Kalian yang pernah jadi alasan aku tersenyum bahagia karena cinta, terimakasih. Hadirnya kalian memang hanya beberapa saat. Kalian kemudian memaksaku kembali berbunga-bunga. Kalian deretan orang-orang berbeda namun menumbuhkan bahagia di hati yang sama.

 

1. Meski banyak orang merutuki posisi yang kalian sandang, aku lebih memilih memendam.

silent is my attitude..

silent is my attitude.. via http://jordanleah.wordpress.com

Setelah beberapa saat, aku merasa lebih ikhlas dan menerima tanpa merasakan lagi lara yang sempat kau cipta sangat sempurna. Aku kembali bahagia menjalani hariku selanjutnya. Kini, bisa dilihat jelas hatiku yang kubuka lebar menyambut sosok baru yang bisa menghadirkan semangat baru.

2. Melihat hubungan baru yang kalian rajut dengan orang selain aku, memang memunculkan perasaan cemburu. Sudahlah, diriku tak seegois itu. Aku harap, kalian belajar dari hubungan terdahulu.

okay..just let it go

okay..just let it go via http://monkiminko.wordpress.com

Beberapa di antara kalian sudah memasang gambaran mesra di akun media sosial. Teknologi yang begitu canggih memang memaksaku untuk lebih gigih menghapus kenangan. Mungkin kalian tak lagi berpikir perlu menjaga hatiku. Ya,memang benar aku yang harus menjaga hatiku sendiri dari perasaan cemburu yang tak perlu. Aku memang sedikit terbawa susasana, namun ini bukan hal yang berarti.

Toh, bukan lagi kewajibanmu menjaga perasaanku.

3. Menjadi seseorang yang belajar dari masa lalu, tidaklah semudah itu. Namun, aku mampu.

Kata orang, aku tegar dan terlampau sabar. Mereka hanya memandang kuat aku. Sebenarnya, aku hanya berusaha belajar dari pengalaman. Ditemani perasaan yang sungguh tak terungkapkan, aku berjuang. Kuharap kalian mengerti dan tak lagi mengingat-ingat keburukanku saat ada dalam hubungan terdahulu. Aku berusaha keras menempatkan kenangan sebagai pengalaman bagaimana pun jalannya.

Sekarang, aku bisa memandang kebahagiaan kalian sebagai hal yang juga harus kuperjuangkan.

4. Jalinan hubungan itu bukan tanpa alasan. Keputusan untuk berpisah juga punya alasan.

dont be sad..

dont be sad.. via http://s020.radikal.ru

Cukup sudah menjadikan alasan sebagai kambing hitam galaunya hati. Hal kadaluwarsa tak perlu diungkit lagi. Untuk apalagi? Itu sudah tak layak konsumsi. Lebih baik, membuat produk baru atas nama bahagia.

5. Berlomba-lomba mendapat yang terbaik atau adu cepat menjalani hubungan baru, aku janjikan sama sekali tak ada di kamusku.

Untuk apa membebani diri dengan hal macam itu?

Tak dewasa sama sekali. Tahapan yang sudah kujalani ini tak perlu kupaksa melaju dengan kecepatan tinggi atau malah berusaha menyimpang dari arah yang sudah ditetapkan. Sederhana saja, aku tak mau memaksakan takdir yang telah Tuhan buat. Aku tak mau berpikir sebodoh itu hanya karena ingin beradu cepat. Jodoh tidak untuk coba-coba, apalagi adu cepat mengejar bahagia.

Pelan tapi pasti, aku akan menemukan pengganti. Tak perlu pula membandingkan-bandingkan. Siapapun dia nanti, dialah orang paling spesial di hati.

6. Bebas dari bayang-bayang hitam masa lalu adalah pilihan. Jika memilih mendendam, sampai kapanpun kita tak bisa jadi insan besar yang belajar dari pengalaman.

Tak ada jalan hidup semulus permukaan tahu. Ada saja cobaan yang menempa mental agar sekuat baja. Mungkin dengan kejadian masa lalu, aku bisa belajar banyak untuk menjalani masa depan yang tentu harus lebih baik dijalani alurnya. Aku maupun kalian punya pilihan. Aku memilih jalan ini, begitu pula kalian memilih jalan kalian masing-masing.

Jangan pernah melambaikan tangan ke arahku. Aku sudah terlalu jauh untuk bisa kembali berdampingan denganmu, masa lalu.Terimakasih, kehadiran kalian yang sempat berdampingan denganku memang mengandung banyak pelajaran.