Indonesia merupakan Negara indah dengan segala macam perbedaan yang diusung penduduknya, baik itu perbedaan suku, budaya, bahasa maupun agama. Jika kamu mengakui bahwa pelangi itu indah karena warnanya yang berdeda-beda, sudah selayaknya kamu juga mengakui keindahan Indonesia yang lebih kaya akan warna. Kalau sudah begitu, jika berbeda itu indah, kenapa harus dipaksakan sama?

Perbedaan tidak membuat kami penduduk Indonesia menutup mata, malah kami dapat hidup berdampingan dengan penuh rasa bangga. Dengan begitu Bhinneka Tunggal Ika tak hanya sekedar menjadi semboyan belaka, tak hanya menjadi hiasan di kaki Burung Garuda yang menjadi lambang Negara, namun juga ditanamkan dalam sanubari dan diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kalaupun sering terdengar perseteruan yang mengatasnamakan SARA, itu hanyalah ulah segelintir orang dengan segala kepentingannya. Demi mencapai tujuannya, nama SARA sering dibawa-bawa dan yang terlibat didalamnya biasanya adalah orang-orang yang berpikiran sempit dan tidak terbuka sehingga mudah untuk diadu domba.

Dengan penduduk mayoritas beragama muslim, tentunya suasana Ramadan di Indonesia tidak hanya dirasakan oleh mereka yang diwajibkan untuk berpuasa, tapi juga bagi kami semua, warga yang tinggal di Negeri tercinta.

Tidak salah jika Ramadan disebut sebagai bulan yang istimewa, karena moment serunya tidak akan pernah dijumpai pada bulan-bulan lainnya. Berikut sepenggal kenangan manisku tentangnya :

1. Menikmati Alunan Indah Dari Alat Musik Perkusi Yang Dimainkan Dengan Rancak Untuk Membangunkan Orang Sahur

Membangunkan Sahur dengan Alat Musik Perkusi via http://www.republika.co.id

Setiap hari menjelang sahur, para pemuda di sekitar rumah dengan alat perkusi seadanya seperti galon, paralon yang dibuat menjadi gendang dan senar drum selalu terjaga, mengorbankan waktunya demi sesama agar para tetangga tidak kehabisan waktu untuk makan sahur gara-gara keenakan tidur. Mereka berkeliling memainkan alat musik tersebut dengan penuh semangat dan sangat rancak sehingga menghasilkan suara yang indah, tidak jarang aku terbangun dan mengintip aksi mereka dari balik jendela depan rumah.

2. Menjadi Penjual Menu Berbuka Puasa Dadakan Karena Adanya Pesanan

Berjualan Menu Buka Puasa via http://www.maxmanroe.com

Ketika Ramadan tiba, ibu-ibu rumah tangga maupun bapak-bapak yang jago masak sampai yang hanya sekedar bisa berbondong-bondong untuk beralih profesi menjadi penjual takjil dan menu-menu berbuka puasa. Nyatanya, meskipun semua orang terkesan berjualan, dagangan mereka tetap laku keras. Mungkin ini yang namanya berkah di Bulan Ramadan. Hal ini juga berlaku bagi ibuku tercinta, selama puasa, tiba-tiba ada saja orderan masakan yang diterima setiap harinya, jadinya ya seneng-seneng aja.

3. Bermain Kembang Api Bersama Tetangga yang Biasa Dilakukan Setelah Berbuka

Advertisement

Bermain Kembang Api via http://www.newsth.com

Kembang api dan petasan adalah dua hal yang selalu digunakan untuk menyemarakkan Bulan Ramadan. Namun karena petasan adalah permainan berbahaya dan dilarang, anak-anak di sekitar rumah lebih memilih untuk bermain kembang api, selain lebih menarik, kembang api juga tidak menimbulkan suara berisik.

Melihat keseruan mereka bermain bersama, akupun ikut bergabung bersama mereka. Larut dalam suasana hangat dan ceria yang membuatku ingin mengulanginya.

4. Pulang Kerja Lebih Awal, Membuat Waktu Berkumpul Bersama Keluarga Lebih Maksimal

Berkumpul Bersama Keluarga via http://www.agustyar.com

Meskipun tak ikut puasa, jadwal jam kerja pada saat Ramadan berlaku untuk semua. Masuk lebih siang dan pulang lebih awal, ini benar-benar menguntungkan. Dengan demikian waktu untuk berkumpul keluarga yang biasanya hanya malam hari, kini bisa dilakukan mulai sore hari. Bercengkerama dengan keluarga membicarakan kegiatan yang dilakukan sepanjang hari ataupun sekedar menonton TV.

Udahlah pokoknya kalau pulang lebih awal itu sangat menyenangkan dan selalu dinantikan.

5. Mendapat Undangan Berpuka Puasa Bersama

Buka Puasa Bersama via http://fisipol.uma.ac.id

Bagiku, kenangan yang paling berkesan diantara itu semua adalah mendapatkan undangan untuk berbuka puasa bersama.

Mengapa mendapat undangan untuk berbuka puasa bersama adalah hal yang sangat istimewa?

Ini semua disebabkan karena dengan adanya undangan buka puasa bersama, maka ongkos makan malam dapat ditekan (siapa coba yang nggak suka makan enak gratisan) hahaha tapi itu hanyalah sebuah alasan kecil dibalik alasan yang luar biasa.

Sebagai orang yang berbeda, kemudian mendapatkan undangan berbuka puasa yang notabene tidak ikut menjalankan ibadah puasa, tentunya membuat diri ini merasa ada, merasa menjadi bagian dari mereka, dan merasa berharga.

Inilah sepenggal kenanganku di Bulan Ramadan, bagaimana dengan Ramadanmu?