Cupid memang suka asal-asalan kalau ngelepas panah asmara. Do'i gak tanggung-tanggung milih objek sasaran. Kalau yang dipanah dua orang satu level sih gak masalah. Tapi gimana kalau yang jadi sasaran justru dua manusia yang sangaaaat bertolak belakang. Terlebih, si cowok punya segudang magnet pikat dari dalam dirinya, sedangkan si cewek cuma gadis biasa-biasa aja, yang masak telor pun gak bisaaa! Awkay. 

Buat ladies dari Sabang sampai Zimbabwe, yang pernah ngalamin hal serupa mari merapatt! Atau teman di sekitar kalian pernah ada di posisi itu? Gimana sih suka dukanya naksir cowok pinter dan gantengnya minta ampunn sedangkan kita di bawah level biasa-biasa aja? Penasaran? Heuheu ~~

 

1. Di matamu, dia bagai arjuna yang pantas dinikmati keindahannya saban hari

Siang, Sore, Malam, Pagi, Siang lagi, isinya cuma bayang wajah si Arjuna. Sekarang mah kalau mau kepo dan ngklaim hak milik foto unyu si do'i gampang-gampang aja. Tinggal buka Instagram, screenshot, yak, simpan di galeri ponsel. Kalau udah kecanduan bener, bisa dijadiin wallpaper hape. Kalau gak ada instagram, yah, ada fesbuk. Tenang, dunia maya merekam segalanyaa. HAHAHA *ketawajahat*

Buat cowok-cowok yang merasa jadi Arjuna, segera kunci akun instagram anda! Kalau bisa, tiap upload foto, diburemin aja mukanyaaaa

2. Kalau si do'i udah punya cewek yang lebih perfect daripada kamu, diem-diem pasti kamu ngedo'ain mereka biar cepet putus

Sia-sia ngedo'ain saban hari. HUFT. KZL

Sia-sia ngedo'ain saban hari. HUFT. KZL via http://quickmeme.com

Kedukaan pasti dialami oleh mereka yang menangkap basah si idola udah ada yang punya. Tapi, tenang. Selama cinta belum musnah, segalanya jadi mungkin. Kekuatan do'a jadi senjata ampuh untuk jiwa-jiwa yang lemah. 

Kedukaan level satu tidak bertahan lama. Ada secercah harapan ketika dengar kabar kalau do'i putus sama Mbak-mbak bergincu merah. Berasa dapet durian runtuh. Eits, tunggu dulu...

Kedukaan level dua pun datang. Dibela-belain stalking tiap malem, boros kuota, nahan nafsu gak belanja diskon akhir tahun, eh, seminggu putus, do'i udah dapet kecengan baru lagi. Yaah, namanya juga idola. Banyak yang antriiiiiiii ~~

Tapi, gak semua cowok ganteng plus pinter bakal begitu kok. Ada juga yang memilih untuk gak pacaran dan tetap konsisten belajar. Bahkan, kalaupun ada yang memilih berpacaran kemudian putus, karena beberapa alasan, pasca putus dari ceweknya, dia makin terlihat cemerlang. Dan kamu, semakin mengaguminyaa. Hanya mengagumi. Tidak bisa lebih :v *pukpuk*

3. Diam-diam kamu berpikir untuk jadi sosok yang dikagumi dia

Yha gak segitunya juga keleeeuss, Mbakkk

Yha gak segitunya juga keleeeuss, Mbakkk via http://kompasiana.com

"Tumben masak, Kak? Kan Mama udah masak?"

"Iya nih, Ma, pengen belajar jadi isteri yang baik. Hehe"

 

Jadi Istri yang baik atau biar bisa dilirik? Hmm. Dasar.

 

Berbenah gak hanya soal jadi pribadi yang lebih baik kok. Belajar memasak, memperbaiki tutur bicara jadi salah satu cara menaklukkan hati idola. Walaupun hasil berlatih memasak, ya, gak kece-kece amat. Yang penting niat :') 

4. Kamu yang malas belajar, pun akan lebih termotivasi. Perpustakaan serasa jadi tempat nongkrong baru buatmu

Harap tenang, ada cewek lagi pencitraan. Ehh

Harap tenang, ada cewek lagi pencitraan. Ehh via http://okezone.com

Rata-rata cowok pintar suka sama cewek yang bisa nyambung diajak ngobrol soal apapun. Kebanyakan dari mereka juga mudah kagum sama cewek yang berprestasi, gak cantik gapapa. Tapi, untuk jadi cewek pinter dan multitalen, gak bisa dicapai dalam waktu sehari dua hari. Harus rajin belajar dan berdo'a semoga istiqamah. Yeah!

