Diadaptasi dari novel milik Lois Lowry, film The Giver karya Phillip Noyce menjadi salah satu film favorit saya yang harus kamu tonton. Banyak pesan menarik yang telah disiratkan. Salah satunya mengenai perbedaan yang merupakan akar permasalahan manusia saat ini. Adanya perbedaan mampu menimbulkan sifat iri dan dengki hingga muncullah suatu perpecahan atau peperangan yang menyebabkan nyawa menjadi sasarannya.

"Dunia seakan sulit untuk diubah, namun dengan mengubah diri sendiri akan menuntun dunia menjadi lebih baik".

1. Masalah masa kini

The Giver Wallpapers HD via http://hdwallpaperbackgrounds.net

“From the ashes of the ruin, the communities were built. Protected by the boundary”.

“Dari abu reruntuhan, komunitas ini dibangun. Dilindungi oleh perbatasan”.

Kalimat di atas merupakan sepenggal pembuka yang tersurat di bagian awal film The Giver. The Giver menjadi salah satu film yang saya rekomendasikan karena menggambarkan keadaan saat ini, yaitu konflik antar sesama. Masalah yang dihadapi oleh manusia menimbulkan peperangan hingga kematian. Begitu banyak manusia yang tega membunuh manusia lainnya, hanya demi sebuah hal atau kepentingan saja.

The Giver memberikan suatu solusi di mana masalah tersebut dijadikan sebuah kenangan yang harus dihilangkan, sehingga terciptalah komunitas baru. Komunitas yang menjunjung tinggi kesetaraan dan kebenaran. Tidak ada popularitas atau ketenaran, yang nantinya akan menimbulkan dengki dan benci. Namun anehnya, tidak ada rasa cinta dan kasih sayang yang emosional dalam hati warga komunitas tersebut. Sangat asing bagi mereka untuk mendengar kata cinta atau kata-kata manis yang membuat emosional manusia meningkat. Hal tersebut dikarenakan rasa emosi di dalam hati tiap warga diredam dengan adanya suntikan pagi yang wajib dilakukan di rumah warga setiap harinya.

2. Penerima kenangan

Advertisement

The Giver HD Wallpapers via http://hdwallpaperbackgrounds.net

Jeff Bridges, yang berperan sebagai Jonas merupakan tokoh utama dari film The Giver. Pemain-pemain The Giver mampu memerankan perannya dengan sangat baik. Terlebih sang tokoh utama mampu menunjukkan kepada penonton, sifat ambisius yang tinggi untuk membebaskan diri dari komunitas. Tak lain karena Jonas telah menyadari ada sesuatu yang janggal dengan komunitasnya. Hal tersebut disadari oleh Jonas sesaat setelah mengikuti beberapa pelatihan yang baru saja ia dapatkan setelah kelulusan.

Dalam film The Giver, para remaja yang telah mengalami kelulusan sekolah akhir akan dipekerjakan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu. Pekerjaan yang diterima oleh Jonas yaitu penerima kenangan. Pekerjaan penerima kenangan hanyalah diberikan gambaran dunia luar atau kenangan-kenangan di masa lalu oleh The Giver atau Sang Pemberi. Penerima kenangan bertugas untuk menyimpan kenangan yang sengaja untuk dihilangkan. Pada pelatihan tersebut, Jonas ditunjukkan banyak hal yang terdapat di luar komunitas seperti musik, warna, tarian, pesta, dan beberapa hal perpecahan serta kematian, yang mana tidak bisa dijumpai dalam komunitas.

Tersadarnya Jonas akan kejanggalan dalam komunitasnya membuat ia melewatkan suntikan wajib di setiap paginya secara sengaja. Hari demi hari, hal tersebut tetap dilakukan Jonas hingga suatu saat ia merasakan dampak yang luar biasa. Ia mampu merasakan cinta kepada teman lawan jenisnya, yaitu Fiona. Selain itu, Jonas sering melanggar salah satu peraturan penerima kenangan dengan menceritakan apa-apa yang diberikan selama pelatihan kepada Fiona. Di mana seharusnya hal tersebut hanya diketahui oleh The Giver dan penerima kenangan saja.

3. Sadar akan kejanggalan

The Giver Drone via http://cdn.collider.com

Pemberontakkan Jonas dimulai ketika ia melihat sang ayah tega membunuh bayi, dikarenakan tidak memenuhi syarat hidup. Kepedihan yang dirasakan Jonas saat melihat kejadian tersebut muncul, akibat melewatkan suntikan wajib yang setiap pagi harus dilakukan. Hingga akhirnya, muncullah suatu keinginan di mana Jonas ingin berbagi banyak rasa di dalam hatinya dan menunjukkan hidup yang sebenarnya kepada Fiona. Hal yang harus dilakukan Jonas untuk mewujudkan keinginannya yaitu melewati perbatasan kenangan.

Rintangan dan jalan yang dilalui untuk menembus perbatasan kenangan sangatlah tidak mudah. Tidak ada seorang pun yang pernah melewati jalan tersebut. Hanya dibekali sebuah peta dari The Giver, Jonas pun dengan berani mencari letak perbatasan kenangan. Namun pemberontakkan Jonas diketahui oleh kepala tetua, sehingga Jonas pun menjadi buronan komunitas untuk dimusnahkan dan dikirimkan ke suatu tempat asing yang dinamakan Elsewhere. Tempat yang dalam film tersebut tidak begitu detail penggambarannya, namun dijelaskan bahwa warga yang berusia lanjut atau bayi yang tidak layak hidup akan ditempatkan di Elsewhere.

4. Tempat yang jauh dari dunia luar

Uniknya, film berdurasi 01:37:17 ini menampilkan tampilan warna grayscale di bagian pertama cuplikan film. Hal tersebut menunjukkan keadaan komunitas yang memang benar-benar setara dan tidak adanya beragam warna. Namun berbeda dengan penglihatan Jonas, yang mampu melihat beberapa warna selain putih dan abu-abu. Selain itu, film garapan Phillip Noyce ini mampu menggambarkan keadaan komunitas yang benar-benar jauh dari dunia luar. Hal tersebut didukung oleh penempatan komunitas di suatu ketinggian yang amat tinggi dengan dikelilingi gumpalan awan.

5. Perubahan dalam diri manusia

The Giver via https://i.ytimg.com

Film ini menjadi sangat menarik dikarenakan banyak hal baik yang tersirat di dalamnya. Bahwasannya terdapat gelombang yang membuat hidup menjadi naik dan turun. Secara alamiah, manusia tidak bisa menentang apa yang telah Tuhan gariskan. Membuat komunitas dengan mengendalikan manusia bukanlah solusi yang solutif. Termasuk menghapuskan kenangan. Mengubah dunia memang sangatlah sulit, namun dengan mengubah diri sendiri akan menuntun dunia menjadi lebih baik.