Percayalah, bahwa segala sesuatu  yang kamu hadapi bukanlah persoalan yang sebenarnya kamu hadapi sendirian. Jutaan orang di luar sana mungkin memiliki persoalan sepertimu. Mungkin kamu bisa berpikir lebih ‘’open minded’’ atas persoalan yang kamu hadapi, atas pilihannya untuk meninggalkanmu yang sebenarnya adalah pilihan terbaikmu juga untuk melanjutkan hidupmu. 

Lihatlah lebih dalam di dalam dirimu, potensimu mungkin dapat kamu gunakan untuk mengobati hatimu yang sedang hancur.

1. Tak usah berlari, karena hujan selalu mengguyur dan menambah derasnya arus. Maka, cobalah untuk berenang.

Berenanglah untuk menghadapi nya, jangan hanya berlari menjauh dari kenyataan via http://hdimagelib.com

Karena jika kamu mencoba untuk berlari, kamu akan tenggelam karena ini adalah air. Maka cobalah tuk berenang. Masalah datang, jangan kamu bumbui lagi dengan masalah lain yang lebih berat. Jika kamu memilih untuk berlari dan mencari yang lain itu bukanlah sesuatu yang akan mengubah hidupmu menjadi lebih tenang.

Suatu saat kamu bisa terbayang-bayang lagi dengan semua peristiwa yang bisa membuat mu menangis karena dia. Tetaplah bersama dirimu menghadapi permasalahanmu tanpa harus membawa tumbal lain untuk kamu jadikan pelampiasan. Kamu hanya perlu berenang saat hujan kian deras dan membuat derasnya arus menjadi lebih tinggi.

Jika dia meninggalkanmu maka yang kamu perlukan hanya menyadari bahwa dunia terasa lebih baik di luar sana yang sedang menantimu. Kamu bisa melakukan rutinitasmu seperti biasa atau bahkan menambahkan jadwal kegiatanmu agar kamu dapat belajar lebih banyak lagi tentang hal-hal diluar sana. Percayalah banyak hal lain yang dapat kita lakukan untuk bisa membuat kita menjadi sosok yang bijaksana sambil menghadapi masalahmu itu.

Advertisement

Jika kamu merasa bahwa segala sesuatu yang kamu alami membuatmu mengasihani diri sendiri, itu bukanlah pilihan yang tepat untuk hidupmu, aku percaya dirimu yang ditinggalkannya adalah seseorang yang tegar. Ingatlah bahwa diluar sana masih banyak orang lain yang lebih buruk daripada keadaanmu sekarang. Maka bersyukurlah.

2. Move on bukanlah kata yang tepat. Sejauh apapun kamu berlari untuk melupakannya, luka hatimu masih akan terus menghantuimu.

Cobalah berlapang dada, mungkin ini tidak adil untuk mu, tetapi untuk masa depan mu, mungkin Tuhan telah menyiapkan keadilan untukmu via https://www.goodreads.com

Move on hanyalah sebuah kata yang tepat untuk kamu berlari dari kenyataan yang ada. Ketika kamu bisa berlari jauh, tidak dapat dipungkiri jika suatu saat kamu akan bertemu dia kembali di jalan yang berbeda. Maka jika kamu hanya berlari, sesungguhnya perasaan perasaan benci didalam benak dan hatimu karena dia masih ada pada dirimu — sejauh apapun kamu berlalri.

Maka berlari hanya membuatmu menjadi sosok yang tidak lebih baik, karena benci di hatimu masih tertanam dalam. Sehingga, agar benci tidak dapat terbawa didalam hidupmu dan kamu bisa hidup dengan lebih tenang adalah dengan cara memaafkan dia.

3. Memaafkan adalah kunci yang lebih bijak, karena kamu berhak untuk mendapatkan ketenangan batin.

Kebebasan terbesar dalam hati kita adalah memaafkan via http://brucesanguin.com

Seseorang pernah berkata, bahwa cara termudah agar kita bisa merelakan cara seseorang yang telah meninggalkan kita adalah dengan ‘’membenci’’. Tetapi membenci sesungguhnya hanya akan menyiksa diri kita. Perasaan yang tidak seharusnya ada dalam hati kita itu mungkin akan selalu singgah dan mendiami hati kita.

Padahal kita dikaruniai hati dan pikiran yang dapat kita pergunakan untuk merasakan sesuatu yang baik dan mengalirkan energi positif. Jika kebencian telah mendarah daging di pikiran kita, maka segala sesuatu yang kita lakukan dengan kebencian itu sebenarnya hanyalah menyusahkan diri kita.

Emosi tidak pernah dipersalahkan, yang dipersalahkan adalah emosi dengan amarah negatif yang membuat diri kita terperosok lebih dalam dengan kebencian. Tidak perlu belajar untuk sungguh-sungguh melupakan dia yang telah meninggalkan kita, cukup hanya dengan memaafkan. Dengan memaafkan terkadang hati akan terasa lebih lapang.

Kenangan hanya perlu menjadi sesuatu yang seharusnya dapat ditutup rapat-rapat disaat seperti ini. Ketika kamu dapat memaafkannya, maka seiring dengan berjalannya waktu maka perlahan kenangan itu bisa menjadi sebuah pelajaran untuk lebih bisa menghadapi sebuah masalah dengan ketegaran. Menghargai waktu adalah kunci agar semua yang kamu hadapi dapat mengalir perlahan dan menjadikanmu menjadi sosok yang lebih bijaksana.

Mungkin dengan cara memaafkan mu, aku bisa menyadari bahwa hidup ini lebih baik tanpa dirimu dan menikmati segala sesuatu yang indah di dunia ini..

4. Mungkin kamu bisa kembali fokus ke masa depanmu dan merealisasikan mimpimu secara perlahan.

Kejarlah, dan jangan menyerah via http://www.graduatejobsouth.co.uk

Ada banyak hikmah yang perlu kamu petik dari semua pilihan terakhirnya, hingga akhirnya dia memutuskan pergi dari hidupmu. Tapi satu hal yang pasti, sesuatu itu tidak akan lari dari hidupmu, bahkan ia akan menunggumu untuk mencapainya.

Mimpi besarmu sedang menunggumu untuk menjemput impian besarmu itu. Segeralah bangkit dan realisasikan mimpimu yang mungkin sempat terhenti. Kini raih kesempatan itu, hadapi kenyataan bahwa hidupmu jauh lebih penting dari segala sesuatu yang berusaha menghentikan langkah mu untuk mengejar sesuatu yang pasti terjadi,

5. Ada Tuhan yang selalu mendengar pintamu, jika nasihat sahabatmu tidak dapat kau andalkan.

Berkomunikasilah dengan Tuhan via http://spiritualityhealth.com

Satu-satunya tempat dimana kamu akan merasa nyaman adalah lengan Tuhan. Mungkin dengan permasalahan yang sekarang kamu hadapi, kamu dapat lebih dekat berkomunikasi dengan Tuhan dan membiarkan Tuhan menunjukkan jalah agar hidupmu lebih baik lagi.

Tuhan tidak akan pernah bosan mendengarmu, walaupun terkadang jawaban yang ia berikan melalui proses hidup yang panjang, suatu saat mungkin kamu akan mengerti mengapa permasalahan seperti ini datang. Dan pilihannya meninggalkanmu adalah pilihan yang tidak salah.