Ibu, umur kami masih muda tapi engkau begitu yakin bahwa kami akan dipersatukan oleh Tuhan. Engkau selalu mendoakan agar anakmu dipertemukan dengan wanita yang tangguh sepertimu. Aku bersyukur bahwa wanita itu adalah aku. Kami selalu menganggap masalah perasaan kami adalah suatu permainan tapi kau selalu meyakinkan kami berdua. Terima kasih, Ibu, karena sudah mempercayakan putramu kepadaku dan membuatnya jatuh cinta kepadaku. Terima kasih, karena sudah merawat dan membesarkannya dari kecil hingga dewasa seperti ini hingga aku bisa mengenalnya lebih dalam lagi.

Kini aku mau ambil bagian untuk merawatnya. Terima kasih, Bu, telah merelakannya.

 

1. Terima kasih, Bu, penerimaanmu padaku adalah anugerah yang tak ternilai.

Terima kasih udah menerimaku, Bu

Terima kasih udah menerimaku, Bu via http://hipwee.com

Dulu ketika kami masih duduk di bangku sekolah, aku sering main ke rumah Ibu dan Ibu menyambut dengan hangat walau aku nampak gugup. Aku tidak pernah merasa akan diterima dalam keluarga Ibu. Terima kasih karena selalu membuka hati dan menerimaku ke dalam lingkar keluarga. Aku hanya gadis yang biasa-biasa saja yang awalnya dikenalkan anakmu sebagai teman main.

Hingga aku dibawa datang ke rumah Ibu bukan sebagai teman tapi sebagai perempuan yang telah mengisi hati dari anak Ibu. Kegugupanku semakin menjadi-jadi tapi Ibu merasa bahagia ketika kami datang berdua. Ibu mengajak berbicara tentang hal-hal masa depan yang sudah kami bicarakan. Mungkin hal itu masih lama terjadi tapi Ibu tetap meyakinkan kami untuk mewujudkannya.

Sekali lagi terima kasih Bu, sudah mau menerima gadis biasa saja seperti aku masuk ke dalam lingkar keluargamu.

2. Terima kasih, Bu, udah mau membimbingku. Aku siap belajar menjadi wanita teladan.

Aku segera mendampingi putramu

Aku segera mendampingi putramu via http://hipwee.com

Ibu, dibalik kekurangan yang aku miliki, aku selalu ingin belajar. Aku mulai belajar mengenal ragam masakan dan membiasakan meracik bumbu di dapur. Bersediakah Ibu membagikan resep makanan kegemaran putramu? Aku ingin putramu nanti bisa makan dengan lahap ketika menyantap kudapan buatanku dan juga minum teh yang tidak terlalu manis lagi.

Terima kasih, Bu, selalu memberi saran bagaimana nantinya aku setelah menyelesaikan tanggung jawabku. Aku tau karena Ibu mau membekali aku untuk menjadi pantas mendampingi putramu. 

3. Terima kasih, Bu, udah mengingatkan kami untuk lebih serius lagi tentang perasaan dan masa depan kami.

Kami akan menikah nantinya

Kami akan menikah nantinya via http://hipwee.com

Aku dan putramu saling mengasihi, tapi mungkin aku dan putramu sering buat Ibu kesal karena kami menganggap hubungan kami belum waktunya melangkah lebih jauh. Itu karena kami masih mempunyai umur yang sangat muda dan mungkin kami belum siap akan hal-hal yang serius.

Tapi Ibu selalu meyakinkan kami bahawa cinta antara kami adalah cinta yang tulus hanya saja waktu yang belum merestui. Ibu juga selalu mengingatkan untuk selalu berdoa agar Tuhan melancarkan masa depan kami berdua

4. Terima kasih, Bu, karena sudah percaya bahwa cinta lebih bernilai dibandingkan kekurangan.

Harus kuakui, Bu bahwa aku memang gadis yang biasa saja dan memiliki rupa yang tidak begitu menawan. Aku tak pandai memakai bedak dan mengoleskan lipstik. Pakaian yang kukenakan selalu itu-itu saja, tak lepas dari kaos, celana jeans, dan sandal jepit. Bahkan, aku juga tidak terlalu mengikuti gaya berpakaian gadis jaman sekarang.

Untuk urusan dapur, aku juga tak begitu lihai. Masakan andalanku hanyalah nasi goreng dengan telur mata sapi. Bahkan aku pernah membuatkan putramu teh yang rasanya terlalu manis, aku merasa gagal tidak bisa seperti Ibu yang mengetahui selera anak Ibu. Dan terkadang aku tidak pantas mendapatkan kepercayaan dari Ibu, namun aku semakin yakin ketika mendengar cerita dari dia bahwa Ibu tidak mempermasalahkan itu, karena itu semua bisa dipelajari. 

Ibu tidak usah meragukan kadar cintaku kepada putramu. Aku berjanji pada Ibu bahwa dengan segala kekurangan yang aku miliki aku akan membahagiakan putra kesayanganmu.

5. Aku dan putramu tidak akan menyia-nyiakan keyakinanmu, Bu. Terima kasih untuk memperhatikan kami.

Percayalah kepada kami

Percayalah kepada kami via http://dailywomen.com

Ibu tidak usah cemas, aku dan putramu udah mempunyai komitmen akan kasih ini. Dan jika aku nanti akan menggantikan posisi ibu untuk merawatnya, janganlah khawatir karena memang ada dua tempat di lipatan hati seorang anak.

Untukku, wanita yang akan mendampinginya dan untuk Ibu, wanita yang telah melahirkannya ke dunia.

Terima kasih, Bu. Udah terlebih dahulu jatuh cinta kepadaku.