Kegiatan menumpang atau yang lebih sering diistilahkan dengan nebeng  ini adalah sesuatu yang tidak asing lagi. Seseorang mungkin saja punya pertimbangan tertentu untuk lebih memprioritaskan menumpang tinggal di tempat orang lain daripada menyewa sebuah kamar di penginapan. Jika kamu adalah orang yang dimintai tolong untuk memberi tumpangan, jangan langsung menerima ataupun menolak permintaan tersebut. Sebaiknya bersikap selektif tetap diterapkan dalam hal ini karena bagaimana pun juga kita akan membiarkan seseorang tinggal bersama kita. Jika dia bukan benar-benar orang baik, maka kita juga yang akan rugi.

Namun, kira-kira, jengkel gak kalau ada yang nebeng dan tidak tahu etika? Ya, begitulah. Mau marah, sungkan sama yang nebeng. Akhirnya hanya mampu memberi kode-kode untuk ‘please-sopan-dikit-napa?!’ walaupun seringkali ujung-ujungnya gagal dipahami.

Oke, bagi kamu yang suka atau hendak nebeng di tempat orang, lebih baik baca dan pahami dulu etika-etika berikut supaya kamu tidak membuat tuan rumah tidak nyaman dengan kehadiranmu.

 

1. Tanyakan dulu apakah kamu bisa menumpang di tempat temanmu atau tidak

Gak enak kan kalo ganggu?

Gak enak kan kalo ganggu? via http://wordsbrand.tumblr.com

Ini adalah poin penting yang harus dipenuhi sebelum kamu nebeng di tempat orang lain atau temanmu. Tanyakan padanya apakah dia punya kegiatan pada tanggal-tanggal yang kamu rencanakan untuk tinggal di tempatnya. Yap, dalam hal ini, sebaiknya jangan langsung to the point dengan maksudmu untuk menumpang, karena bisa jadi temanmu sudah ada agenda yang disusunnya dengan rapi tetapi karena kamu akan datang, maka dia membatalkannya.

Jika memang ada agenda, sebaiknya kamu mencari teman lain atau kalau sudah tidak ada opsi lagi, sebaiknya siapkan budget untuk menyewa kamar di penginapan.

2. Bawakan buah tangan untuk tuan rumah

Aturan ini sifatnya tidak wajib, tetapi sebagai orang Indonesia yang berbudaya sopan santun, rasanya akan lebih percaya diri untuk menumpang di tempat teman jika kamu membawakan sesuatu untuknya, seperti makanan kesukaannya. Ya, meskipun tuan rumah tidak meminta oleh-oleh, ada baiknya kamu tetap membawakannya. Ini adalah bentuk penghormatan untuk tuan rumah karena kamu sudah diizinkan tinggal di tempatnya.

3. Jangan terlalu lama menumpang di tempat orang lain

Kasihan kan kalo temanmu harus bayar charge?

Kasihan kan kalo temanmu harus bayar charge? via https://en.wikipedia.org

Ini adalah hal paling krusial dari permasalahan tebeng-menebeng. Usahakan untuk tidak terlalu lama menumpang di tempat orang, apalagi jika kamu menumpang di kos temanmu karena biasanya pemilik kos akan mengenakan biaya tambahan (charge) untuk teman yang menumpang di kos tersebut untuk jangka waktu tertentu. Ada baiknya untuk menanyakan dahulu kepada temanmu berapa charge yang harus dibayar apabila menginap lebih dari batas waktu yang telah ditetapkan. Walaupun temanmu tidak mau menerima uang yang kamu berikan, setidaknya dia lega bahwa kamu paham aturan penting di kos tersebut.

4. Bersikaplah sopan agar tuan rumah merasa nyaman

Gak sopan? Jangan nebeng!

Gak sopan? Jangan nebeng! via http://www.keepcalm-o-matic.co.uk

Nah, ini yang terkadang tidak diketahui oleh mereka yang suka menumpang di tempat orang. Ingat, seakrab apapun kamu dengan tuan rumah, kamu harus tetap sopan ketika berada di tempatnya. Jika kamu bukan teman dekat orang yang akan kamu mintai tumpangan, kamu harus ekstra sopan dan jangan bersikap seolah-olah kamu adalah teman paling akrab sedunia alias sok akrab. Bersikaplah sewajarnya layaknya menghormati seseorang. Mintalah izin untuk melakukan apapun, misalnya kamu tertarik dengan koleksi ensiklopedinya yang wow. Tanyakan padanya apakah kamu boleh meminjam koleksinya. Jangan asal mengambil karena bisa jadi hal yang tidak dia tawarkan kepadamu memang sebenarnya tidak boleh diintervensi orang lain. Ya, kecuali jika memang sejak awal sang tuan rumah telah memberimu wejangan, “Ayo, jangan sungkan-sungkan. Anggap rumah sendiri. Kalau butuh sesuatu, bilang saja”. Namun satu yang harus kamu ingat, budaya basa-basi adalah budaya orang Indonesia. Bisa saja, lain di mulut, lain di hati. Dia begitu karena menghormati kamu yang merupakan tamunya, bukan berarti dia tidak suka dengan kehadiranmu di tempatnya. Namun, ketidaksukaan itu bisa saja akhirnya benar-benar muncul apabila kamu membuatnya tidak nyaman. Jadi, sebaiknya, tamu pun juga harus tahu diri.

5. Taati aturan yang ada di tempat tersebut

Kamar mandi banyak yang pakai ya.

Kamar mandi banyak yang pakai ya. via http://www.wallpapermade.com

Yap, taat aturan! Mengingat kamu tinggal di tempat yang bukan rumahmu sendiri, sangatlah penting untuk menaati aturan yang dibuat tuan rumah. Contohnya, tuan rumah memberi tahumu bahwa jam malam di kosnya adalah jam 22.00, maka jangan pulang lebih dari jam tersebut, kecuali jika kamu memang punya kepentingan yang mengharuskanmu pulang lebih larut, sebaiknya kamu meminta izin agar gerbang kos tidak dikunci dahulu sebelum kamu datang. Jika tuan rumah menggunakan shared bathroom alias kamar mandi yang dipakai beramai-ramai, tolong tahu diri. Jangan mandi terlalu lama karena orang lain juga pasti membutuhkannya. Kalau penghuni lain sudah hilang kendali dan ngamuk gara-gara kamu mandi terlalu lama, bukan kamu yang akan menjadi sasarannya, tetapi temanmu. Jadi, bersikaplah baik untuk menjaga nama baik temanmu.

6. Peduli dengan lingkungan sekitar

Interaksi sosial itu penting!

Interaksi sosial itu penting! via http://www.ciphr.com

Tempat yang akan kamu tinggali bukan hanya berisi temanmu saja, tetapi ada orang lain yang juga tinggal di sana, terutama jika tempat itu bernama rumah kos. Sebisa mungkin lakukan interaksi sosial yang wajar, jangan sok akrab. Cukup lakukan sapa-menyapa dengan penghuni kos yang lain supaya mereka juga tahu bahwa kamu adalah tamu di tempat tersebut. Jika memang ada yang mengajakmu berbicara panjang-lebar, maka sambutlah dengan baik layaknya kamu menghormati teman yang kamu mintai tumpangan.

 

Ya, itulah beberapa aturan main tebeng-menebeng yang cukup penting untuk dipahami. Semoga bermanfaat dan dapat membantu menciptakan suasana yang rukun antara penebeng dan pemberi tebengan.