Perjalanan kita baru saja di mulai. Akan tetapi, kita masih meraba-raba untuk mencari sisi kesetiaan satu sama lain. Tak dipungkiri, remah-remah luka yang pernah terasa di masa lalu tak mudah begitu saja pergi. Perasaan takut untuk dikhianati dan dicampakkan beberapa kali pernah menggusarkan hati. Aku tak akan meghidangkan janji, pun tak akan mengharapkan kamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi. Cukup tanyakan lagi dan lagi pada hati. Sudahkah kau benar-benar terhenti untuk mencari? Dan merasa cukup dengan kehadiranku saat ini?

 

1. 1. Hal yang pernah aku lalui tidaklah manis. Oleh karena itu, untuk membuatku semakin cinta tidaklah perlu menghidangkan beragam isi dongeng yang terdengar utopis.

Jalan terjal dalam mencintai pernah ku lalui sebelum sempat singgah di hatimu. Beragam liku pernah pula ku hadapi meski berbalut muak dan jemu. Kau pasti tahu, wajah dan kata-kata yang manis takkan pernah bisa membuatku luluh. Kesungguhanmu untuk selalu jujur dan berbagilah, yang akan membuat cintaku terbentuk utuh. 

2. 2. Tidak usah mereka-reka bagaimana caraku untuk tetap setia. Aku telah terlatih untuk merasakan badai dan panas tanpa keluh di beberapa masa. Tanyakan saja pada hatimu, apakah kau mampu untuk selalu setia meski hadirku tidak ada di depan mata?

Aku telah terlatih

Aku telah terlatih via http://www.magic4walls.com

Untuk beberapa waktu, kau selalu gusar mengenai kesetiaanku. Tenang saja, masalalu ku hanya terpenuhi dengan ragam perjuangan dan kesetiaan. Lagi pula, jika dibelakangku pun kau menaruh setia, maka tak ada harga yang pantas ku bayar selain kesetiaan yang serupa. Namun jika sebaliknya, kita berdua tentu sama-sama tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

3. 3. Jika kau hadir hanya untuk singgah sebentar maka katakan padaku secepatnya. Aku akan ikhlas membukakan pintu hatiku lagi. Pelan-pelan mengeluarkan mu kembali seperti beberapa orang yang saat ini telah menjadi asing. Tak pernah ku kenali lagi.

Jalan yang kita lalui bersama belum lah panjang. Retaknya perilaku ku yang telah kau temui mungkin pernah membuatmu bimbang. Tak mengapa jika mungkin kau ragu untuk melanjutkan perjalanan. Setidaknya jangan membuat hatiku terbiasa, namun setelahnya begitu saja ditinggalkan. 

4. 4. Tapi jika kau berniat singgah dan menetap secara kekal, akupun tidak akan mengemas harap dengan perasaan bebal. Setidaknya cukup untuk tidak saling menyakiti, dan tetap bertahan ketika tak sengaja dikecewakan.

Selalu bersama

Selalu bersama via http://www.ataleahead.com

Jika memang jalan ini harus kita tempuh berdua, maka jangan pernah lupa untuk selalu meluaskan cinta dan rasa. Sesungguhnya kita harus mengerti, sosok yang penuh kekurangan takkan pernah mampu memberikan seluruh kepuasan. Pun- seseorang yang sudah berhati-hati untuk tidak mengecewakan, takkan pernah punya jaminan untuk selalu dapat memberikan kebahagiaan. 

5. 5. Pada akhirnya waktu akan memperlihatkan siapa diriku dan juga dirimu. Meski tak tahu tepatnya kapan, namun semoga aku dan kamu menjadi paduan yang hebat dalam “mencipta” masa depan.

Masa depan yang di nanti

Masa depan yang di nanti via http://www.pinterest.com

Semakin lama waktu akan menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya. Aku berharap jika waktu itu benar-benar terjadi, yang tersisa adalah sepaket rupa diri yang mapan dengan beragam sisi celanya. Sehingga pada akhirnya kita berdua akan saling berkata “inilah sosok yang pantas untuk ku perjuangkan selamanya”.