Jatuh cinta sejuta rasanya namun disakiti karena cinta mampu membuat dunia kita seakan-akan menjadi kelam. Seakan semua yang kita lakukan tiada artinya tanpa kekasih di samping kita. Jangan terus bersedih, lihatlah ke depan masih ada kehidupan yang harus kamu jalani. Disakiti memang menyedihkan, tapi bukan berarti kita terus menerus bertahan di dalam kesedihan itu.

1. Kita hidup bukan untuk meratapi nasib

Hidup itu indah 🙂 via http://www.google.co.id

Saat jatuh karena disakiti dan dikhianati, kita seolah-olah adalah orang yang paling lemah. Merasa kalau Tuhan itu tidak adil. Kenapa yang lain bisa hidup bahagia dengan pasangannya sedangkan diri kita disakiti terus menerus. Apa karena kekurangan kita yang kebanyakan? Ah tidak-tidak. Tuhan tak pernah menciptakan hambaNya dengan kekurangan. Selalu ada kelebihan disetiap diri hambaNya. Lantas karena apa? Mungkin Tuhan ingin menunjukan kalau sebetulnya dia tak pantas untukmu. Bukankah ada pepatah mengatakan “kita dipertemukan dengan orang yang belum tepat hingga pada akhirnya dipertemukan dengan orang yg tepat”. Jadi, berhentilah meratapi nasibmu terus menerus karena masih ada cinta yang lain menunggumu.

2. Hidup tak melulu soal jatuh cinta, pacaran, dan patah hati

patah hati via http://www.google.co.id

Satu yang harus kamu tanamkan dalam hatimu, hidup tak melulu soal jatuh cinta, pacar, dan patah hati. Kalau kamu merasa sering disakiti, merasa tak ada yang mencintaimu dengan tulus, ingatlah kamu masih punya keluarga dan Tuhan yang selalu memiliki cinta yang banyak untukmu bahkan lebih tulus dari apapun. Jadi jangan pernah merasa sendiri karena kamu memiliki mereka. Anggap saja apa yang terjadi adalah bentuk teguran dari Tuhan karena mungkin kamu sedikit melupakan Tuhan saat bersama kekasihmu, asal kau tahu Tuhan sangat cemburu melihat hambaNya bermesraan lembut dengan kekasihnya tapi malah melupakan Tuhan yang sudah menciptakan rasa cinta itu sendiri.

3. Tak perlu merasa masalah hidupmu yang paling berat, karena di belahan bumi yang lain ada yang jauh lebih berat masalahnya ketimbang dirimu

Advertisement

Don’t be sad via http://www.google.co.id

Terluka karena cinta menjadikan pribadimu sangat berbeda. Kamu bahkan mendadak mellow, baper-an, selalu galau dan merasa kalau kamu sangat sangat tidak memiliki semangat hidup. Merasa kalau ini adalah ujian terberat dalam hidup. Kehilangan sosok kekasih memang sangat menyedihkan tapi kita pun tak harus murung terus menerus, mendoktrin pikiran kita kalau diri ini adalah yang paling tersakiti. Kamu bahkan tidak pernah sadar, jauh di belahan bumi yang lain masih banyak orang-orang yang memiliki masalah lebih berat daripada masalah hidupmu. Jadi, jangan pernah merasa kalau hidupmu tak berarti hanya karena patah hati.

4. Jadikanlah momen patah hati mu sebagai ajang memperbaiki diri, agar bisa lebih baik lagi ke depannya

be positive 🙂 via http://www.google.co.id

Ketika cinta yang sudah kuat-kuat kamu pertahankan akhirnya kandas, tak perlu berpikir negatif kepada Tuhan. Cobalah lihat dari sisi yang lain. Mencoba mengambil hikmah dari semua kejadian ini. Bisa saja Tuhan memang ingin kamu memperbaiki kualitas dirimu dulu sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang lebih baik dari sebelumnya. Tak ada yang pernah tahu kan rencana indah seperti apalagi yang sedang Tuhan persiapkan buat kita.

5. Tak perlu iri dengan kisah manis orang lain karena tiap orang sudah punya jalannya masing-masing

“kamu kok sudah jomblo aja? Aku dong udah 5 tahun pacaran masih awet”

“lihat tuh dia dari jaman smp masih aja romantis sama pacarnya sampai sekarang mereka sudah kerja dan sebentar lagi menikah”

Selalu ada saja yang membuat kita merasa iri dengan kisah manis milik orang lain. Entah sahabat kita, rekan kerja kita, siapapun. Bahkan melihat pasangan muda-mudi bermesraan di tempat umum saja mampu membuat kita merasa seakan-akan dunia ini tidak adil. Itu wajar kok, hanya saja kita tidak boleh terlalu mendalami rasa iri itu. Yang perlu kita lakukan adalah berdamai dengan rasa itu, tersenyum bangga dengan hidup yang kamu miliki, percaya dan yakin kalau rencana Tuhan itu selalu indah. Percayalah, setiap orang punya jalannya masing-masing. Ada yang menikah cepat, ada yang harus menunggu lama, ada yang pacaran lama tapi ternyata tidak berjodoh, bahkan ada yang baru kenal beberapa bulan sudah langsung menikah. Tak ada yang tahu kan? Jadi, mulai sekarang tak perlu mengkhawatirkan omongan-omongan orang. Mereka hanya bisa mencibir tapi kita yang menjalani. Kalau omongan mereka bersifat membangun ke arah positif tak apa. Tapi kalau hanya membawa dampak yang buruk abaikan saja.

Teruntuk kamu yang patah hati, hidup itu cuma sekali. Jangan isi hidupmu dengan kesedihan yang berlarut-larut, karena sehabis hujan, muncullah pelangi yang indah. Untuk sekarang mungkin kamu belum beruntung namun nanti kamu pasti akan mendapatkan sesuatu yang indah setelah melalui setiap ujian hidup yang diberikan Tuhan. Tersenyumlah yang lebar, tataplah hari esok dengan semangat.