Kamu yang hadir tiba-tiba mengisi hatiku. Dengan gagah berani, datang memberiku secercah harapan agar belajar kembali percaya. Setelah berkali-kali terjatuh, aku pun takut untuk sebuah "awal".

Berawal dari sebuket bunga kecil yang kamu berikan, kamu ungkapkan maksud hati untuk memulai awal itu. Akan tetapi, sekarang kamu ingin pergi meninggalkan aku. Sebelum itu, biarkan aku mengajakmu mengingat kembali beberapa hal yang membuatku mempercayakan hatiku sepenuhnya hingga sekarang.

Maafkan keegoisanku, amarahku, dan ketidakpercayaanku. Aku minta untuk buang jauh pikiranmu, pun tentang diriku yang memandang rendah keluargamu. Maafkan aku tidak ingin semua berakhir karena amarah kita yang sedang tidak waras. Kemarin, berkali-kali kamu genggam tanganku ketika aku lelah dan bosan. Sekarang waktunya giliranku yang akan memegang erat tangan kamu. Would you be my man again? 

 

1. Ingatkah buket bunga mawar pink cantik ini?

Awal dari segala sesuatunya

Awal dari segala sesuatunya via https://lh6.googleusercontent.com

Ingatkah bunga yang kamu berikan sebagai tanda keseriusanmu, yang membuatku meneteskan air mata karena takut akan perbedaan kita? Kamu yakinkan aku untuk memulai bersamamu, memintaku untuk tetap melakukan apapun yang aku suka di kala itu. Aku tidak memperdulikan hatimu karena rasa takut di masa lalu yang berkali-kali terjatuh.

Terimakasih untuk meyakinkanku dan selalu mengenggam tangan ini , berlapang dada menunggu hatiku yang rapuh untuk percaya kepadamu.

2. Terpaksa harus masuk freezer karena aku tidak datang?

bunga layu, penuh kenangan

bunga layu, penuh kenangan via https://lh6.googleusercontent.com

Hari itu aku tidak datang karena bagiku membosankan untuk bertemu denganmu hampir setiap hari. Ternyata saat itu kamu menyimpan dua tangkai bunga tulip yang kamu dapat entah dari mana. Kuacuhkan karena aku tidak tahu bahwa kamu bersusah payah membawanya untukku. Pada akhirnya, keesokan harinya kamu dengan terpaksa memberinya kepadaku.

Ingatkah kamu betapa acuhnya aku? Tapi tahukah kamu? Dengan caramu, pelan-pelan aku tergelitik dengan hal-hal kecil itu? Tahukah kamu aku tersenyum simpul dan memerah?

3. Ingatkah ciuman pertama kita?

our first kiss?

our first kiss? via http://data2.whicdn.com

Terlalu sibuk hang out dengan teman-temanku, aku pun lupa mengabarimu. Dengan muka manyun, kamu menunggu kabar dariku. Dengan rasa bersalah pun, aku datang untuk mengembalikan senyuman lelakiku ini. Di sini, entah bagaimana kita menyelesaikan itu tanpa kata-kata. That's our first kiss!

Kedatanganku bukan untuk merayumu, tapi aku tahu rasanya menunggu tanpa kabar dari seseorang yang kusayangi. Ingat masa laluku? Mereka mengajari aku untuk tidak lagi terlalu egois dan selalu ingat bahwa seseorang yang sekarang berjalan bersamaku patut kuhargai! Ya, itu kamu!

4. Ingatkah snack, es krim, dan minuman orange itu?

Saat itu, jam didinding sudah menunjukan jam 2.30 WIB. Via Chat, tanpa maksud, kubilang ingin makan cookies cream, snack, dan minuman orange itu. Tanpa pikir panjang, kamu telah berada di depan rumahku dan dengan santai memberikan apa yang aku inginkan di saat itu. Romantiskah kamu atau cara itulah kamu merayuku?.

Sebenarnya, sebisa mungkin aku menghindari ingatan ini. Sejauh mungkin, aku menepis besar pengorbananmu kepadaku yang "hanya" ini. Meski orang-orang di sekelilingku selalu mempertimbangkan kegigihanmu untuk meluluhkan aku, tapi kali ini aku akan jujur. Sampai saat ini, aku masih ingat kan? Karena saat itu, hatiku mulai merasakan kehangatanmu.

5. Ingatkah lagu ini?

all of me by john legend

all of me by john legend via https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Memang bukan hanya lagu ini yang selalu kamu nyanyikan, tetapi masih teringat jelas di memoriku. "All of Me" selalu menjadi lagu terbaikmu untukku. Kala itu, tidak bosankah kamu menyanyikan lagu ini? Sejujurnya, bosan sekali mendengarnya. Tapi entah kenapa, aku bosan jika bukan kamu yang menyanyikannya untukku. Sekarang, apakah kamu sudah mulai bosan dengan lagu yang selalu kamu nyanyikan untukku ini? 

Kamu tahu? Setiap kali kamu mengenggam tanganku dan menyanyikan lagu, detak jantung ini terasa berdebar-debar dan malu. Tahukah kamu jika aku berusaha mungkin untuk menutupinya dengan tertawa dan tersenyum agar aku tidak semakin terjatuh? Apa daya? You take it all ! Yes, you win! I started to love you more!

6. Tentu ingat ini, kan?

Tentu kamu ingat ini, bukan? Tepat lima belas hari yang lalu, kamu memberikan kado indah itu di hari spesialku. Pas berdentang jam 00.00 WIB. Kembali sebuket bunga mawar menghiasi hari itu, serta seekor beruang winnie yang besar kamu bawa. Di mana saat itu, kamu memutuskan hubungan kita dengan sengaja. Sedih, haru, dan bangga akan lelakiku ini yang selalu menyiapkan hal-hal tak terduga.

Padahal aku sendiri lupa karena aku terlalu sibuk merindukanmu dan marah karena keasyikanmu dalam pekerjaan. Satu hal yang aku syukuri saat itu, bahwa perpisahaan itu hanya sandiwara yang semata-mata untuk mengejutkan aku.

Satu hal yang harus kamu ingat. Seberapa sibuknya aku, aku selalu ingat kamu. Kamu jangan selalu berfikir aku melupakan kamu. Sekarang kamu ada dia "boneka", yang menemani kamu kalau aku sibuk (peluk mesra, dan tangis kita bersama ). Ingat kata-kata itu? Orang macam apa sih kamu? Selalu meluluhlantahkan perasaan ini menjadi cinta yang luar biasa?