Selain memasak, kamu juga belajar untuk rajin membaca. Konsisten di garis ini gak mudah lhoo. Perlu banyak kesavaran dan ketelatenan. Kamu yang semula asing dengan bau buku-buku purba di perpus, pun mulai membiasakan diri. Terlebih, ada si do'i di ujung sana yang sedang duduk manis, tenggelam dalam buku. Tsaah ~~

BOLEH GAK, PAK, PERPUSNYA DISEWA DUA PULUH EMPAT JAM? TAPI CUMA SAYA DAN MAS-NYA ITU YANG BOLEH MASUK ~~ 

*langsungDipanggilBP

5. Udah pinter, udah jago masak, masih belum dilirik juga? Oke, waktunya belajar dandan!

Jangan dilihat dulu ihh, Bang, belum selesai make-up-annya

Jangan dilihat dulu ihh, Bang, belum selesai make-up-annya via http://jenkna.wordpress.com

Kalau kata orang dulu, merawat diri itu perlu bagi anak perempuan yang sedang mekar-mekarnya. Selain mempercantik diri, usaha ini juga bisa bikin aura kita makin terpancar. Tapi, buat yang gak jago dandan dan kena penyakit mager akut, tentu bukan hal mudah. Perlu ada motivator yang setia mengingatkan untuk tetap berjuang menaklukkan hati sang Master! Yaa, lima menit dilirik udah syukurrrrr.

6. Diam-diam kamu ingin menyapa dan disapa atau duduk di sampingnya saat ia tenggelam dalam buku

bisa duduk berseberangan dan dilirik? Ah, mustahilll

bisa duduk berseberangan dan dilirik? Ah, mustahilll via http://www.kawankumagz.com

"Kamu Nanda kan?"

"Iya, gimana? Ada yang bisa saya bantu?"

"Boleh pegang hati kamu?"

"Maaf, aku lagi baca buku. Tolong jangan ganggu. Dan satu lagi, maaf, saya gak kenal kamu,"

*BESOK PAGINYA LANGSUNG OPERASI PLASTIK*

7. Cuma beberapa cewek biasa-biasa aja yang beruntung bisa happy ending sama cowok almost perfect ini. Itupun cuma di film-film!

Yah. Film doang. Yah.

Yah. Film doang. Yah. via http://lilacreel.blogspot.com

Kamu selalu memimpikan ending super romantis dari perjalananmu mengaguminya. Tapi apa daya, hidupmu gak sesingkat drama korea berseri-seri. Harus berjuang, lagi dan lagi!  

Yah, namanya juga film. Cuma rekayasa. Faktanya mah, hmm, bisa lihat diri sendiri lah yaaa

 

8. Pada akhirnya kamu sadar, melihatnya selalu tersenyum adalah suplemen bagi hari-harimu

Lihat do'i selalu berprestasi aja udah cukuppp

Lihat do'i selalu berprestasi aja udah cukuppp via http://dramafever.com

"JUARA SATU UJIAN NASIONAL TINGKAT SMA IPA SE-YOGYAKARTA TAHUN 2015 JATUH PADA .... "

*deg-degan*

"NANDA RICO ARIZAL"

*dan kamu mengucap syukur atas keberhasilannya*

9. Kamu mendapatkan banyak pelajaran selama mengaguminya. Dan satu hal yang tak akan kamu lupa: karena dia, kamu bisa jadi seperti ini

Coba dulu gak ada kamu, mungkin gak akan jadi aku yang sekarang

Coba dulu gak ada kamu, mungkin gak akan jadi aku yang sekarang via http://malesbanget.com

Mungkin sampai saat ini, kamu masih menyimpan rasa pada sang Arjuna. Kecerdasan dan paras wajahnya susah ditepis oleh ingatan dan perasaan. Bagimu, dia lah motivator bagi setiap pilihan hidupmu. Kamu, yang semula malas-malasan dan tak peduli pada keadaan, mulai bangkit dan ingin membuktikan. Pada awalnya, kamu mungkin menemui banyak kesulitan. Namun lambat laun, kamu mulai terbiasa.

Bukan hanya alasan ingin dikenal olehnya yang menjadi alasan bagi perubahanmu. Tapi, lebih dari itu, kamu ingin jadi sebaik-baiknya wanita di mata dunia. 

Meski demikian, motivator yang hanya bisa kamu pandangi wajahnya di akun instagramnya itu, tetaplah jadi misteri, yang tak mengenal ending dari kisah cintamu. Darinya lah kamu belajar, bahwa hidup adalah soal perbaikan diri. Suka duka ini biarlah jadi kesan yang tak akan pernah mati.