Masa depan, harapan, kebahagian, semua laksana istana kehidupan yang sekian lama kubangun dengan penuh keikhlasan dan ketulusan  namun secara tiba-tiba runtuh bersamaan dengan sebuah pengkhianatan. Ketika matahari seakan tak menerangi siang hariku, bulan tak lagi menemani malamku, bahkan  hujan pun  tak mampu membasahi keringnya perasaanku, hatiku kini hanya dibekukan oleh salju kehampaan.

 

1. Jujur, ada perasaan trauma ketika kau memintaku untuk kembali...

alone in rain

alone in rain via http://img.zhongsou.com

 Aku masih ingin kau disini...

 Bagiku,  kata – kata itu menyiratkan akan datangnya kembali sebuah harapan dimana aku, kau, atau lebih   tepatnya kita, akan mengulang semua kebahagian yang pernah kita jalani bersama. Bayangan akan indah nya senyuman mu  yang kan mengisi hari-hari ku seperti yang lalu, semakin berkecamuk liar dipikiranku. Hingga tiba saat dimana hatiku tersadar, akan luka yang telah kau goreskan,  sangat dalam, bahkan terlalu dalam untuk dapat kau sembuhkan.

Bagaimanakah jika luka ini hanyalah sebuah awal dari luka-luka selanjutnya....

2. Diriku terus mencoba, namun tetap semuanya tak pernah lagi sama...

 Mencoba memahami apa yang telah terjadi, menyalahkan diriku demi mencari pembenaran atas perbuatan yang kau lakukan, walaupun kutahu itu akan sangat menyakitkan. Mencoba mencintaimu seperti dulu tanpa sebuah kecurigaan, mencoba meyakini hatiku bahwa kau juga menginginkanku untuk menjadi masa depan mu, mencoba tetap memberikan kepercayaan, mencoba..mencoba..mencoba.. ya, aku terus mencoba.. tapi kudapati semuanya  tak lagi sama...

3. Ketakutanku adalah ini bukan untuk yang terakhir kalinya...

loss of love

loss of love via http://favim.com

 Kau terus-menerus memohon maafku, bersumpah untuk memperbaiki semua yang telah kau lakukan padaku, pembelaan yang kau ucapkan seakan membujukku untuk meyakinkan diri bahwa semua itu hanyalah ke-khilafan mu yang tanpa sadar dan tak disengaja. Pikiranku seakan hendak dihipnotis oleh janji-janji indah mu... namun semua itu tak cukup mampu untuk membunuh rasa takut ku dikhianati lagi oleh mu..

4. Mungkinkah aku akan mendapatkan yang lebih baik darimu...

Terlepas dari apapun yang sudah kau lakukan, selalu ada keindahan dirimu yang sangat sulit untuk kuabaikan. Keindahan yang membuatku tak berani melangkah jauh darimu ketika tak ada yang dapat menjamin akan hadirnya seseorang yang menungguku diluar sana dengan keindahan yang serupa..

5. Dan pada akhirnya, diriku selalu tak mampu memutuskan apapun...

Entah karena kebodohanku atau masih sangat kuatnya  ingatan tentang semua kenangan bersama mu, kuakui , hal itu selalu mampu menggoyahkan setiap keputusan yang  sebelumnya telah kokoh kutancapkan dalam pikiranku. Akhirnya hatiku hanya  seperti sepotong ranting yang berada di tengah luasnya lautan, terombang-ambing  terabaikan,  kadang muncul dipermukaan namun tak jarang pula tenggelam di hantam badai berkepanjangan, tak mampu melakukan apapun, hanya berharap takdir akan membawaku menuju ke tempat yang kuharapkan.

Ataukah mungkin aku hanya akan tenggelam bersama dengan semua kepahitan yang dengan bangga telah kau persembahkan...