Mengabadikanmu melalui tulisan adalah kesenangan. Walau aku selalu kehabisan kata-kata untuk mengungkap bagaimana sosokmu. Bagiku, kau adalah perwujudan dari imajinasiku yang liar. Terimakasih, Kamu. Sosok lembut yang tak pernah gagal membuatku tersenyum bahagia, walau hariku sedang berat-beratnya.

Dan kepadamu, kini aku persembahkan sebuah kejujuran yang semoga bisa menjadi buah manis bagi masa depan kita berdua. Hey,aku harap kamu membacanya!

1. Kita saling memulihkan luka lantaran pernah sama-sama ‘dihajar’ masa lalu

Memulihkan Luka via https://www.instagram.com

Kita bukan lagi remaja labil yang berkelana mencari cinta. Kita telah puas melalang buana mengenal bermacam-macam cinta. Kita tentu pernah mengecap manis bahkan pahitnya bercinta. Sekuat aku mengingat, dukaku dulu kini bukanlah petaka. Andai tak pernah terluka, mungkin saat ini kita tak akan saling mengenal. Pantas jika kini aku berucap syukur dipertemukan Tuhan denganmu.

2. Bagai obat mujarab, phobiaku terhadap hubungan kini telah berhasil disembuhkan

Pernah berteman luka membuatku lebih skeptis untuk membuka hati kembali. Jujur, sebelum kau datang, aku berpikir untuk berhenti mengembara lantaran belum sanggup terluka kembali. Mengawali hubungan denganmu sempat membuatku gamang. Takut berakhir seperti yang sudah-sudah.

Tapi kau pria bijak yang berkata bahwa Tuhan tentu telah menyurati takdir umat-Nya dengan apik. Masa lalu dan masa depan adalah susunan padu yang telah dipersiapkan Tuhan. Lamat-lamat aku menyakini bahwa kau adalah pria yang diutus Tuhan untuk membuatku berbahagia setelah lama berkabung duka. Sejak bersamamu aku selalu berkubang kebahagiaan.

3. Meski bukan pria pertama yang menawarkan harapan, bersamamu pun sudah seperti mengusahakan yang terbaik untuk masa depan

Advertisement

Menawarkan Masa Depan via https://www.google.com

Jauh sebelum kau datang, aku telah banyak menelan jutaan kata cinta dan ratusan janji masa depan. Perihal bersanding di pelaminan, menua bersama, dan setia sampai maut memisahkan. Jelaskan? Aku telah berkali-kali gagal dalam merajut hubungan. Namun, kau tak hanya sekadar menawarkan, tapi kau mengusahakan masa depan. Untuk itu, padamu pria pejuang, aku percayakan masa depan.

4. Berkatmu pula, masa laluku yang buruk seolah terlupa begitu saja

pria rupawan via https://www.google.com

Kau pernah berujar, “Orang yang sungguh-sungguh dan serius denganmu adalah orang yang menerima dan memahami dirimu dulu, sekarang, dan nanti”. Kata-kata ajaib yang kau buktikan sendiri. Terbiasa denganmu membuat aku belajar berdamai dengan hari-hari yang telah terlewati. Membimbingku untuk memaafkan masa dulu. Dan menerima kisahku tentang yang lalu. Kau adalah pria rupawan yang berhasil menutup masa kelabuku.

5. Kini saatnya kita saling merayu Tuhan, semoga cinta kita kelak berada di barisan terdepan

Hai, pria tampan yang selalu membuatku terkesima! Bersamamu serasa masa depan begitu terang. Aku selalu memperbincangkanmu pada Tuhan. Atas campur tangan Tuhan, aku percaya masa depan yang kau usahakan akan segera tiba. Demimu pejuang yang tak gengsian, aku menunggu sambil mengadahkan tangan, semoga Tuhan meridhoi hubungan kita.

Semoga kamu mengerti, bahwa aku pun mencintaimu dengan setulus-tulusnya hati 🙂