehidupan bawah laut.

Advertisement

Tenggelamnya kapal Sophie Rickers tak bisa luput dari peristiwa perang dunia kedua, alkisah sekira tahun 1940-an, Kapal Sophie Rickmers yang masuk perairan Sabang, Aceh hendak dibajak dan dirampas oleh serdadu Belanda yang bekuasa di wilayah Sabang. Namun Kapten Helms bersama awak kapal memutuskan untuk menenggelamkan kapal itu.

Sophie pun tenggelam pada usia 20 tahun, setelah sebelumnya seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri.

2. Eksistensi Sophie bisa dicicipi pada kedalaman 50 meter di bawah laut

sekitar kedalaman 50 meter via http://ulinulin.com

Meskipun lebih dari setengah abad Kapal Sophie terpendam di dasar lautan yang dikelilingi oleh air laut berwarna biru pekat, kapal Sophie masih mengandung kemegahan yang menjadi magnet bagi para penyelam. Sayangnya, tidak semua penyelam berhasil bertatap muka dengan Sophie. Pasalnya eksitensi bangkai kapal Sophie Rickmers dapat dijumpai oleh para divers di kedalaman sekitar 50 meter di bawah laut, letaknya yang begitu dalam menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam untuk bisa mendapatkan sensasi eyegasm.

3. Ada beberapa syarat yang harus dimiliki penyelam jika bernafsu ingin bertemu dengan Sophie Rickmers ini.

Shopie Rickmers via http://facebook.com

Dilansir dari natgeoindonesia, penyelam yang ingin bertatap muka langsung dengan Sophie Rickmers ini harus memiliki beberapa syarat, seperti jam selam harus lebih dari 50 kali, mengatur nafas agar boleh boros, membawa dua tabung, mengenal sistem dive computer dengan baik, dan tentu saja, fisik dan mental harus baik.

Artinya Sophie Rickmers hanya khusus untuk kamu yang sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat lanjutan, . Bagi yang belum, jangan ya, soalnya spot yang satu ini rawan dekompresi.

Bukan hanya itu, untuk bertemu dengan si cantik kebangsaan Jerman ini, para penyelam juga diperlukan kesabaran ekstra.

Karena saat menyelam dan sejauh mata memandang, hanya dinding biru yang terlihat. Barulah di kedalaman sekitar 40 meter, ada sosok lain yang nampak. Sebuah bayangan samar dari sebuah benda besar, yang tergolek diatas pasir. Semakin dalam menyelam, semakin jelas wujud benda ini. Inilah Sophie Rickmers,

4. Sophie memang bukan manusia, tetapi ia adalah rumah bagi biota laut

bawah laut pulau weh via http://flickr.com

Memang Sophie bukanlah manusia tapi kini ia seolah hidup dan telah menjadi rumah bagi beragam biota laut seperti terumbu karang, dan beraneka jenis ikan-ikan laut. Pemandangan seperti kerapu raksasa dan marble rays biasanya muncul di tempat ini. Gerombolan bat fish juga biasanya ngintil di belakang penyelam yang asik mengeksplor bangkai kapal tersebut.

Tidak hanya itu, daya tarik wisatawan yang berkunjung ke wilayahnya turut 'menghidupi' warga pesisir pantai dan sekitarnya. Maka tak heran hal itu membuat Sophie serasa hidup, hidup di tengah birunya laut Pulau Weh.

5. Sophie Rickmers merupakan objek wisata sejarah dan wisata selam yang harus dikunjungi bila berada di Sabang

kemolekan Shopie Rickmers via http://twitter.com

Sampai sekarang kondisi kapal Sophie Rickmers yang ditenggelamkan di Teluk Pria Laot belum banyak diketahui secara umum. Hal ini sangat perlu bagi kita untuk mempublikasikan ke wisatawan nusantara dan wisatawan luar negeri tentang posisi kapal Sophie Rickmers.

Karena kapal ini tidak hanya menyimpan sejarah yang melekat, tetapi juga keindahannya menjadi incaran penyelam dari belahan dunia, dan tentang bagaimana menikmati kemolekan bangkai ‘Sophie Rickmers’ yang telah lama menghuni Teluk Pria Laot, Pulau Weh, Aceh.